Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2181-2200 of 2,241

Analytics

M. Harry Mulya Zein; Sisca Septiani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to analyze the dynamics of the rural economy in Sukajaya Village, a newly formed village from expansion. Through a qualitative approach, this study examines strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the agricultural, MSME, and social sectors in Sukajaya Village. It was found that Sukajaya Village has advantages in agriculture and culinary MSMEs but faces challenges such as a lack of government support and understanding of the digital economy. This research also reveals social problems, especially in education. Proposed solutions include improving digital infrastructure, entrepreneurship education, and social interventions for schooling. This research provides important insights into rural economic empowerment that can help Sukajaya Village face challenges and seize opportunities.

Krisnawati, Dwizka; Trisiana, Anita; Mey, Elynia; Elvidna, Varelia; Budi Puspita, Yesica Maharani +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kondisi yang dinamik dari bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, yang di dalamnya berisi keuletan dan ketangguhan yang memiliki kemampuan untuk memperkuat kekuatan nasional, untuk menghadapi dan juga mengatasi semua ancaman,tantangan,hambatan, serta ancaman yang datang dari luar ataupun dari dalam untuk melindungi integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan juga negara serta perjuangan untuk mencapai tujuan nasionalnya. Jadi, ketahanan nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang wajib selalu diterapkan dan membudayakan secara terus-menerus dan bersama. Maka dari itu bisa diwujudkan dimulai dari lingkungan yang kecil yaitu pribadi,masyarakat,keluarga,bangsa dan negara dengan menggunakan niat dasar ketahan dan juga keuletannya yang bisa mengembangkan kekuatan nasional. Proses yang berkelanjutan ini wajib di dasari dengan pikiran-pikiran geopolitik dan geostrategi sebagai dasar suatu konsepsi yang dibuat serta dirumuskan dengan tetap harus memperhatikan konstelasi yang terdapat di sekitar indonesia. Oleh sebab itu dengan adanya wabah COVID-19 ini ancamam ketahanan negara telah berada tepat di depan mata adalah perlambatan dalam ekonomi global karena sebagian besar Negara telah menetapkan aturan pembatasan ruang gerak barang dari luar negeri. Kegiatan ekspor maupun impor terpaksa terhenti. Devisa negara pun ikut menurun. Bencana coivid-19 ini sudah membuat neraca keuangan berbagai negera termasuk indonesia berada dalam kondisi yang tidak sehat. Itu semua karena sebagian dana harus dialokasikan untuk membantu menghadapi virus covid-19 ini. Neraca keungan yang berfokus dengan RAPBN memerlukan penyesuaian. Pada saat-saat seperti ini, kite memerlukan solidaritas seluruh elemen bangsa. Yang harus dilakukan semua negara yaitu sama-sama memusnahkan virus covid-19 ini. Pemerintah juga harus bekerjasama dengan berbagai elemen organisasi seperti  masyarakat sipil, perusahaan, dan juga masyarakat luas mengenai langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk dilaksanakan bersama. Kata Kunci : KetahananPemerintahNKRI, PandemikCOVID-19

Kusjuniati, Kusjuniati

ABSTRAK Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan lembaga yang berfungsi sebagai katalisator perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam skala nasional maupun internasional. KNEKS diamanatkan untuk turut mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah guna mendukung ketahanan ekonomi nasional. Tugas KNEKS yaitu mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional. KNEKS memiliki Strategi yaitu Penguatan ekonomi dan keuangan syariah, Penguatan Halal Value Chain, Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Penguatan Fatwa, Regulasi dan Tata Kelola.memperkuat penyediaan iklim usaha Industri Keuangan Syariah dan Industri Halal dengan adanya kepastian hukum, proses yang mudah dan tata kelola yang baik, Penguatan ekonomi digital. Memperkuat pelaku indistri halal dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan layanan digital baik pembiayaan, pemasaran dan kapasitas produksi melalui penyediaan halal market place, pembentukan incubator start-up dan sistem informasi terintegrasi untuk traceability produk halal, Penguatan Literasi SDM, Riset dan Pengembangan. Memperkuat kesadaran publik mengenai konsep ekonomi syariah menuju penyediaan SDM yang berkualitas dan berkompetensi tinggi untuk mampu bersaing dan berinovasi melalui riset dan pengembangan.   ABSTRACT The National Committee for Sharia Economics and Finance (KNEKS) is an institution that functions as a catalyst for economic and sharia financial development on a national and international scale. The KNEKS is mandated to help encourage the development of the economy and Islamic finance to support national economic resilience. The task of the KNEKS is to accelerate, expand and advance the development of Islamic economics and finance in order to strengthen national economic resilience. KNEKS has Strategies namely Strengthening Islamic economic and finance, Strengthening Halal Value Chain, Strengthening Micro and Small and Medium Enterprises (UMKM), Strengthening Fatwa, Regulations and Governance. Strengthening the provision of the business climate of the Sharia Finance Industry, Industry and Halal Industry with legal certainty, easy and good governance, Strengthening the digital economy. Strengthening halal industry players by utilizing and optimizing digital services in financing, marketing and production capacity through the provision of halal market places, the establishment of start-up incubators and integrated information systems for halal product traceability, Strengthening HR Literacy, Research and Development. Strengthening public awareness about the concept of Islamic economics towards the provision of high quality and highly competent human resources to be able to compete and innovate through research and development.

Iswahyuni, Iswahyuni

ABSTRAK Minat kewirausahaan mahasiswa sebagai generasi muda harus dieksplorasi semaksimal mungkin dan diberikan pelatihan yang dapat mendukung minat tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan andil dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih inovatif. Dengan pembuatan business plan merupakan treatment awal untuk mengetahui mindset dari pola minat mahasiswa dalam menciptakan usaha dengan keterbatasan modal, mengingat mahasiswa pada dasarnya pribadi yang belum memiliki tabungan yang cukup untuk membuka usaha sehingga mereka perlu diberi training yang berhubungan dengan business plan sehingga dapat berdampak pada perkembangan minat mahasiswa. Selain pendidikan informal dan nonformal, pendidikan formal juga cukup berperan dalam membentuk minat berwirausaha karena pendidikan formal telah memberikan bekal yang baik bagi tumbuhnya minat berwirausaha. Jadi pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Ada hubungan yang signifikan antara minat kewirausahaan dengan pembuatan business plan pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah STAI Denpasar Bali, dimana minat kewirausahaan mahasiswa tinggi sehingga mampu membuat business plan dengan baik. Sehingga tidak ada keraguan bahwa pembuatan Bussines Plan dapat menumbuhkan minat kewirausahaan.   ABSTRACT Student entrepreneurial interest as a young generation must be explored as much as possible andtraining that can support this interest is expected to be expected to contribute to reducing unemployment in Indonesia and creating new, more innovative jobs. Making a business plan is the initial treatment to find out the mindset of the pattern of student interest in creating businesses with limited capital, considering that students are basically individuals who do not have enough savings to open a business so they need to be given training related to business plans so that it can have an impact on the development of student interest. In addition to informal and informal education, formal education is also quite instrumental in shaping entrepreneurial interest because formal education has provided a good stock for growing entrepreneurial interest. So education is one of the factors that influence entrepreneurial interest. There is a significant relationship between entrepreneurial interests with the making of a business plan for students of the Department of Sharia Economics STAI Denpasar Bali. where the entrepreneurial interest of students is high so they are able to make a good business plan. So there is no doubt that making a Business Plan can foster entrepreneurial interest.

Fawaid, Ahmad; Laili, Nor

Penelitian ini menyuguhkan tentang urgensi pesantren sebagai wadah pembentukan kaderisasi ummat. Pesantren sebagai tempat pijakan manusia didalamnya bukan hanya mengajarkan tentang dinamika ke Islaman namun juga mengajararkan santri untuk berenterpreneurship. Home industri hadir sebagai jawaban dari permasalahan insani dalam segi ekonomi berkelanjutan. Adanya home industri dalam diri pesantren mampu membentuk kader bangsa yang mampu berdaya saing dalam bidang usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan field research (penelitian lapangan) yang berlokasi di PP Nurul jadid wilayah Al-mawaddah. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pesantren mampu memberikan peluang besar terhadap diri para santri untuk dapat berbakat entrepreneur dengan usaha home industri bakery di wilayah Al-mawaddah. Sistem pemasaran yang dilakukan berbasis transaksi lokal dan non lokal. Dengan mematok harga  berkisar Rp 2000-Rp 5000 mampu meningkatkan omset terhadap devisa pesantren. Hadirnya usaha bakery bagi santri Al-mawaddah mampu menumbuhkan bekal usaha entrepreneur ketika terjun kedalam dunia masyarakat, sehingga pada saat itulah terbentuknya manifestasi insan yang berkarya.   This research presents the urgency of pesantren as a forum for the formation of ummah cadre. Pesantren as a place of human footing in it not only teaches about the dynamics of Islam but also teaches students to be engaged in entrepreneurship. Home industry is present as an answer to human problems in terms of a sustainable economy. The existence of a home industry in pesantren is able to form a cadre of the nation who are capable of competitiveness in the business sector. This study uses a field research approach (field research) located in PP Nurul Jadid Al-mawaddah region. Data analysis techniques using content analysis techniques. The data collection method uses interview and observation techniques. The results showed that the axistence of pesantren is able to provide great opportunities for students to be gifted entrepreneurs with a home bakery business in the Al-mawaddah region. The marketing system is based on local and non-local transaction. By fixing prices around Rp. 2,000-Rp. 5,000, can increase turnover for foreign exchange boarding schools. The presence of bakery business for Al-mawaddah santri is able to grow entrepreneurial stock when it plunges into the world of society, so that’s when the manifestation of the creation of human beings works.

Aniroh, Anifatin; Mansur, Ely; Agrosamdhyo, Raden

Perilaku seseorang dalam memutuskan untuk memilih produk dalam pembiayaan multijasa di setiap lembagakeuangan pasti dipengaruhi oleh rasionalitas ekonomi yakni bagi hasil, fasilitas, pelayanan, kemudahan,kenyamanan dan keamanan transaksi. Karena sebagai indentitas dan juga sebagai langkah untuk menarik nasabahyang pada pencapaiannya yaiu kepercayaan nasabah. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Apakah prosespemberian pembiayaan dapat berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa pada PT. BankPembiayaan Rakyat Syariah Fajar Sejahtera Bali? (2) Apakah preferensi dapat berpengaruh terhadap kepercayaannasabah pembiayaan multijasa? (3) Apakah proses pemberian pembiayaan dan preferensi dapat berpengaruhterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruhproses pemberian pembiayaan terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (2) pengaruh preferensiterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (3) pengaruh proses pemberian pembiayaan dan preferensiterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptifdengan sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Populasi penelitian yaitu, nasabahpembiayaan multijasa PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali dengan teknikpengumpulan data melalui angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ujiregresi linier berganda, uji parsial, uji simultan dan uji determinan dengan menggunakan SPSS (Statistical PackageFor Social Seince) versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linier berganda dengan persamaan Y = 5,719+ 0.134X1 + 0,634X2 + e hasil koefisien korelasi secara terpisah diperoleh X1 5C sebesar 0,134 dengan nilaisignifikan 0,037 < 0,05 sedangkan variabel X2 preferensi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengansecara simultan 30,761 dengan signifikan 0,00 besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukan adanyapengaruh antara 5C dan preferensi terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa di PT. Bank PembiayaanRakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali baik secara parsial atau terpisah maupun secara simultan.

Roudlotun Ni’mah; Vesti Dwi Cahyaningrum; Farida Isroani

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Gagasan dan realisasi kemandirian ekonomi nasional sampai kini masih jauh dari apa yang diharapkan. Indonesia sendiri terdiri atas kurang lebih 63 ribuan desa dengan sumber daya alam yang berlimpah dan beraneka ragam seperti pertambangan, pariwisata, kehutanan, pertanian, perkebunan dan sebagainya. Indonesia juga memiliki banyak sekali sumber daya manusia produktif yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Dari ribuan desa tersebut, tidak semua sumber daya yang ada terkelola dengan baik. Sedangkan untuk mencapai kemandirian ekonomi nasioal, harus dimulai dari peningkatan pembangunan ekonomi dan penguatan kemandirian ekonomi desa. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan ekonomi desa antara lain masyarakat kurang peka dalam menemukan potensi lokal dan masih lemahnya kemampuan pemberdayaan potensi lokal pendudukan khususnya di pedesaan. Sehingga, pendapatan warga yang minim menjadikan perekonominya bergantung pada bantuan dari pemerintah atau bantuan lainnya. Berangkat dari permasalahan di atas, maka diadakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajianan tas dari bahan plastik bekas, seperti bungkus kopi, bungkus sabun, bungkus snack, dan lainnya. Program ini diaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalah terkait. Kegiatannya dimulai dari sosialisasi pada ibu-ibu tentang pengadaan kegiatan pelatihan kerajinan tas. Setelah dilaksanan pelatihan, diadakan lomba kerajinan sebagai tindak lanjut agar ketrampilan yang telah diperoleh diasah kembali oleh warga yang mengikuti pelatihan. Selanjutnya dibentuk kelompok usaha agar ketrampilan tersebut dapat terakomodasi dengan baik dan dapat meningkatkan kreativitas bersama. Adanya kegiatan tersebut, kedepannya diharapkan ketrampilan yang telah warga pelajari dapat ditularkan ke warga lainnya serta akan ada peningkatan kemandirian ekonomi desa.

Samtono Samtono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

. Menu makanan khas jawa ayam goreng sampai saat ini masih menjadi menu favorit untuk semua usia dan semua lapisan masyarakat jawa, ribuan orang setiap minggu merasakan ayam goreng di Bu Toha yang terletak di Desa Lopahit Tuntang Semarang. Saat ini pengembangan wisata kuliner merupakan jalur strategis penyangga ekonomi nasional lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data, depth interview, swot analisis dan observasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa informan atau nara sumber yang terseleksi atau terpilih khususnya para karyawan, pelanggan, dan pemilik warung makan. Hasil penelitian yang diperoleh melalui Analisis SWOT dilakukan berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, kemudian dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan fakor internal menunjukkan para konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh warung makan ayam goreng “Bu Toha”. Posisi warung makan ayam goreng “Bu Toha”. berdasarkan diagram  kortesius SWOT berada di kwadran I, artinya kuat dan berpeluang. Rekomendasinya adalah strategi yang diberikan progresif. Dalam rangka meningkatkan omzet pendapatan usahanya maka dapat menambah varians atau jenis menu yang disajikan konsumen serta mengembangkan usahanya dengan membuka anak perusahaan.

Arifin Umar; Haslinda Damansya; Nurul Hasanah; Verawati Monoarfa

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Di Indonesia pengobatan tradisional sangkal putung sudah menjadi pilihan alternativ oleh masyarakat untuk menyembuhkan fraktur (patah tulang). Pengobatan sangkal putung di Sidomulyo Selatan dipengaruhi oleh beberapa masalah antaranya pengaruh keluarga atau teman, biaya yang terjangkau maupun adat budaya yang mengharuskan masyarakat berobat ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan tradisional pada pasien fraktur ke sangkal putung di sidomulyo selatan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan analisis data menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan (? : 0,05). Hasil penelitian menunjukan nilai P Value dukungan sosial sebesar p=0,003 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor ekonomi sebesar p=0,022 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor budaya sebesar p= 0,010 lebih kecil (p=0,05). Sehingga bisa disimpulkan ada pengaruh antara dukungan sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya terhadap pemilihan pengobatan tradisional.

Idah Kusuma Dewi

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Kwadungan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung dapat dilakukan dengan model pemberdayaan ekonomi pariwisata  berbasis masyarakat yang melibatkan kelompok wanita tani di daerah tersebut sebagai pelaku utama. Partisipasi aktif masyarakat dari kelompok wanita tani desa Kwadungan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan sumber daya manusia lokal dalam upaya mengelola kegiatan ekonomi kepariwisataan pedesaan secara langsung. Oleh sebab itu,diperlukan informasi yang akurat untuk menjawab permasalahan pemberdayaan ekonomi pariwisata berbasis masyarakat pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Kecamatan Ngadierjo Kabupaten Temanggung melalui Teknik FGD. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan focus group discussion yang dilakukan pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Temanggung sebagai upaya untuk mengetahui permasalahan dan mendapatkan informasi yang akurat guna mendukung pengambilan keputusan. Dari hasil FGD, keputusan disepakati bersama bahwa wujud kegiatannya berupa pelatihan membuat kue dan cemilan berbahan baku dari tanaman singkong dan ketela rambat yang dibudidayakan oleh kelompok wanita tani desa Kwadungan-Temanggung. Adanya pelatihan usaha olahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan  pada anggota  kelompok  wanita  tani  yang  signifikan  terhadap  upaya pengembangan potensi usaha ekonomi khususnya dalam rangka mendukung kepariwisataan di desa Kwadungan Kabupaten Temanggung.

Brenda Syinnartak; Sumarwanto; Eko Nursanty

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Ilmu pengetahuan merupakan suatu pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam dunia. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), namun merangkum sekumpulan teori - teori yang disepakati, diuji dngan metode dalam bidang tertentu. Semakin berkembangnya zaman semakin cepat juga perkembangan ilmu pengetahuan. Saat ini Indonesia masih dihadapkan pada dua kendala yang menjadi tantangan utama, yaitu : 1. keterbatasan kapasitas investasi nasional di sektor industri untuk mengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi produk jadi, dan 2. belum siapnya teknologi nasional untuk menyokong tumbuh kembang industri tersebut. Pada dasarnya persoalan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah  rendahnya hasil riset dan teknologi dalam negeri yang diadopsi oleh industri atau pengguna teknologi lainnya. Kapasitas lembaga pengembang teknologi Indonesia sesungguhnya cukup baik, terbukti dengan posisi indeks inovasi Indonesia dalam peringkat WEF tahun 2011 yang berada pada posisi ke 36 dan tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2010. Salah satu strategi dalam pelaksanaan MP3EI adalah pengembangan kapasitas SDM dan IPTEK yang sesuai di setiap koridor ekonomi yaitu dengan membangunnya Technopark di Indonesia. Tujuan dari Technopark adalah untuk membuat link yang permanen antara perguruan tinggi, pelaku industri dan pemerintah. Technopark mencoba menggabungkan ide, inovasi dan know dari dunia akademik dan kemampuan financial dari dunia bisnis.

Harisman; Djatmiko Waloejono; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pada saat ini pariwisata merupakan salah satu industri yang banyak dikembangkan di berbagai negara sebagai salah satu sumber pendapatan negara atau daerah, sekaligus untuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat. Bahkan pariwisata dikatakan mempunyai potensi yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspeknya. Manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan & ilmu pengetahuan, peluang & kesempatan kerja. Obyek wisata Danau Sipin menawarkan pemandangan alam yang cukup bagus. Potensi yang dimiliki Danau Sipin berupa panorama alam yang indah dan alami dengan kondisi air cukup tenang. Namun hingga saat ini sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan wisata pada Danau Sipin belum tersedia. Tujuan perancangan pusat rekreasi adalah untuk menyediakan wadah wisata rekreasi bagi warga Kota Jambi dan sekitarnya untuk berekreasi serta menciptakan kesadaran wisatawan tentang konservasi sumber daya alam melalui pemanfaatan sumber daya wisata secara berkelanjutan dan menciptakan pencegahan dampak negatif lingkungan. Kawasan Wisata Danau Sipin di Kota Jambi dibangun menggunakan konsep Arsitektur Neo Vernakular yang akan diterapkan pada site maupun bentuk-bentuk fisik bangunannya.

Indra Kertati

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Smart City bukan hanya tren untuk kota-kota besar, tetapi kebutuhan akan layanan publik yang cepat, murah, aman, dan dapat dipercaya. Tujuannya adalah untuk menganalisis pemerintahan pintar berbasis teknologi informasi sebagai implikasi dari smart city Kota Surakarta. Penelitian ini menggambarkan  bagaimana pemerintah daerah dapat mengimplementasikan empat komponen dalam smart city yaitu: (1) government of a smart city, (2) smart decision-making, (3) smart administration and (4) smart urban collaboration. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pemerintah daerah telah menyediakan instrumen untuk keberhasilan infrastruktur kota pintar, sumber daya manusia, dan peraturan, tetapi dalam hal sumber daya manusia dan fasilitas infrastruktur belum optimal seperti yang diharapkan; (2) Respons publik terhadap pemerintahan cerdas tidak optimal, tetapi kelas menengah memiliki kemampuan untuk menggunakan dan berpartisipasi dalam pemerintahan cerdas; (3) Ada 16 Perangkat Daerah yang telah menyediakan layanan publik berbasis TI dengan berbagai bentuk layanan; (4) Permintaan akan layanan berbasis TI telah meningkat tajam dari sebelumnya sebagaimana dibuktikan oleh nilai SKM yang cukup baik dan (5) mayoritas aksesibilitas publik ke layanan publik rendah karena kerentanan ekonomi, sosial, usia dan keterjangkauan harga.

Irawan, Feri

Abstrak: Dalam pembiayaan murabahah fungsi BMT adalah sebagai penjual barang untuk kepentingan nasabah. Dengan cara membeli barang yang diperlukan nasabah dan kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga jual yang setara dengan harga beli ditambah keuntungan BMT. Dan BMT harus memberitahukan secara jujur harga pokok barang berikut biaya yang diperlukan dan menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian barang kepada nasabah. Disini penulis akan membahas BMT Insan Samawa yaitu mengenai pelaksanaan akad pembiayaan murabahah dalam perspektif ekonomi syariah, ketertarikan penulis ini dikarenakan adanya rasa ingin tahu secara lebih jelas dan lebih rinci tentang pembiayaan dengan akad murabahah di BMT Insan Samawa, dan apakah yang membedakan dalam  pelaksanaan pembiayaan dengan akad murabahah di BMT Insan Samawa dengan lembaga keuangan syariah lainya.

Kusjuniati, Kusjuniati

AbstrakPemikiran sosioekonomi Al-Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai fungsi kesejahteraan sosial islami. Seluruh karya Al-Ghazali memiliki konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaikan bersama). Imam Al-Ghazali mengidentifikasi semua masalah baik yang berupa masalih ( utilitas, manfaat ) maupun mafasid (disutilitas, kerusakan) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan (maslahah) dari suatu masyarakat tergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar, yakni agama(al- dien), hidup atau jiwa (nafs), keluarga atau keturunan (nasl), harta atau kekayaan (mal) dan intelek atau akal (aql). Al-Ghazali menitikberatkan bahwa sesuai tuntuan wahyu, tujuan utama kehidupan umat manusia adalah untuk mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat (maslahat al-din wa al-dunya) Kelima kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi dengan baik bila orientasi semua orang hanya terfokus pada kehidupan akhirat. Oleh karenanya melakukan aktivitas ekonomi merupakan sebuah keharusan bagi setiap orang bila mereka menginginkan keselamatan baik di dunia maupun akhirat. AbstractAl-Ghazali's socioeconomic thinking has its roots in a concept which he calls an Islamic social welfare function. All of Al-Ghazali's works have the concept of maslahat or social welfare or utility (the common good). Imam Al-Ghazali identified all the problems in the form of masalih (utility, benefits) and mafasid (disutility, damage) in improving social welfare. The welfare ( maslahah) of a society depends on the search and maintenance of five basic objectives, namely religion ( al-dien) , life or soul (nafs), family or offspring (nasl), wealth or wealth (mal) and intellect or reason (aql) ).Al-Ghazali emphasized that according to the revelation, the main purpose of human life is to achieve good in the world and in the hereafter (maslahat al-din wa al-duny a) These five needs will not be fulfilled properly if everyone's orientation is only focused on life hereafter. Therefore doing economic activity is a must for everyone if they want salvation both in the world and the hereafter.

Mustofa, Dimas Yeni; Sugiaryo, Sugiaryo; Supeni, Siti

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui bagaimana peran masyarakat dalam manguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan.2)Mengidentifikasi hambatan yang ditemui masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. 3)Untuk mengetahui pendekatan dan upaya yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data menggunakan data primer maupun data sekunder. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Peran masyarakat dalam menguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu tokoh masyarakat Desa Gondosuli sudah menghimbau mendaki merupakan kegiatan untuk mengenal alam bebas sehingga menimbulkan rasa cinta kepada alam yang menjadikan mereka pantang berbuat kerusakan dengan presentase 42,86% sangat memahami dan 14,28% kurang memahami.2) Faktor-faktor yang hambatan  masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu yaitu pendaki jail yang kurang sadar akan rasa tanggung jawab sesuai dalam kode*etik kepecinta alaman dengan presentase sebesar 42,86%, faktor ekonomi sebesar 28,57%, terbatas nya sumberdaya manusia dalam melaksanakan pengawasan secara langsung sebesar 28,57%.3)Upaya pendekatan yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu memberi dan menambah rambu-rambu peringatan, memperketat peraturan dalam pendakian, melakukan pengawasan rutin dengan besar presentase pemahaman sebesar 71,43% Sangat memahami dan 28,57% cukup memahami.Kata Kunci: Peran Masyarakat, Karakter Tanggung Jawab dan Peduli Lingkungan, Pendaki ABSTRACTThe research were aimed at: (1) to know how the role of community in strenghtening character of liability and care of environment in mountain climbing activity (2) identify obstacles that faced by community in strengthening character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019 (3) to know approach and efforts doing by community to strengthen character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019. The research method used wae qualitative descriptive, source of data used primary and secondary data. The subject og this research were people in gondosuli village tawangmangu subdistrict. The technique of collecting data used interview, observation, and documentation. Data validity technique used were source triangulation and method triangulation. The technique og analiysis data used was interactive analysis model. Based on finding, it can be concluded that (1) the role of community in strenghtening character of liability and care of environment from the public figure of gondosuli who has been explained that climbing in an activity to understand wild that initiate love feeling to nature which make them aware of doing damage with 42,86% in the level of very undwerstand, and 14,28% less of understanding. (2) The obstacles factor are ignorant climbers who are less aware og their liability based on the ethics regulation in 42,86%, economic factors 28,57%, limitation of human resources who directly supervise 28,57%. (3) efforts that has been done by community in strenghtening character of liability and care of environmentto lawu mountain climbers are giving and adding the warning signs, tightening climbing regulations, doing regular supervision with the level of understanding 71,43% very understanding and 28,57% qiute understand.Â

Widyastuti, Rosmala; Sunarni, Sunarni

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat dapat didukung dari berbagai aspek. Selain pendidikan dan ekonomi, peran pangan merupakan sumber kebutuhan dalam mencukupi kebutuhan. Program pengabdian ini dimaksudkan mempunyai tujuan mengoptimalisasi pekarangan rumah warga masyarakat dengan penanaman pangan lokal disekitar pekarangan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Pendampingan dan Pemberdayaan. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan yang terdiri dari satu minggu pelatihan praktek dan tiga minggu pendampingan. Hasil dari program pengabdian ini adalah perolehan pemahaman dari masyarakat yang sebelaumnya belum tahu menjadi faham. Pendampingan yang dilakukan menghasilkan kebiasaan warga dalam menanam tumbuhan disekitar pekarangan rumah. Dari yang hanya dahulunya dibaiarkan kini telah digunakan sebagai sumber kebun terdekat dari dapur. Selain dari itu melalui pengabdian ini juga telah memaksimalkan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman bahan obat dan jamu.

Hartini, Sri; Sri Suryanti, Hera Heru

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa percaya diri para remaja putri di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Barat Surakarta. Rasa Percaya Diri diawali dengan adanya konsep diri dan akan mempengaruhi rasa harga diri seseorang. Kosep Diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini dapat bersifat social, psikologis dan fisis. Selanjutnya Rasa Percaya Diri adalah kepercayaan  terhadap kemampuan diri sendiri. Sedangkan Rasa Hatga Diri adalah rasa seberapa berharga diri sendiri dalam lingkungannya. Untuk itulah sangat penting membangun Rasa Percaya Diri di kalangan remaja putri Panti Aauhan Aisyiah yang secara social-ekonomi sangat bergantung kepada kedermawanan sesama manusia, agar perkembangan mereka dapat optimal dan terbebas dari rasa rendah diri (minder). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Penyuluhan ,Konseling Kelompok, Simulasi dan Pendampingan. Dari kegiatan tersebut dapat diperoleh informasi adanya keberanian mengemukakan pendapat tentang pemilihan studi lanjut dan kekhawatiran tentang pembeayaannya. Selanjutnya kekhawatiran tersebut dapat dihilangkan oleh para remaja putri setelah diberikan informasi adanya berbagai jenis beasiswa yang disediakan oleh universitas Slamet Riyadi dan pentingnya pe.ngembangan diri untuk menggapai cita-cita.

Lailam, Tanto; Murti, Awang Daru; Yunita, Ani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengembangan wisata budaya di Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung dan Desa Wisata Songgo Langit ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini memfokuskan pada program Desa Mangunan Sebagai Wisata Desa Unggulan Yang Kompetitif dan Berbudaya. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai model pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan melalui potensi desa wisata yang dipadukan dengan budaya. Program pengembangan yang dilakukan, meliputi: legalisasi perkumpulan dalam bentuk sanggar seni. Untuk melakukan legalisasi Sanggar Lestari Budaya dan Sanggar Ngesti Budoyo dibuatlah akta notaris agar dalam beraktivitas memiliki keabsahan dan dilindungi oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Program lainnya adalah pelatihan inovasi pengembangan seni budaya, pemaketan wisata budaya.

Padmaningrum, Dwiningtyas

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Temanggung robusta coffee has flavors and raw material components that reflect the regional characteristics. To assure the quality and increase the competitiveness, coffe harvesting and post-harvest processing must be carried out according to the geographical indication standart (IG). The application standar of IG practically still has several problems such as a low motivation of harvest and post-harvest processing aspects as well as farmer’s group management. By cooperating with two farmers’ group in Muncar and Ngadisepi village, Gemawang sub-district, Temanggung Regency, Universitas Sebelas Maret has implemented community partnership program. This aim at increasing motivations and skills of farmers in managing coffee processing based on IG standart. Methods used in this programs include: (1) training, (2) introduction of a pulper device, and (3) supervision. This program has: (1) increased motivation, knowledge, skills of farmers’ group in coffee post-harvest processing based on IG standart, (2) increased motivation for strengthening management of farmers’ group institutions, (3) provided applied technology, and (4) increased the economic of coffee value added.