Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 201-202 of 202

Analytics

Jumanto, Ema Butsi Prihastari

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasi melalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anak pintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yang berani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolah saat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagian dari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalam mempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdian ini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru Sekolah Dasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumen tersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasan membuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yang didapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertai tanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif

Migunani, Migunani

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Prinsip­prinsip metodologi perancangan perangkat lunak menjadi basis proses rekayasa aplikasi bisnis  telah  banyak  di  terapkan. Dimana  sebuah metodologi merupakan  kerangka  pijakan  utama  dalam perancangan perangkat lunak profesional untuk menghasilkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sebuah organisasi. Tahapan­tahapan dalam membangun sebuah perangkat lunak akan sangat berguna untuk memastikan apakah elemen­elemen proyek pengembangan perangkat lunak telah dikelola dengan baik dan benar. Microsoft Solution Framework  (MSF)  sebagai metodologi  alternatif perancangan  perangkat  lunak menggabungkan  dua  metodologi  yang  berbeda  menjadi  satu  kesatuan  yang  utuh  untuk  menghasilkan sebuah  solusi  perangkat  lunak  yang  lebih  dinamis  dengan  mengadopsi  kelebihan  dari  masing­masing metodologi.  Kedua  metodologi  tersebut  adalah  Waterfall  dan  Spiral.  Metodologi  Waterfall menggambarkan  sebuah  model  proses  yang  statis  dengan  tahapan­tahapan  berlapis  yang menggunakan sebuah milestone sebagai  transisi pada  setiap  tahap perancangan,  sementara metodologi Spiral  (iterative) menerapkan  model  proses  secara  sirkular  tanpa  adanya  cekpoint  atau  milestone.  Namun  kelebihan metodologi spiral adalah mengenai kebutuhan pengembangan secara keberlanjutan dan adanya keterlibatan pemakai dalam pembangunan perangkat  lunak sehingga perangkat  lunak akan selalu berkembang dengan versi dan fitur yang lebih baru.