SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 201-220 of 242

Analytics

Rahmat Abas

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sumber daya manusia terbesar dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit diduduki oleh tenaga perawat. Perawat yang berkualitas yang ada di rumah sakit diharapkan dapat menghasilkan suatu out put yang maksimal berupa produk atau jasa untuk meningkatkan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan transformasioanl kepala ruangan dengan kinerja perawat di RSUD Otanaha. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara factor-faktor resiko dengan efek dimana variabel tersebut diobservasi sekaligus pada saat yang sama. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 134 responden. Berdasarkan interprestasi koefisien korelasi nilai spearmanrho, maka 0,895 (89,5%) termasuk tingkat hubungan “sangat kuat”. Hasil analisis juga didapatkan nilai p value sebesar 0,000 atau < α 0,01 hasil ini menunjukan bahwa terjadi hubungan yang kuat dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD Otanaha. Gaya kepemimpinan transformasional yang baik ditunjukan oleh sebagian besar kepala ruangan ini memberikan gambaran bahwa kepala ruangan sudah mampu menerapkan bagaimana kepemimpinan yang transformasional. Diharapkan Kepala ruangan agar mampu menerapkan Gaya Kepemimpinan Transformasional di seluruh ruangan rawat inap dalam rangka meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang optimal.    

Yolla Oktavia Pangau; Sabirin B Syukur; Hamna Vonny Lasanuddin

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Hubungan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Interna 3 RSUD Tani Dan Nelayan Kab.Boalemo. Jenis penelitian adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah populasi 116 Orang kemudian di ambil sampel menjadi 54 responden menggunakan rumus Slovin, dengan criteria inklusi dan ekslusi dan alat ukur kuesioner, variable bebas yaitu Asuhan keperawatan dan variable terikat Kepuasan Pasien. Analisis data pada penelitian ini mengguakan uji Chi Square dengan nilai ρ – value sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan signifikan antara Pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien di rang rawat inap interna 3 RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo.

Lestari Puspaningrum Kadir; Sabirin B. Syukur; Fadli Syamsuddin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kepuasan pasien merupakan keadaan dimana pasien mendapat pelayanan, perhatian dan kesehatan sebagaimana yang mereka harapkan. Semakin baik pelayanan yang diberikan maka tingkat kepuasan pasien semaki tinggi dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan dengan segera, tepat dan memuaskan, daya tanggap, jaminan pelayanan, dan fasilitas yang memadai di RSUD Tombulilato. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan secara cross sectional study. Dalam penelitian ini populasi adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tombulilato pada saat dilakukan penelitian. Hasil lima indikator kualitas pelayanan yang diteliti yaitu reliabilitas (41 responden reliabel dan 4 responden yang non reliabel), daya tanggap (tanggap 37 responden dan kurang tanggap 8 responden), jaminan (baik 33 respoden dan kurang baik 12 responden), empati (30 responden empati dan 15 responden kurang empati) dan bukti fisik (baik 38 responden dan kurang baik 7 responden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan ditinjau dari indikator reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik berhubungan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato, sehingga sangat perlu diperhatikan dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan.    

Meylani Pristiwati Sitorus; Dewi Kurnia Putri; Sekani Niriyah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan proses belajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi menuai berbagai macam respon pada mahasiswa, salah satunya adalah stres. Stres yang dialami dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa STIKes Hang Tuah Pekanbaru saat menjalani pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/i program studi sarjana keperawatan yang berjumlah 242 mahasiswa dan dipilih 151 mahasiswa dengan propotionate random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner DASS-42. Hasil penelitian yang dilakukan di STIKes Hang Tuah diketahui bahwa mahasiswa memiliki tingkat stres berat yaitu sebesar 17,2% stres berat dan 11,9% stres sedang, kemudian pada penelitian ini umur rata-rata responden adalah 20 tahun, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, dengan karakteristik responden berdasarkan tempat tinggal, mayoritas responden tinggal dengan orang tua, serta lokasi tempat tinggal mayoritas berada di luar Kota Pekanbaru. Dari hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dengan kondisi tingkat stres sedang dan berat untuk melakukan konsultasi dengan dosen pengampu atau ahli agar dapat beradaptasi dalam menghadapi situasi dan kondisi yang dapat menyebabkan stres.    

Gustin U. Djaini

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara psikologi masalah yang paling sering dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisa adalah Resiliensi. Resiliensi merupakan faktor yang berperan penting bagi individu untuk dapat bertahan dalam mengatasi suatu permasalahan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan Resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional studi. Populasi dan sampel penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialsia sebanyak 32 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa Terdapat hubungan yang bermakna atau signifikan antara ada hubungan mekanisme koping dengan Resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Toto Kabila dengan nilai p value sebesar 0,017 (p value < α 0,05). Disarankan kepada perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien hemodialialisa dapat melakukan intervensi keperawatan yang dapat mekanisme koping dan resiliense

Lilis Hulumudi; Sabirin B. Syukur; Rosmin Ilham

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sebagai tenaga kesehatan, perawat berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan untuk pelayanan spiritual seperti membantu memberikan nasehat agama untuk meningkatkan semangat hidup pasien. Hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan di rumah sakit, dan kebanyakan perawat memperhatikan kondisi fisik saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan studi pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pada bulan Desember yang berjumlah 54 orang. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Uji analisis data yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian uji analisis chi square didapatkan nilai p-value = 0,036 < dari nilai α 0,05 yang artinya ada hubungan antara penerapan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. Kesimpulan penelitian ini, kebutuhan pasien beranekaragam yang salah satunya adalah ibadah. Mendukung ibadah berarti perawat selalu ada untuk membantu atau memfasilitasi pasien dalam beribadah.. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan spiritual dalam kesembuhan.    

Sesly Aladin Tangahu; Firmawati, Firmawati; Sabirin B Syukur

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Halusinasi merupakan suatu persepsi panca indera tanpa adanya stimulus eksternal. Klien dengan halusinasi sering merasakan keadaan/kondisi yang hanya dapat dirasakan olehnya namun tidak dapat dirasakan oleh orang lain (Nurlaili et al., 2019). Terapi Strategi pelaksanaan adalah penerapan standar asuhan keperawatan terjadwal yang diterapkan pada pasien yang bertujuan untuk mengurangi masalah keperawatan jiwa yang ditangani. (Livana et al., 2020). Data awal yang di dapatkan dari administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato pasien rawat inap dengan diagnose skizofrenia mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 sebanyak 23 pasien, tahun 2021 sebanyak 33 pasien sedangkan tahun 2023 pasien sebanyak 56 pasien, dari 56 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum daerah Tombulilato, pasien yang menderita halusinasi pendengaran ada 18 orang. tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis Pengaruh Tindakan Generalis Terhadap Penurunan Frekuensi Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi di Ruang Rawat Inap Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah Tombililato. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap jiwa RSUD Tombulilato selama 2 minggu. penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimental one group (pre test post test) dengan 18 responden. Setelah dilakukan uji wilcoxom didapatkan hasil atau nilai α = 0,000 dimana nilai α lebih rendah dari nilai ρ (0.005) yang artinya terdapat hubungan antara tindakan terapi generalis dengan penurunan frekuensi gangguan persepsi sensori halusinasi di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato Kabupaten Bone Bolango.

Sabirin B. Syukur; Andi Nur Aina Sudirman; Sindi Rafliani Harun

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam proses keperawatan perawat memiliki berbagai peran, salah satunya adalah sebagai advokasi pasien. Advokasi merupakan tindakan profesional perawat untuk melakukan dukungan dan perlindungan kepada pasien.sehingga asuhan keperawatan yang diberikan sesuai dengan prosedur tindakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peran advokasi perawat di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian perawat berjumlah 42 responden dengan jumlah sampel 42 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa perawat yang memiliki kualitas peran advokasi baik berjumlah 35 responden (83,3%) penilaian ini termasuk pada indikator membela hak pasien, mediator antara pasien dengan tenaga kesehatan lain, bertindak atas nama pasien dan melindungi keputusan pasien. Perawat dapat bekerja profesional dan fokus pada perlindungan hak-hak pasien dan keluhan pasien didengar. Diharapkan instansi rumah sakit dapat ,e,berikan seminar atau pelatihan untuk menambah pengetahuan perawat mengenai hak dan kewajiban pasien.  

Ayu Sutraviani Talib; Sabirin B. Syukur; Fadli Syamsudin

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Keselamatan pasien dijadikan prioritas yang utama dalam pelayanan kesehatan dan pelayanan keperawatan sekaligus sebagai aspek paling penting dari manajemen yang berkualitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran perawat dalam keselamatan pasien. Desain penelitian deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 34 perawat yang berada di ruang anak, bedah dan interna. Jumlah sampel sebanyak 34 perawat atau total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perawat dengan kategori baik sebanyak 31 orang, berdasarkan pada dimensi peran perawat care giver sebagian besar baik sebanyak 34 orang, dimensi coordinator sebagian besar baik sebanyak 31 orang dan dari dimensi collaborator sebagian besar baik sebanyak 31 orang. Rata-rata 34 orang perawat melakukan enam (6) goals patient safety. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar peran perawat di RSUD Otanaha berada pada kategori baik dan melakukan enam (6) goals patient safety. Saran diharapkan perawat agar tetap melakukan enam (6) goals patient safety secara jujur demi keselamatn pasien serta untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik.  

Gledis Riskilawati Laboro; Andi Akifa Sudirman; Andi Nur Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan bahan alami sebagai terapi alternatif sangat membantu untuk menekan biaya terapi dan perawatan bagi klien diabetes mellitus. Salah satu jenis terapi yang paling baik dan mudah didapat untuk penderita diabetes mellitus adalah susu kedelai. Tujuan penelitian ini untuk pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar gula pada penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy experimen. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Analisis data menggunakan uji paired sample t test. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan nilai p-value = 0,000 < dari nilai α 0,05, artinya Ha diterima dan H0  ditolak, maka ada pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Kesimpulannya, susu kedelai mengandung protein, isoflavin dan serat yang tinggi yang bermanfaat terhadap penurunan kadar glukosa darah. Saran diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan untuk masyarakat berupa terapi nonfarmakologi yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes mellitus.    

Herna Alifiani; Dedih Nuryatna; Asih Sulastri

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tugas akhir dimana fase atau tahapan yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa di akhir tahun perkuliahan. Mahasiswa secara umum mempresepsikan tugas akhir menjadi fase yang penuh hambatan dan sebagai sumber stress, memberikan dampak kepada kehidupannya sampai dirasakan mengganggu dan mempengaruhi pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan pola tidur pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Program Studi D III Keperawatan Universitas Faletehan. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasi dengan dsain Cross Sectional dengan jumlah sampel 67 responden menggunakan random sampling. Hasil penelitian ini diketahui sebagian kecil responden (37,3%) mengalami tingkat stres ringan dan hampir sebagian besar responden (43,3%) mengalami gangguan pola tidur ringan. Diketahui ada hubungan antara tingkat stress dengan gangguan pola tidur dengan hasil p value (0,031) < (0,05). Artinya terdapat hubungan antara tingkat stres dengan gangguan pola tidur, dimana semakin tinggi tingkat stres seseorang maka akan mengalami gangguan pola tidur yang tinggi juga. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir dapat memanage  waktu sehingga pola tidurnya lebih efektif, dan para dosen pembimbing dapat memberikan revisi dengan tepat waktu serta dapat memotivasi kepada mahasiswa agar lebih semangat untuk menyelesaikan tugas akhirnya.      

Suci Maharani; Didi Kurniawan; Yesi Hasneli N

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mekanisme koping merupakan upaya individu yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan, salah satu permasalahan yang dialami oleh mahasiswa yaitu stres akademik yang dapat berdampak pada stres akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mekanisme koping dengan prestasi akademik pada mahasiswa. Metode: Desain penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 237 mahasiswa dengan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis statistic berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson chi-square. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Pearson chi-square ada hubungan antara mekanisme koping dengan prestasi akademik  diketahui p-value < 0,05 dengan nilai p-value = 0,000 sehingga Ho ditolak. Kesimpulan: Ada hubungan antara mekanisme koping dengan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau.    

Moh. Lutfi Nurfatoni Amirudin; Nabilah Gita Cahyani; Eppy Setiyowati; Vivi Alimatuzzain; Nanda Elvina Firdaus +2 more

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kesehatan merupakan dasar yang harus dimiliki oleh manusia dan faktor yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Merawat kebersihan bagian tubuh yang vital memang tidak selayaknya menjaga kebersihan bagian tubuh yang lain, dan memerlukan perhatian khusus.  Pada bagian tubuh yang penting ini, keringat diproduksi secara berlebihan. Tujuan: meneliti pengetahuan remaja putri terhadap kebersihan alat vital. Metode: jenis kuantitatif dengan desain penelitian Analitik dan pendekatan Cross Sectional. Hasil penelitian: tidak ada hubungan pengetahuan remaja putri terhadap kebersihan alat vital pada mahasiswa semester 3 S1 Keperawatan UNUSA. 16 mahasiswi (44,4%) responden berpengetahuan tinggi, 17 mahasiswi (47,2%) responden berpengetahuan sedang, dan 3 mahasiswi (8,3%) responden berpengetahuan rendah. Kesimpulan: sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik terkait kebersihan alat genitalia.

NURUL LAILI

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Unclean environmental conditions and unhealthy behavior are the causes of the problem of the emergence of infectious diseases. One example of poor clean, healthy living behavior is the lack of awareness in disposing of waste in its place and improper ways of managing household waste. Almost all areas are experiencing difficulties obtaining land as a final disposal site. The government cannot solve the problem of household waste alone. Sentong Village does not correctly manage waste; for example, all waste is burned, and there is no separation between organic and inorganic waste. The purpose of this community service is to increase public awareness by increasing general knowledge about proper waste management and empowering the community to manage waste with the Reduce, Reuse, and Recycle method as one of the appropriate methods in processing household waste. The results of community service activities show that the community is quite enthusiastic when given information about proper waste management; the methods used in these activities are the lecture and discussion methods, then pre-test and post-test are carried out; the community who attended the training were 15 people, and residents agreed to apply the right way of processing waste, starting with the correct way of disposing of waste, namely distinguishing between organic and inorganic waste, so as not to litter in front of the house.

Hartono, Dodik

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan supervisi medis berkelanjutan serta edukasi perawatan secara mandiri, apalagi dalam masa pandemic covid. Pada masa pandemi covid seseorang yang memiliki penyakit bawaan memiliki resiko tinggi untuk lebih cepat tertular penyakit covid dan bisa menyebabkan kematian. Maka dari itu penderita diabetes mellitus perlu melakukan manajemen yang baik untuk menjaga kesehatannya, meskipun tidak datang ke pelayanan Kesehatan. Manajemen diabetes yang dapat dilakukan meliputi kontrol glukosa darah, pola makan, olahraga, minum obat teratur dan perawatan kaki. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan pasien dalam penatalaksanaan diabetes dengan cara manajemen diabetes mellitus. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan cara memberikan konseling manajemen diabetes mellitus kepada pasien saat pelaksanaan posyandu di balai Desa Karangbong. Pemberian edukasi dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan memberikan edukasi secara langsung bersamaan dan secara individu kepada pasien. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 tim dosen dan 5 mahasiswa keperawatan. Hasil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penderita diabetes dapat memahami dan meningkatkan kemampuannya tentang manajemen penatalaksanaan diabetes mellitus secara mandiri, khususnya dimasa pandemi. Pasien diabetes mellitus dapat melakukan melakukan manajemen diabetes mellitus dirumah dengan cara melakukan pengecekan kadar glukosa darah seminggu sekali, selalu melaksanakan aktivitas fisik, menjaga pola makan, minum obat sesuai aturan dan melakukan perawatan kaki setiap hari untuk mencegah terjadinya luka ulkus diabetes.   

Eva susanti; Yuli Agustin

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sekitar 40 % dari jumlah total penduduk Indonesia yang berusia di atas 40 tahun mempunyai keluhan nyeri sendi dan otot. Peserta lansia di Posyandu Lansia Talang Aur Wilayah Kerja Puskesmas Talang Aur Kabupaten Ogan Ilir Palembang adalah Lansia penderita rematik yang mengalami nyeri sendi, dalam mengatasinya masih menggunakan terapi farmakologi. Lansia Belum pernah di ajarkan tindakan kombinasi kompres hangat dan masase. Tujuan dari  pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan tindakan kombinasi kompres hangat dan masase dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia  yang menderita Rematik. Hasil Kegiatan Pemberdayaan Kepada Masyarakat ini, meningkatnya pengetahuan lansia tentang rematik dan penatalaksanaannya., serta mampu melakukan (mendemonstrasikan) tindakan kombinasi kompres hangat dan masase dalam mengurangi nyeri sendi.   Metode pendekatan yang digunakan adalah Edukasi (Penyuluhan), Demonstrasi pemberian kombinasi kompres hangat dan masase dalam mengurangi nyeri sendi. Pelaksanaan PKM ini melibatkan dosen-dosen yang sesuai dengan keilmuan dalam bidangnya yang berpengalaman dalam Keperawatan Medikal bedah.Serta dibantu oleh mahasiswa Keperawatan.          Kata Kunci: Rematik, Nyeri Sendi, Kompres hangat, Masase  

Putri Ayu Dewy Megawati; Anis Prabowo; Ika Kusuma Wardani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang: Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, dan perabaan. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun resume asuhan keperawatan dan mengidentifikasi manfaat terapi menggambar kaligrafi islami untuk mengontrol halusinai pada pasien halusinasi.  Metode Penelitian: Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Subjek yang digunakan dalam penelitian yaitu 3 pasien halusinasi pendengaran. Penelitian ini dilakukan di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Instrument penelitian dalam penelitian ini meliputi alat tulis, format pengkajian asuhan keperawatan, SOP terapi menggambar kaligrafi, lembar observasi pasien, jadwal penelitian dan alat tulis. Hasil: Terapi menggambar kaligrafi islami efektif bermanfaat menurunkan frekuensi halusinasi pada asuhan keperawatan pasien dengan gangguan halusinasi.Kesimpulan: terapi menggambar kaligrafi islami efektif untuk menurunkan atau mengurangi halusinasi pada pasien yang mengalami halusinasi.

Anggarawati, Tuti; Primanto, Rico; Azhari, Nanang Khosim

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang yang mengakibatkan pasien mengalami halusinasi, delusi atau waham, dan perubahan perilaku, dengan gejala psikosis yaitu kondisi dimana pasien kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri. Halusinasi merupakan gangguan orientasi realita yang di tandai dengan seseorang memberikan tanggapan atau penilaian tanpa adanya stimulus yang di terima oleh panca indra, sebagai dampak dari gangguan persepsi seperti merasakan sensor palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghidu. Terapi Psikoreligi dzikir merupakan terapi dengan  pendekatan keagamaan yang dapat menurunkan halusinasi pada klien skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sejumlah 2 orang dengan kriteria beragama Islam, mempunyai tanda dan gejala halusinasi dan sudah menjalani SP 1 dan SP 2. Pengukuran halusinasi menggunakan kuisioner pengukuran halusinasi. Terapi psikoreligi Dzikir dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut. Hasil analisa data didapatkan subjek I mengalami penurunan halusinasi dari skor 35 (kemampuan cukup) menjadi 16 (kemampuan baik), subjek II dari skor 30 (kemampuan cukup) menjadi 13 (kemampuan baik). Hasil studi kasus menyimpulkan terdapat penurunan halusinasi pada klien skizofrenia. Terapi psikoreligi dzikir direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dalam menurunkan halusinasi pada klien skizofrenia karena dapat memberikan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan dan ketentraman jiwa.

Khosim Azhari, Nanang; Difa Labela

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 terdapat sekitar 7 dari 1000 penderita gangguan jiwa berat atau skizofrenia. Salah satu gejala negatif dari skizofrenia adalah isolasi sosial. Isolasi sosial yaitu keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain. Individu yang mengalami isolasi sosial akan menunjukkan perilaku seperti menarik diri, apatis, afek tumpul, dan kurang komunikasi verbal. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat mengurangi tanda dan gejala isolasi sosial yaitu dengan menggunakan strategi pelaksanaan untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi. Tujuan dilakukan studi kasus ini adalah menggambarkan peningkatan kemampuan berinteraksi pasien isolasi sosial sebelum dan sesudah diberikan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek dalam studi kasus menggunakan 2 orang pasien dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial. Penilaian kemampuan berinteraksi diukur dengan menggunakan lembar observasi kemampuan berinteraksi. Hasil studi kasus didapatkan pada Subjek I mendapat skor 0 dan Subjek II mendapat skor 1 sebelum diberikan strategi pelaksanaan. Setelah diberikan strategi pelaksanaan, skor Subjek I menjadi 6 dan Subjek II menjadi 8. Hal ini dapat berarti bahwa strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik dapat meningkatkan kemampuan berinteraksi pasien isolasi sosial. Sehingga pada kasus isolasi sosial lebih baik diberikan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik.

Margiyati, Margiyati; Bahtiar Dwi Cahyo

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Masa remaja merupakan usia rentan karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki banyak idealisme, sehingga banyak remaja mengalami kecemasan dan kegelisahan yang cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dapat menjadi stresor baru bagi remaja karena dituntut untuk beradaptasi dengan permasalahan baru yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang bermanfaat untuk relaksasi sehingga kecemasan dapat menurun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang dipakai dalam studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria remaja usia 10-19 tahun, mengalami kecemasan sedang (10-14), serta dapat mendengar dengan baik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS 42, musik klasik dan pop, serta headphone. Terapi musik dilakukan selama 20 menit dalam 6 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan setelah terapi subyek I mengalami penurunan kecemasan skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 9 (kecemasan ringan) dan Subyek II mengalami penurunan kecemasan dari skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak mengalami cemas). Tingkat kemandirian kedua subyek meningkat dari tingkat kemandirian I menjadi III. Terapi musik disimpulkan menjadi teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan direkomendasikan untuk menurunkan kecemasan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.