Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 201-210 of 210

Analytics

Nanik Suhartatik, Rollyana Ajeng Ovihapsany Akhmad Mustofa

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan sumber utama pewarna merah alami. Bit kaya akan karbohidratyang mudah menjadi energi serta zat besi yang membantu darah mengangkut oksigen ke otak. Bit bewarnamerah, warna ini disebabkan oleh gabungan pigmen ungu betasianin dan pigmen kuning betasantin. Salahsatu inovasi pemanfaatan buah bit yaitu pembuatan minuman beralkohol. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui karakteristik kimiawi dan sensori wine buah bit dengan lama fermentasi dan persentase ekstrakbuah bit yang berbeda serta mengetahui tingkat penerimaan buah bit yang dijadikan minuman beralkoholbagi para konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari duafaktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah bit (10, 20, dan, 30%) dan faktor kedua yaitu variasilama fermentasi (8, 11, dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah bit 20%dan lama fermentasi 11 hari paling optimal. Wine buah bit tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut :kadar alkohol 4,82%, padatan terlarut 5,47%, kadar gula reduksi 0,67%, aktivitas antioksidan 48,08%, derajatkeasaman (pH) 4,23, kadar total asam 0,031%, warna merah maroon pekat, rasa yang sedikit pahit, aromaalkohol yang khas dan disukai oleh panelis.Kata kunci: Wine, bit, lama fermentasi

Agus Slamet, Agus Setiyoko

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Perkembangan produk pangan yang berbahan baku tepung terigu telah menghasilkan berbagai macamjenis produk, salah satunya mie basah. Pembuatan mie basah memanfaatkan karakteristik khas dari tepungterigu yaitu kandungan gluten. Karakteristik khas dari tepung terigu tersebut dapat dimodifikasi dengancara heat moisture treatment (HMT) untuk meningkatkan sifat fungsional terigu, supaya dapat diaplikasikansecara meluas pada industri pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pati tepung terigutermodifikasi heat moisture treatment (HMT) dengan karakteristik terbaik yang untuk diaplikasikan padapembuatan produk mie basah, memperoleh formula dan kondisi proses untuk menghasilkan mie basahdan meningkatkan umur simpan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah response surface method (RSM) center compositedesign (CCD) faktorial, yaitu suhu dan waktu perlakuan. Penentuan suhu dan waktu yang optimal diperolehdengan menggunakan optimasi swelling power dan solubility sebagai sifat rheology tepung terigu. Faktorsuhu terdiri dari tiga level (100, 110 dan 1200C) dan waktu (60, 90 dan 120 menit). Setelah memperolehkombinasi perlakuan suhu dan waktu yang optimal, kemudian diaplikasikan dalam pembuatan mie basah.Hasil optimasi menggunakan RSM diperoleh perlakuan suhu 1300C dan lama waktu 90 menit merupakanperlakuan yang optimal. Mie basah hasil substitusi dari tepung terigu alami : tepung terigu modifikasi HMT(50%:50%) menghasilkan kualitas mi basah yang baik, dengan karakteristik sebagai berikut: rendemen177,43%, hardness 163,75 g, tensile strength 0,05 N, nilai (L) 59,40, nilai (a) 59,40, nilai (b) 36,56, umur simpan18 jam pada suhu ruang, serta disukai oleh panelis.Kata kunci: Mie basah, gluten, heat moisture treatment, tepung terigu

Akhmad Mustofa, Hapsari Putri Purwaningtyas, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Daun sirih merupakan tanaman herbal yang banyak tersedia di Indonesia. Daun sirih banyak mengandung minyak atsiri, polifenol, dan flavonoid. Antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga berpotensi sebagai sumber bahan pangan fungsional. Salah satunya dapat dimanfaatkan ekstraknya untuk pembuatan permen jelly. Daun suji ditambahkan sebagai pewarna alami dari permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih dan daun suji yang optimal dalam pembuatan permen jelly. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari permen Jelly yang dihasilkan. Permen jelly yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak daun sirih 1, 3, dan 5% dan faktor kedua konsentrasi ekstrak daun suji 0, 2, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang mempunyai aktivitas antioksidan maksimal dan disukai konsumen adalah konsentrasi ekstrak daun sirih 5% dan konsentrasi ekstrak daun suji 2%. Permen jelly tersebut mempunyai karakteristik : aktivitas antioksidan 90,62%; total fenol 2,23 mg ekuivalen asam galat/100 g; kadar air 18,43%; kadar abu 1,49%; kadar gula total 42,21%; kekenyalan 15,85 mm devision; warna hijau tua (3,07); tekstur kenyal (3,47); rasa sirih sedikit pahit (2,07); dan disukai (2,47).Kata kunci: Permen jelly, daun sirih, daun suji, antioksidan

Linda Kurniawati, Risti Febriani, Kapti Rahayu Kuswanto &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Buah naga merah, jambu biji merah, dan nanas madu merupakan buah-buahan yang kaya akan antioksidan alami dan vitamin C. Buah-buahan tersebut memiliki potensi sebagai bahan selai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama rasio buah naga merah: jambu biji merah:nanas madu (1:2:3, 3:1:2, dan 2:3:1), sedangkan faktor yang kedua kadar gula (50, 55, dan 60%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan selai yang bersifat fungsional yaitu mempunyai aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C yang tinggi serta disukai panelis. Hasil penelitian yang direkomendasikan adalah kombinasi perlakuan rasio buah naga merah:jambu biji merah:nanas madu 3:1:2 dan penambahan gula 55%. Karakteristik selai yang direkomendasikan adalah: aktivitas antioksidan 71,34%; kadar vitamin C 82,67 mg/100g; kadar air 29,74% b/b; kadar gula 63,24% b/v; kadar pektin 1,45% b/b; kadar padatan tak terlarut 8,53% b/b. Selai yang paling baik menunjukkan warna merah; aroma buah yang dominan buah jambu biji merah; dan tekstur mudah dioles.Kata kunci: Antioksidan, buah naga, jambu biji, nanas madu, selai, vitamin C

Linda Kurniawati, Lisa Rosalia, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Masyarakat Indonesia lebih suka mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan karena dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tanaman sumber antioksidan salah satunya bunga rosela. Pigmen antosianin dalam rosela juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam makanan dan minuman. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah mengolah bunga rosela menjadi nata. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formulasi nata de rosela yang memiliki aktivitas antioksidan maksimal, berkualitas, dan disukai konsumen, serta mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori nata de rosela dengan variasi lama ekstraksi dan berat bunga rosela. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu lama ekstraksi (5, 10, 15, dan 20 menit) dan berat bunga rosela (5, 10, dan 15 gram). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan berat bunga rosela 15 gram dengan lama ekstraksi 5 menit menghasilkan nata de rosela yang mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi. Karakteristik nata de rosala tersebut adalah sebagai berikut: kadar air 87,94%; kadar abu 0,03%; kadar serat 2,06%; kadar gula yang dimanfaatkan dalam proses fermentasi 91,61%; aktivitas antioksidan 23,88%; ketebalan nata 0,96 cm, berat nata 1075 gram, tekstur 28,95 mm/g, cairan sisa fermentasi 30 ml, dan warna nata de rosela yaitu berwarna merah muda (2,27). Kata Kunci: nata de rosela, bunga rosela, berat bunga rosela, lama ekstraksi ABSTRACTIndonesian people were more likely to consume foods that contain antioxidants because

Wibisono, Setyawan

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Dalam sistem informasi akademik, operator sistem adalah pengguna yang tidak mempunyai latar belakang pengetahuan query yang cukup. Sehingga kebutuhan pengguna adalah kemudahan memperoleh informasi akademik dengan menggunakan bahasa alami yaitu bahasa Indonesia. Program aplikasi pengolah bahasa alami untuk query basisdata akademik dengan format data XML adalah program aplikasi berbasis NLP (Natural Language Processing). Digunakan oleh staf administrasi akademik untuk membantu pekerjaan pencarian data dalam format XML yang berkaitan dengan data akademik mahasiswa dalam basisdata akademik tanpa harus menggunakan bahasa SQL, tetapi menggunakan bahasa Indonesia. Masukan program aplikasi ini berupa sebuah kalimat tanya atau kalimat perintah dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan produksi. Kalimat yang dimasukkan, akan dipilah kata yang bermakna (token) dan kata yang tidak bermakna. Token akan dibandingkan dengan aturan produksi, daftar atribut dan kondisi, untuk mendapatkan field yang dimaksudkan dalam kalimat. Dari kumpulan token akan dikonstruksikan sesuai dengan aturan produksi pembentuk kalimat untuk diterjemahkan dalam XQuery pengakses basisdata XML, sehingga menghasilkan keluaran tabel yang sesuai dengan pertanyaan atau perintah. Dari sistem yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa implementasi dengan berbasis Natural Language Processing dapat digunakan sebagai alternatif dalam merancang sebuah sistem pengakses basisdata, tetapi tidak dengan menggunakan bahasa SQL. Keunggulan dari aplikasi pengolah bahasa alami ini adalah mampu menjawab query bahasa Indonesia dari implementasi 7 aturan produksi yang telah ditetapkan dengan tampilan berbentuk tabel.   Kata kunci : natural language processing, query bahasa Indonesia, token, XML, XQuery, aturan produksi

Wismarini, Th. Dwiati; Santoso, Dwi Budi; Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Tanaman obat (TO) adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. TO sebagai Obat Tradisional (OT) ini masih banyak digunakan oleh masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan dari masa ke masa,  OT ini mengalami perkembangan yang semakin meningkat, terlebih dengan munculnya isu kembali ke alam (back to nature) serta krisis yang berkepanjangan dan telah diakui juga bahwa OT dari TO tersebut  memiliki efek samping relatif kecil dibandingkan obat modern, meski tetap perlu diperhatikan bila ditinjau dari kepastian bahan aktif dan konsistensinya yang belum terjamin terutama untuk penggunaannya secara rutin. Bentuk dari kearifan budaya khususnya bagi masyarakat yang melestarikan pengobatan alami, TO perlulah didata dan didokumentasikan dengan tujuan agar berbagai manfaat TO dapat semakin banyak teridentifikasi dan secepatnya diimplementasikan kepada masyarakat. Dalam penelitian ini dihasilkan sebuah Elektronik Ensiklopedia Tanaman Herba (EETH) berbasis WEB yang merupakan salah satu upaya mendokumentasikan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang berbagai tanaman yang berkhasiat obat. EETH ini dapat menyajikan informasi secara online mengenai berbagai macam tanaman yang berkhasiat obat/tanaman herba yang dapat membantu user dalam menambah pengetahuan mereka mengenaiTO, terutama TO yang tumbuh di sekitar lingkungan rumah dan cara pengolahan TO agar menjadi obat yang berkhasiat   Kata Kunci : Tanaman, Obat, Penyembuhan, Penyakit, Ensiklopedia

Wibisono, Setyawan

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Saat ini Perda Provinsi Jawa Tengah didokumentasikan dalam bahasa alami yaitu bahasaIndonesia tanpa memiliki format maupun aturan tertentu. Format XML menjadi format yang cocok sebagaistruktur standar dokumen Perda Provinsi Jawa Tengah karena XML merupakan standar penulisan dokumenyang dapat memisahkan struktur dan isi dari dokumen.Program aplikasi pengelolaan Perda Provinsi Jawa Tengah ini adalah program aplikasi yangdigunakan untuk membuat basisdata dalam format data XML. Dengan menggunakan program aplikasi ini,maka pengguna yang akan memanfaatkan basisdata Perda Provinsi Jawa Tengah tidak perlu lagi untukmembuat basisdata dengan format XML.Proses yang dilakukan oleh aplikasi ini adalah  menerima input data Perda Provinsi Jawa Tengah.Data-data tersebut ditransferkan ke dalam variabel-variabel yang ditentukan.  Dari isi variabel tersebut akandisusun ke dalam format XML dengan memperhatikan dan menggunakan XPath dari data Perda ProvinsiJawa Tengah diperlukan suatu proses untuk menyesuaikan format XML ke dalam bahasa SQL. Untukdapat dilakukan penyimpanan ke dalam tabel, maka format penyimpanan menggunakan XQuery.Kemudian dengan perintah XQuery tersebut, maka data dapat tersimpan dalam tabel dalam format XML.Untuk proses penampilan data, yang dilakukan adalah dengan mengambil data dalam formatXML. Untuk dapat mengambil data dalam format XML, maka diperlukan kembali untuk memisahkan dataXML menjadi beberapa data. Hal ini disebabkan data dalam format XML hanya menggunakan satu kolomsaja dalam satu tabel. Sehingga dari data satu kolom tersebut, dipisahkan menjadi beberapa data denganmenggunakan prinsip XPath yang sesuai dengan Perda Provinsi Jawa Tengah. Data yang sudah pisahkanakan ditampilkan dalam bentuk tabel pada form tampilan.

Hartati, Sri; Zuliarso, Eri

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Telah dikembangkan sebuah aplikasi pengolah bahasa alami untuk melakukan query basisdataXML. Data yang tersimpan dalam basisdata XML berupa bibliografi koleksi perpustakaan.  Bahasa alamiyang diproses untuk query merupakan bahasa Indonesia sehari-hari yang mengikuti pola kalimat tertentusesuai dengan tata bahasa Indonesia.Query basisdata XML dilakukan setelah aplikasi ini menerima masukan berupa kalimat bahasaIndonesia yang sederhana. Kalimat ini mengikuti pola aturan produksi yang telah ditetapkan dan mengikutitatabahasa Indonesia.   Setelah proses penginputan kalimat bahasa alami selesai, dilakukan proses analisisleksikal, sintaks, parsing, dan  semantiks untuk verifikasi bahasa alami yang masuk. Hasil yang benar akanditerjemahkan menjadi XQuery sebagai suatu perintah untuk melakukan query pada basisdata XML.Perintah ini kemudian akan diproses untuk menghasilkan keluaran hasil operasi query tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pengolahan bahasa alami melakukan query padabasisdata XML dengan benar, dan memberi kemudahan bagi user untuk melakukan operasi pencarianinformasi bibliografi.

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Sidik jari manusia ini merupakan bukti materi yang amat penting. Akurasi dalam melakukanidentifikasi bergantung pada reliabilitas ciri yang diambil dari citra sidik jari. Pada penelitian ini untukmenghasilkan ciri-ciri sidik jari digunakan metode pendekatan karakteristik fraktal. Pendekatan fraktaldipilih didasari pada pertimbangan bahwa struktur garis-garis sidik jari bersifat alami dan tidak teratur, danfraktal dikenal sebagai metode yang sangat cocok untuk keadaan alami dan tidak teratur tersebut. Adapuntahapan dalam mengolah data sidik jari  pada penelitian ini adalah akuisisi citra, preprocessing, ekstraksiciri, dan pencocokan. Akuisisi citra adalah tahap yang diawali dengan menangkap / mengambil gambarsidik jari dengan menggunakan scanner. Citra sidik jari yang diolah adalah citra grayscale dengan 256tingkat keabuan dan memiliki dimensi 320 x 320 pixel, dengan kerapatan gambar 300 dpi. Tahapanpreprocessing meliputi beberapa tahapan yaitu: normalisasi orientasi, segmentasi, perbaikan citra(enhancement), ekstraksi bukit dan penipisan. Ekstraksi ciri merupakan proses untuk menghasilkan cirisidik jari, yaitu dengan menggunakan metode fraktal (kode fraktal, dimensi fraktal dan derajatkekosongan). Pencocokan adalah proses untuk identifikasi sidik jari. Sistem pengolahan citra sidik jariyang telah dibuat untuk mendapatkan ekstraksi ciri ini telah dapat menentukan hasil identifikasi sidik jaridengan menghasilkan tiga ciri fraktal yaitu kode fraktal, dimensi fraktal dan derajat kekosongan.