Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 181-200 of 228

Analytics

Wasalmi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Masyarakat adalah kumpulan banyak individu, kecil besar, yang terikat satuan, adat, ritus atau hukum khas, dan hidup bersama. Al-Qur’an mengandung ajaran yang konprehensif, universal dan menyentuh semua kehidupan umat manusia. Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hukum-hukum dalam beribadah mahdhah saja, tetapi mu’amalah juga yaitu mulai dari interaksi sesama manusia, bagaiamana cara untuk mendamaikan antara sesame manusia, bahkan seruan untuk selalu mengajak sesama kepada jalan yang benar, dan masih banyak lagi lainnya yang berhubungan dengan masyarakat. Terdapat ayat-ayat dalam al-Qur’an yang telah membahas persoalan ini, salah satunya adalah QS.Ali Imron dan al-Hujurat.   

Wa Ode Rizka Fauzia Ali

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Rohingya adalah warga muslim di wilayah Frontier Mayu, saat ini Buthidaung dan kota-kota Maungdaw Arakan (Rakhine), sebuah provinsi terpencil di bagian barat negara itu dimana termasuk di dalamnya seluruh Naaf Sungai sebagai batas dari Bangladesh. Arakan pernah menjadi kerajaan yang independen sebelum ditaklukkan oleh Burma di 1784. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi umat Islam Rohingya, hal-hal apa saja yang melatarbelakangi muslim Rohingya diusir dari wilayahnya sendiri dan bagaiama solusi dalam mengatasi masalah yang dihadapi muslim Rohingya.

Abdul Gani Jamora Nasution; Hasny Delaila Siregar; Nepri Handayani Siregar; Nina Aldila Berutu

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Peristiwa Isra' Mi'raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram pada malam hari, dan dibawa oleh malaikat Jibril ke Sidaratul Muta untuk menghadap Allah SWT secara langsung dan tanpa halangan apapun, dengan tujuan untuk mendapatkan perintah dari Allah SWT. Allah SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu. Waktu siang dan malam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberikan informasi tentang isra' mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam buku SKI di MI, bagaimana masyarakat menyikapi peristiwa tersebut, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari isra' mi'raj ini. kejadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa peristiwa Isra' Mi'raj adalah umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat fardu lima waktu. Hikmah dari peristiwa ini adalah sebagai berikut: Orang sukses harus melalui perjuangan yang berat. Selain itu, beliau memerintahkan beliau untuk melaksanakan shalat dengan tujuan mencegah umat Islam dari perbuatan tercela di dunia dan akhirat.    

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Lauransius Lande; Thomas Ehe Tukan; Agnes Angi Dian Winey; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis untuk meningkatkan pastisipasi umat dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalu studi ini para katekis  diharapkan  dapat  menyadari  dan  menghayati  peran  mereka  sebagai seorang katekis dan menjadi contoh kehidupan menggereja. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya peran katekis dalam pelayanan pastoral di stasi yang jauh dan jarang mendapat pelayanan pastoral. partisipasi atau keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja adalah hal yang penting dalam sebuah Gereja stasi, namun kenyataannya semua kegiatan peribadatan dan kegiatan-kegiatan gerejani lainnya tidak dilaksanakan karena minimnya pengetahuan umat terhadap hal-hal demikian. Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi topik, profil informan, wawancara dengan informan, pemetaan masalah, analisis pastoral, refkleksi teologis, dan perencanaan pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran katekis untuk meningkatkan partisipasi  umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu,   masih sangat kurang, kunjungan rutin dilakukan  ketika ada mahasiswa  yang  berpraktek  pastoral.  Penyebabnya  ialah faktor pekerjaan sehingga tidak cukup waktu, kesibukan dalam keluarga, sarana prasarana transportasi, jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah dan melewati jalan perusahaan. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah merupakan salah satu stasi yang mesti mendapat perhatian khusus karena pengetahuan yang soal keagamaan yang masih rendah dan kurang mendapat pelayanan pastoral. Umat sangat membutuhkan pelayanan berupa pengajaran, pembinaan dan pelayanan berbagai peribadatan.

Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama “Misi Meratus”. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah, Stasi Bernadus Ka’ar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari  1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat Ka’ar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya, Gereja Ka’ar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat Ka’ar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat Ka’ar seluruhnya. Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat Ka’ar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia.

Simon Sabtaria Putram Juliet; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tulisan ini mengulas hasil penelitian kami tentang bagaimana peran orang tua dalam bina lanjut iman anak pasca komuni pertama di Stasi Santa Clara Bana-Narui, Paroki Santo Santa Theresia Lisieux Saripoi Keuskupan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santa Clara Bana-Narui, pada Mei 2022. Total Informan 18 orang, yang terdiri atas 8 orang tua, 8 anak, ketua umat dan Pastor Paroki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua tetap memperhatikan pembinaan iman anak setelah komuni pertama walaupun tidak maksimal. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman orang tua tentang makna Ekaristi untuk pertumbuhan iman anak. Menyikapi kenyataan ini, maka perlu dilaksanakan katekese keluarga tentang ekarsiti terutama bagi keluarga yang anaknya menerima komuni pertama. 

Bunga Kristihartini; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Klenteng merupakan tempat ibadah bagi orang-orang Tionghoa yang memeluk agama Buddha, Taoisme, dan Konghucu, yaitu sebagai sarana bagi mereka untuk melakukan peribadatan/komunikasi dengan Tuhan, Dewa- dewi, serta roh para leluhur mereka. Bangunan kelenteng termasuk dalam bangunan Arsitektur Cina, sehingga dalam tatanan bentuk bangunannya masih mempergunakan kaidah feng shui. Konsep feng shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang yang menerapkan tatanan ini mendapatkan keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam. Kaitannya dengan bangunan Klenteng adalah mengenai penataan, pemilihan warna, bentuk, serta ornamentasi. Dalam penelitian ini akan mengkaji arsitektur Feng shui pada Klenteng Tiao Kak Sie serta makna ornamentasi yang ada pada klenteng ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metodologi observasi lapangan dan literatur, Analisa hasil-hasil temuan, serta interpretasi. Dari hasil analis maka dapat disimpulkan bahwa Klenteng Tiao Kak Sie adalah bangunan tradisional cina, dimana dari bentuk bangunan masih mempertahankan bentuk asli. Terdapat beberapa elemen penting dalam bangunan seperti halaman depan, altar dewa, impluvium, jangkar raksasa, serta cetiya. Elemen-elemen pada bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai simbolis religious bagi umat budha tionghoa serta bukti sejarah bagi masyarakat Cirebon.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Firdaus Piga Leo

Catholic youth are the heart of the Church, nation and state. The existence of a church will be determined by the young people in it. Likewise with the pastoral ministry of the Catholic Church, which requires young people to become drivers and motors to contribute talents and talents for the development of the people. Non-catechist religious teachers play an important role in proclaiming the Catholic faith through more concrete witness to life, education and teaching. The lack of involvement of young Catholics in the pastoral care of the Church is a big question that deserves to be investigated and resolved. This study focuses on young Catholics in Parish of Keluarga Kudus, Banjarmasin Cathedral. Young Catholics who are less active are also caused by many factors that must be studied one by one. This study aims to highlight the role and activity of young Catholics in the Holy Family Parish, Banjarmasin Cathedral and review their role in catechesis efforts among the people.

Firdaus Piga Leo

Catholic youth are the heart of the Church, nation and state. The existence of a church will be determined by the young people in it. Likewise with the pastoral ministry of the Catholic Church, which requires young people to become drivers and motors to contribute talents and talents for the development of the people. Non-catechist religious teachers play an important role in proclaiming the Catholic faith through more concrete witness to life, education and teaching. The lack of involvement of young Catholics in the pastoral care of the Church is a big question that deserves to be investigated and resolved. This study focuses on young Catholics in Parish of Keluarga Kudus, Banjarmasin Cathedral. Young Catholics who are less active are also caused by many factors that must be studied one by one. This study aims to highlight the role and activity of young Catholics in the Holy Family Parish, Banjarmasin Cathedral and review their role in catechesis efforts among the people.

Rari Marliani; Romanus Romas; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui misi Gereja dalam meningkatkan pendidikan iman umat. Penelitian ini   diangkat berdasarkan fenomena yang tampak di lapangan yakni Gereja sudah melaksanakan misi perutusan untuk meningkatkan pendidikan iman umat seperti katekese, dan pendampingan pastoral. Namun, fenomena yang terjadi masih ada keterbatasan dalam pemahaman dan ketidaktahuan umat akan fungsi dan peranannya dalam tugas menggereja, kurang memahami setiap seruan-seruang gereja untuk meningkatkan pendidikan iman,  dan kualitas ekonomi lemah.  Hal ini masih terjadi karena lemahnya kualitas pendidikan iman dan pendidikan formal umat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles and Huberman yang terbagi atas tiga tahap yaitu reduksi data, pengajian data dan penarikan kesimpulan. Simpulan dari penelitian ini ialah Gereja telah melaksanakan misi pendidikan iman umat. Namun, pada kenyataannya pendidikan iman umat  masih lemah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti lemahnya tingkat pendidikan formal umat, lemahnya ekonomi keluarga, dan pengaruh masyarakat sekitar, sehingga hal ini berdampak bagi perkembangan dan kemajuan Gereja. Harapan dari hasil penelitian ini adalah dapat memberi kontribusi bagi Gereja khususnya Paroki Santa Maria Immaculata Wayun Palu Rejo dalam penanganan pastoral pendidikan iman umat.

Yosena Yosena; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro dalam kehidupan menggereja dan untuk menemukan akar permasalahan mengenai umat yang kurang militan dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Penelitian ini diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa umat kurang semangat dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Stasi Santa Katarina Olung Muro Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Informan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 1 Ketua umat dan 9 umat. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro sangat kurang karena kurangnya katekese, pembinaan dan pendampingan dari tenaga pastoral (katekis). Harapan yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan militansi iman umat Katolik dalam kehidupan menggereja yaitu diadakannya pendampingan, pembinaan dan katekese dari tenaga pastoral khususnya kepada umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro.

Theresia Mega; Fransiskus Janu Hamu; Romanus Romas; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini dilatarbelakangi dari keprihatinan penulis terhadap permasalahan yang ada yakni khotbah yang belum dapat memenuhi harapan dan kebutuhan umat, sebagian khotbah yang disampaikan tidak sesuai konteks yang mengakibatkan umat tidak memahami isi khotbah yang didengarkan, pertumbuhan iman umat menjadi terhambat tidak berakar karena pengetahuan umat tentang Sabda Allah itu kurang mendalam. Pertanyaan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran khotbah yang selama ini berlangsung di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peran khotbah selama ini dalam menumbuhkan iman umat beriman di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Studi ini juga bertujuan untuk dapat menjadi pedoman bagi siapa saja yang terpanggil untuk menjadi penyambung Lidah Allah.

Ismayati HS; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karunia keberanian meninggalkan iman awal dan menjadi seorang Katolik umat di Stasi Santa Maria Sepang Kota dan untuk mengetahui alasan seorang non Katolik berpindah agama menjadi umat Katolik. Melalui Studi ini diharapkan umat Katolik dapat ikut serta aktif dalam kegiatan menggereja dan juga bisa menjadi motivasi bagi setiap orang Katolik yang baru masuk menjadi umat Katolik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021 distasi Santa Maria Sepang Kota Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun. Informan berjumlah 8 orang yang terdiri dari 7 umat dan 1 Pastor Paroki. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Lisa Lisa; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran katekese dalam meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Santo Petrus Tumbang Kunyi. Penelitian ini diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa umat kurang terlibat aktif dalam kegiatan menggereja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif   kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  di  stasi  Santo  Petrus  Tumbang Kunyi,  Paroki  St.  Klemens  Puruk  Cahu. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari 1 Pastor Paroki dan 7 umat. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Hurbeman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Mariyane Mariyane; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   ekonomi   keluarga Katolik  terhadap  kehidupan  menggereja.  Fenomena  yang  terjadi  pada  umat dewasa ini, bahwa tugas sebagai anggota Gereja di tengah usaha menyejahterakan keluarga belum sepenuhnya dilaksanakan. Melalui studi ini diharapkan agar keluarga Katolik dapat menyadari tugasnya sebagai anggota Gereja di tengah- tengah usaha menyejahterakan hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan  pada bulan  Mei  di  Rantau Pulut.  Informan dalam  penelitian  ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari satu Pastor Paroki, dua katekis dan sembilan keluarga Katolik dengan tingkat ekonomi tinggi, sedang dan rendah. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Ali, Bayu Maulana; Agrosamdhyo, Raden; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Zakat sebagai instrument pembangunan perekonomian dan pengentasan kemiskinan umat didaerah. Memiliki banyak keunggulan dibandingkan instrument fiskal konvesional yang kini telah ada. Oleh karena itu, dalam rangka penyaluran dana zakat sebagai sebuah kekuatan ekonomi masyarakat, maka keberadaan institusi zakat sebagai lembaga publik yang ada di masyarakat menjadi amat sangat penting. Adapun fokus dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi penyaluran dana ZIS program sosial di Laznas Dewan Da’wah Provinsi Bali? 2) Bagaimana penyaluran dana ZIS program sosial di Laznas Dewan Da’wah Provinsi Bali? Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui strategi penyaluran dana ZIS program sosial di Laznas Dewan Da’wah Provinsi Bali. 2) Untuk mengetahui penyaluran dana ZIS program sosial di Laznas Dewan Da’wah Provinsi Bali. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Untuk menentukan informan, peneliti memilih informan yang mengerti tentang fokus dari penelitian ini. Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian kualitatif antara lain, analisis data sebelum di lapangan dan analisis data di lapangan model Miles and Huberman yang berisi data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verification (kesimpulan). Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Strategi yang diterapkan dalam penyaluran dana ZIS program sosial Laznas menggunakan tahapan survei, konfirmasi, pemberian dana dan monitoring. 2) penyaluran dana dari program sosial melalui beberapa sub-program agar dapat menjangkau lebih banyak yang membutuhkan.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.