Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 181-186 of 186

Analytics

haqqi, halifa; Dipokusumo, GPH

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

To encourage political participation, good political education is needed. Political education can target young people as agents of change that have much influence in political development. Therefore, it is important to provide political education in strengthening the political participation of Indonesian youth. This program aims to provide Political Education in Strengthening Youth Political Participation. The service program was held in a four-month time series, from January to April 2019. The socialization activities had been held in Mandan, Sukoharjo Regency on Saturday, April 21, 2019 for one day, attended by 34 young people. The method used in program was socialization and active discussions, and providing motivation for the participants, which was previously preceded by participant assessment activities. The socialization activity lasted for one day. The core material of socialization consists of (1) political introduction; (2) the importance of political participation; (3) youth's ideal actions in political participation. The members of this program were Youth Organization of Mandan , Sukoharjo. Through this program, it can be beneficial for: (1) youth and the general public, to get a picture of political education and positive political participation; (2) for regions, can develop regional potential, regional promotion, and regional development; (3) for tertiary institutions, as fulfillment of the Tri Dharma element of Higher Education. Keywords: Mandan, political education, youth.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian ini membahas orang muda dapat menjadi pioneer dalam dialog interreligius. Hal ini dapat menjadi dialog interreligius yang khas. Fokus penelitian ialah relasi antara Orang Muda Katolik (OMK) dengan teman-teman Muslimnya. OMK terpanggil untuk dialog ini karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Saat ini media sosial banyak memberitakan isu intoleransi yang menimbulkan prasangka diantara agama dan dapat membahayakan keberagaman Indonesia. Sejarah mencatat bahwa gerakan para pemuda Bangsa Indonesia dalam keragamannya dapat bersatu dan peduli pada persatuan bangsa. Peristiwa seperti Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Gerekan Reformasi tahun 1998 menjadi kepedulian pemuda Indonesia yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini ialah menelusuri cara pandang iman Kristen untuk relasi OMK dalam dialog interreligius. Anjuran Apostolik Christus Vivit dapat meneguhkan pertemanan OMK dengan cara pandang inklusif dalam dialog interreligius. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi berdasarkan pengalaman berpastoral dengan anak muda. Penelitian ini memberikan sumbangan sederhana pada tingkat akar rumput masyarakat yaitu dialog interreligius orang muda. Temuan penelitian ini ialah OMK memandang teman Muslimnya bukan semata-mata sebagai teman tetapi sebagai saudara, menurut pemikiran Kristin-awanama dari Karl Rahner.

Damayanti, Christy; Murdani, Andika Drajat

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The digital age encourages the flow of information to move quickly and shift the pattern of international relations. This has influenced the development of the total diplomacy scheme in supporting the achievement of Indonesia's diplomacy goals. In this program, we take international relations students of Slamet Riyadi University as activity partners.International Relations students should be able to engage in total diplomacy positively. They will be provided with digital intelligence according to the positive character of the nation is needed, so that they are able to contribute in growing Indonesia's positive image in the international eyes. This community service program would like to support Indonesia's efforts to collaborate digital media in a total diplomacy scheme with student youth agents, through "Strengthening Youth Digital Intelligence as a Form of Its Contribution to Indonesian Total Diplomacy." They were given socialization, training and assistance in creating content related to diplomacy. The series of activities lasted for six months, starting from the exploration to the distribution of video content made by them which was adjusted to the Indonesian diplomacy mission. Keyword : digital intelligence, Indonesia, total diplomacy, youth

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Marjam Desma Rahadhini, Lamidi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada para anggota karang taruna Sinoman Rejosari Bersatu (SiRestu) dukuh Rejosari, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil tema: ”MENCIPTAKAN PRODUK INOVATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KAIN BAGI KARANG TARUNA SIRESTU, DUKUH REJOSARI, DESA TERAS, KECAMATAN TERAS, KABUPATEN BOYOLALI”. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1. Membuka wawasan bagi anak-anak muda Sirestu agar mampu membaca peluang yang ada di sekitarnya, 2. Meningkatnya pengetahuan bagi anggota Sirestu dalam memanfaatkan limbah kain dari pabrik/industri, yang bisa diberdayakan menjadi produk yang bernilai jual tinggi, 3. Meningkatnya pengetahuan dari anggota Sirestu tentang aneka macam produk yang dapat dihasilkan dari limbah kain, 4. Kegiatan ini dapat berlanjut, sehingga organisasi karang taruna Sirestu bisa lebih berdaya guna karena adanya kemitraan dengan tim pengabdian dari Unisri. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pemilihan obyek pengabdian kepada masyarakat dengan memperhatikan peluang yang ada yaitu limbah kain dari indutri yang demikian banyak, tetapi masyarakat (pemuda) belum ada yang tertarik, 2. Penyampaian materi Penyuluhan tentang bagaimana menghasilkan produk inovatif yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan limbah kain, 3. Penyampaian materi tentang bagaimana cara-cara pemasaran produk inovatif tersebut, 4. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal setiap peserta tentang limbah kain. Setelah penyuluhan selesai dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang menciptakan produk inovatif dengan memanfaatkan limbah kain.Kata kunci: produk inovatif, limbah kain

Sari, Widi Rahmah

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran media sosial sebagai media pembelajaran dalam prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surkarta tahun ajaran 2016/2017. 2) Untuk menanggulangi dampak yang terjadi terhadap perubahan prestasi belajar siswa dalam penggunaan media sosial di lingkungan MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017. 3) Untuk mengetahui dampak yang terjadi terhadap perubahan civic virtue dalam membentuk prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 yang beralamat Jl. Sumpah Pemuda No. 25 kode pos 57136 Surakarta dalam waktu 3 bulan mulai Desember 2016 – Februari 2017.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif ini adalah Wakil Kepala Sekolah bgagian kesiswaan, Guru PPKn dan siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data primer dan skunder tentang efektifitas pengintegrasian pengaruh media sosial dan civic virtue terhadap prestasi belajar PPKn. Teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “Key Informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan Pintu” kepada peneliti dalam melakukan wawancara. Setelah itu, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskritif. Jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dan meluas lagi dan di ambil sehinga dapat diambil kesimpulan kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Sebelum melakukan penelitian terhadap narasumber, peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPA 3 dengan jumlah siswa 74 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Media Sosial dapat digunakan sebagai media dalam proses belajar mengajar dan membawa dampak yang dominan terhadap perubahan prestasi belajar siswa. 2) pengaruh Media Sosial terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn dengan menggabungkan civic virtue di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikan siswa yang berprestasi yang bisa membanggakan orang tua dan sebagai penerus bangsa saat ini.Kata Kunci : Media Sosial, Civic Vircue, Mata Pelajaran PPKn.Â