This article aims to carry out a systematic review of the existing literature regarding the model of Catholic religious education with a plural perspective in fostering religious tolerance in Indonesia. This research uses bibliographical tables which consist of several references relevant to the topics discussed. The method used is qualitative research with a literature review design which includes a search strategy, selection of articles based on inclusion and exclusion criteria, finding the main themes, analysis, and synthesis. The findings from this study will provide a comprehensive understanding of the Catholic religious education model with a pluralistic perspective and its role in fostering religious tolerance in Indonesia. The conclusions from this literature analysis will provide recommendations for the development of religious education that is oriented towards the values of religious tolerance
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
This study aims to analyze the effect of service quality and facilities on patient satisfaction at Kasih Bunda Medika Clinic. The research approach used in this study is quantitative statistics by collecting primary data through questionnaires. The sample of this study were 50 patients who were treated at the Kasih Bunda Medika Clinic using an accidental sampling technique. Data analysis used descriptive statistical techniques. SPSS Statistics 25 software was used to test data statistics, multiple regression analysis, and hypothesis testing. The results showed that partially, service quality had a positive and not statistically significant effect on patient satisfaction, while service facilities showed a positive and statistically significant effect on patient satisfaction. patient. Simultaneously, it shows that the quality of services and facilities has a positive and significant effect on patient satisfaction.
Kerta Village is one of the villages located in Gianyar Regency. Along with the development of Kerta Village, currently Kerta Village already has a Waste Management Site (TPS). However, waste management in Kerta Village is not yet optimal. People still like to throw garbage carelessly and do not know how to handle waste, especially household domestic waste. This zero waste-based waste management training was held at the Penyabangan Banjar Hall, Kerta Village, Payangan District, Gianyar with the target being teenagers. The material presented to partners includes socialization of the concept of zero waste in waste management, counseling and training on waste segregation, training and demonstrations on making eco enzymes, and ends with a discussion or question and answer session. Waste management training activities for youth groups in Kerta Village were successfully carried out smoothly and were able to increase youth knowledge about waste management. Through this activity, youth are expected to become agents of change in creating a healthy and environment caring society that is sustainable.
Suwung Garbage Landfill is the largest landfill in Bali with a land area of 32.48 hectares. Scavengers are a profession that is prone to skin diseases. Previous observational studies concluded that most of scavengers at the landfill had complaints of skin disease which might be caused by the scavengers’ low knowledge of personal hygiene. This community service was carried out in January-February 2023, starting with interview and dialogue with the Suwung Landfill manager, transfer the science and technology, and evaluate the activities. The activities carried out included: counselling on skin diseases and their prevention, socialization of personal protective equipment (PPE), demonstration and exercise 7 steps of hand washing, and providing personal hygiene and PPE assistance. The entire series of activities was attended by 20 scavengers with active participation. The results of posttest using 10 multiple choice questions showed that all participants were able to score more than 70. Through this community service, it is hoped that scavengers will be able to increase their awareness regarding of skin disease and be able to take appropriate precautions
Congregational establishment is a process in which a group of people decide to form an ecclesiastical community. The Holy Spirit played a very important role in the founding of the Christian community. In the early church founded by the apostles the role of the Holy Spirit was very important. The Holy Spirit who indwells everyone who has believed in Christ makes their lives change drastically. By using qualitative research methods by collecting several sources and books. With the aim of knowing the importance of the role of the holy spirit itself in the establishment of the church.
God sent Jonah to warn the people of Nineveh. Nineveh will be overthrown by God because of the great sin they have committed. However, Nineveh had repented to God, so God did not overturn the city and God loved Nineveh. From this incident, the prophet Jonah was angry with God because God loves Nineveh, and Jonah wanted the salvation that God gave only for the Israelites. In the present context, there are also Christians who have the same thoughts as the prophet Jonah, who think that religions other than Christianity are not religions that are loved by God. The purpose of this research is to show that God's love is universal and He forgives the mistakes of all those who repent and to guide the prophet Jonah and Christians who think that God's salvation or love is only for the nation of Israel and Christians is wrong thinking. The research method used is a qualitative research method and a critical historical approach in the text of Jonah 4:1-11 with the steps of literal translation, comparison of literal translations and the Indonesian Bible Institute (LAI). The results of this research are that God has proven that He loves all nations who have returned to their ways and also that God guided the prophet Jonah about his erroneous thoughts, namely through castor trees and caterpillars.
The purpose of Christian Religious education in the family is to teach about human relations with God and His creation. Christian Religious Education can be carried out in families, schools and places of worship without being limited by space and time. real to children, so that children understand the purpose of this life. Christian Religious Education in the family is very important to be applied by parents today. One of the roles of Christian Religion education in the family today is to seek the cooperation of fathers and mothers in educating children as well as creating harmony in the family. Therefore, the family is the most important environment in carrying out the social formation of children. So, the role of parents in raising children is very important, not only do children learn and experience growth in the family, but all family members can learn from each other through interaction with each other. However, all of this cannot be separated from the example of parents. in family.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tuturan ekspresif yang ditemukan pada novel Hubbu karya Mashuri. Novel Hubbu merupakan karya Mashuri yang memperoleh penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Novel Hubbu karya Mashuri menceritakan kehidupan Jarot yang digadang-gadang sebagai penerus pesantren warisan leluhurnya. Namun, ketika beranjak dewasa, Jarot dihadapkan dengan berbagai konflik psikologis, antara memilih mengemban tanggung jawab untuk memimpin pesantren warisan leluhur, cinta, dan kehidupan di luar pesantren yang didambakan. Novel Hubbu karya Mashuri memiliki bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Berdasarkan latarbelakang tersebut, rumusan masalahnya adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri? Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatf. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Hasil penelitian ini, ditemukan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif berupa tindak tutur meminta maaf, memuji, berterima kasih, mengeluh, memprotes, menyalahkan, mengkritik, marah, dan mengucapkan selamat. Fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan adalah mengungkapkan perasaan, mengisyaratkan maksud tertentu, dan memperhalus bahasa.
Melakukan kekerasan terhadap murid, suka membeda-bedakan status suku dan ras serta melayani dengan motivasi yang salah dengan berfokus pada kepentingan diri sendiri merupakan pelayanan yang dilakukan tanpa kasih. Tujuan dari artikel ini adalah membahas wujud kasih Yesus yang dapat diteladani oleh guru pendidikan agama kristen yang kurang merealisasikan kasih terseut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian wujud kasih Yesus yang perlu diteladani oleh guru agama kristen adalah sebagai berikut: Tidak pilih kasih terhadap murid, peduli dengan murid, kesabaran, suka mengampuni, rela berkorban dan teladan dalam pengajarannya.
This research is descriptive research with a qualitative approach. The data in this research is in the form of the value of love in the novel Moments Deep by Lia Seplia which is arranged in the form of phrases found in the novel. The data collection technique used in this research is literature study. Based on research results, love between men and women is love that is given to each other, the feelings that arise within both of them form a unified whole by, giving sacrifices to the partner by thinking about the interests of the partner, mutual trust between the partners even when they are far apart, and mutual honesty to express feelings. Love for the family occurs between parents and children, children and parents, younger siblings and older siblings and vice versa, or between siblings who have blood ties which includes an attitude of affection, giving attention and care to elderly parents by caring for and loving them, being willing to make sacrifices from parents are to educate and care for a child sincerely until the child grows and develops until now, responsibility in the form of parents can be given in the form of meeting the needs of their children, and others. Love between fellow humans is an effort made by humans by providing assistance or in the form of assistance as social creatures who should work together and lend a hand. Love between humans and God means the form of human faith in God by carrying out His commands and avoiding His prohibitions and surrendering with all sincerity, performing worship, praying for help and convenience for what is done, always being grateful for everything that has been given. His. There are implications for the value of love in the novel Saat- saatjauh by Lia Seplia in learning high school novel texts in the 2013 curriculum.
Karya sastra dapat kita jadikan wadah untuk menyampaikan nilai-nilai sosial yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Permasalahan yang dilukiskan dalam sebuah karya sastra meliputi masalah-masalah sosial yang terjadi dalam lingkungan pengarang sebagai masyarakat sosial. Permasalahan- permasalahan tersebut dapat kita temukan di dalam sebuah karya sastra berupa novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam novel Dear Nathan: Hello Salma karya Erisca Febriani dan implikasinya dalam pembelajaran teks novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data dari penelitian ini adalah nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Dear Nathan: Hello Salma Karya Erisca Febriani. Sumber data yang digunakan adalah novel Dear Nathan: Hello Salma karya Erisca Febriani. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obsevasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan rangkaian peristiwa dalam novel Dear Nathan: Hello Salma karya Erisca Febriani sebanyak 63 peristiwa dan peristiwa yang dianalisis sesuai dengan penelitian ini adalah 32 nilai-nilai sosial yang ditemukan dari peristiwa yang meliputi, sembilan nilai sosial cinta kasih, sembilan nilai sosial kepedulian, lima nilai sosial tanggung jawab, dan sembilan nilai sosial tolong menolong. Penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai bahan ajar untuk materi pembelajaran teks novel di SMA sederajat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat bimbingan bagi siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu membaca buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet yan). Tujuan penelitian bimbingan Rohani bagi anak-anak ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana pengajaran Rohani yang lebih melekat dalam pengenalan akan kasih Tuhan dan juga ajaran- ajaran yang benar didalam Alkitab. Didalam dunia pendidikan kurang lebih 25% penyamapain materi tentang Alkitab (pendidika agama kristen), karena kenapa? Dari jadwal yang telah di sediakan maka senin-sabtu belajar agama hanya 1 kali dalam seminggu. Dalam hal itu saya berinisiatif untuk mengadakan yang namaya pembinaan Rohani yang di ikuti oleh seluruh siswa/siswi yang beragama Kristen, dengan tujuan saya menyampaikan materi tersebut adalah agar mereka selalu ingat dan bisa memami yang namanya pengajar dalam Alkitab.
Jurnal DIKMAS•2023•Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang
Kelurahan Barong Tongko merupakan salah satu tempat yang berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kelurahan ini walaupun dikatakan sudah maju, namun masih banyak masyarakat yang tidak mau datang beribadah di gereja dan tidak mau ikut kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Oleh sebab itu penulis bersyukur dengan adanya pelayanan pengabdian kepada masyarakat, penulis bisa melayani mereka secara jasmani dan rohani, yang bedasarkan kasih Kristus. Penulis bersyukur juga karena masyarakat di kelurahan Barong Tongko mau dibimbing dan mau dilayani untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Memang segala sesuatu maslah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan bersama Tuhan Yesus, asalkan kita mau melakukan, berusaha dan berdoa.
Basically the housing construction process is an activity that contains many elements of danger. Occupational safety and health (K3) knowledge is important for construction workers to avoid work accidents caused by human and equipment negligence. The result of this community service activity is that after participating in socialization that has been carried out by the community, in this case the construction workers in the construction project for the Kailila Urban Houses housing development which is located at Jalan Kesejahteraan Sosial No.6 Ngestiharjo Village, Kasihan District, Bantul Regency, their knowledge has increased mainly regarding regulations law on occupational safety and health (K3). The implementation method in this community service activity uses the conversation method regarding occupational safety and health (K3).
Anemia pada ibu hamil harus dicegah atau diatasi karena jika hal tersebut terjadi, maka dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Untuk mencegah anemia selama kehamilan, maka direkomendasikan untuk meminum tablet Fe. Namun efektifitas pemberian tablet Fe baru dapat dicapai apabila ibu hamil patuh dalam mengkonsumsinya. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe adalah motivasi dari ibu hamil itu sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di Klinik Borneo Kasih Palangka Raya. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling, dengan jumlah 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian dari jumlah 50 responden, didapatkan kategori motivasi tinggi sebanyak 41 responden (82%), tingkat kategori kepatuhan, patuh sebanyak 43 orang (86%) dan hasil uji Fisher Exact Test (yang merupakan alternatif dari uji chi-square) diperoleh nilai p=0.000 ≤0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di Klinik Borneo Kasih Palangka Raya. Pentingnya dukungan keluarga seperti suami dalam memotivasi ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe, sehingga disarankan agar keluarga tetap memberikan dukungan agar selama masa kehamilannya ibu hamil memiliki motivasi tinggi dan patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.
Tradisi dan adat-istiadat yang ada di Indonesia sangatlah beragam, budaya yang ada di indonesia adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus kita lestarikan saat ini karena kehidupan yang menjadi lebih modern sedikit demi sedikit mengikis keberadaan budaya lokal. Dalam Sejarahnya, Indonesia merupakan masyarakat dengan banyak suku dan budaya yang memiliki kearifan lokal yang dilestarikan oleh masyarakatnya. Petik Laut menjadi salah satu tradisi yang ada di indonesia yang saat ini masih dilakukan tepatnya berada di Kecamantan Puger Kabupaten Jember. Masyarakat puger beranggapan bahwa hasil dari alam sekitarnya merupakan sumber daya dan kunci dari kesejahteraan hidupnya. Maka dari itu, hal ini membuat beberapa masyarakat yang tinggal di daerah pesisir memiliki tradisi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih dikarenakan sumber daya alam yang mereka dapatkan dari laut dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masyarakat pesisir biasanya menggunakan ritual yang sudah menjadi tradisi turun - temurun sebagai ungkapan rasa syukur tersebut. Selain itu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pesisir ini juga sebagai doa atau harapan supaya hasil tangkapan ikan berlimpah dan juga mendapatkan keselamatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat Muharram atau Suro. Tradisi petik laut ini merupakan penggabungan dari kearifan lokal dan agama. Dalam tradisi Petik Laut terdapat doa - doa dan pembacaan ayat suci Al -Quran sebelum pada akhirnya sesaji dilarungkan ke laut.
Tradisi dan adat-istiadat yang ada di Indonesia sangatlah beragam, budaya yang ada di indonesia adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus kita lestarikan saat ini karena kehidupan yang menjadi lebih modern sedikit demi sedikit mengikis keberadaan budaya lokal. Dalam Sejarahnya, Indonesia merupakan masyarakat dengan banyak suku dan budaya yang memiliki kearifan lokal yang dilestarikan oleh masyarakatnya. Petik Laut menjadi salah satu tradisi yang ada di indonesia yang saat ini masih dilakukan tepatnya berada di Kecamantan Puger Kabupaten Jember. Masyarakat puger beranggapan bahwa hasil dari alam sekitarnya merupakan sumber daya dan kunci dari kesejahteraan hidupnya. Maka dari itu, hal ini membuat beberapa masyarakat yang tinggal di daerah pesisir memiliki tradisi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih dikarenakan sumber daya alam yang mereka dapatkan dari laut dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masyarakat pesisir biasanya menggunakan ritual yang sudah menjadi tradisi turun - temurun sebagai ungkapan rasa syukur tersebut. Selain itu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pesisir ini juga sebagai doa atau harapan supaya hasil tangkapan ikan berlimpah dan juga mendapatkan keselamatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat Muharram atau Suro. Tradisi petik laut ini merupakan penggabungan dari kearifan lokal dan agama. Dalam tradisi Petik Laut terdapat doa - doa dan pembacaan ayat suci Al -Quran sebelum pada akhirnya sesaji dilarungkan ke laut.
Organisasi merupakan wadah yang terdiri dari sekelompok orang guna mencapai tujuan bersama. Dengan adanya organisasi, pekerjaan-pekerjaan besar bisa diatasi dengan penuh kemudahan, berbeda halnya jika sesuatu yang besar dilakukan dengan seorang diri. Dalam organisasi biasanya ada struktur organisasi seperti Ketua, Sekretaris, Bendahara, Kepala Departemen maupun anggota. Artikel ini bertujuan memberikan informasi tentang tata cara melakukan print pada amplop yang wajib diketahui oleh sekretaris organisasi pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Tutorial tata cara print amplop ini sengaja dibuat untuk dapat menjadi dokumen dan dapat dipelajari bagi siapapun yang membutuhkan, dan hal ini merupakan bagian dari pada pengabdian kepada masyarakat bagi seorang dosen, dimana kewajiban seorang dosen adalah melakukan tridharma perguruan tinggi yaitu melakukan pendidikan pengajaran, melakukan penelitian, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah sharing tutorial di blog pribadi. Perlu diketahui bahwa pada tata cara ini, software yang digunakan adalah Microsoft Office Word 2007 (Ms. Word 2007). Hasil dari sharing turorial ini, tersampaikan kepada 494.819 orang dengan 69 respon yaitu (1) respon ucapan terima kasih sebanyak 60 orang, (2) respon bertanya sebanyak 6 orang, (3) respon mendoakan hal baik sebanyak 1 orang, dan (4) respon curhat sebanyak 2 orang. Jika melihat angka 60 dari 69 orang yang mengucapkan terima kasih pada postingan, maka tingkat keberhasilannya sangat tinggi yaitu 87%.
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan gambaran, pengetahuan dan pemahaman tentang peran orang tua dalam mengembangkan jati diri anak melalui layanan Pos Paud, di Desa Kuala Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara, khususnya perempuan yang berprofesi sebagai guru Paud, Kader Posyandu, dan Ibu rumah tangga. Penyampaian materi fokus pada pentingnya peran orang tua dalam mengembangkan jati diri anak melalui layanan pos Paud. Kegiatan ini menghasilkan tambahan pengetahuan bagi peserta tentang pentingnya peran orang tua dalam menyediakan lingkungan keluarga yang penuh perhatian, pengertian, dan kasih sayang sehingga anak memiliki pandangan yang positif mengenai hal- hal yang melekat pada dirinya. Selain itu orang tua secara bersama-sama dengan layanan Paud lainnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta memberikan kebebasan bereksplorasi kepada anak dan terus berkomunikasi dengan guru dan kader supaya pendidikan anak terpenuni melalui berbagai layanan Paud yang ada di Desa.
Kata Kunci: Peran Orang Tua, Jati Diri anak; Layanan Pos Paud.