Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 181-186 of 186

Analytics

Jihan Delhi Romansya

Jurnal Visi Manajemen 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan di Hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan tamu. Dalam penelitian ini dibatasi pada kualitas pelayanan terhadap peningkatan kepuasan tamu. Karena kualitas pelayanan yang lebih ditingkatkan maka tamu pun juga merasakan kepuasan dan kepuasan tamu pun juga lebih meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan analisis kualitas pelayanan sebagai upaya meningkatkan kepuasan tamu di hotel louis kienne pandanaran di kota semarang. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian bermetode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan memperoleh data dan fakta yang diperlukan, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan responden sebanyak 15 orang, dengan rincian 10 responden tamu, 1 responden human resource department, 1 waiter, 1 housekepper, 1 receptionist, 1 chef. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 1. Dalam melakukan peranannya yaitu sebagai karyawan Hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang mereka sudah cukup baik dalam mengerjakan pekerjaan sesuai dengan department mereka dan mereka sudah memberikan pelayanan yang prima dan kinerja yang baik dalam melayani tamu hotel, 2. Ada beberapa karyawan yang masih bingung terhadap job desk nya dan masih belum bekerja  secara maksimal untuk melayani tamu, 3. Kekompakan dan koordinasi karyawan dalam bekerja sama dalam bertugas mempunyai pengauh penting terhadap pelayanan dan kepuasan yang diberikan kepada tamu.

M. Harry Mulya Zein; Sisca Septiani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study evaluates the quality of local government public services in fire disaster management. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on interviews, observation, and documentation techniques for data analysis. The results identified a shortage of firefighting equipment and a significant reliance on the sub-district as the primary coordinator with the DPKPB. Despite rapid response efforts from the subdistrict government, more public education on fire prevention and handling still needs to be done. The main challenges are inhibiting factors such as natural conditions, lack of public awareness, and lack of infrastructure. This research suggests improved equipment provision, more effective community outreach, infrastructure development, and coordination between agencies and communities to quickly and efficiently respond to fire emergencies.    

Pujiyanto

Jurnal Visi Manajemen 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis adanya Manajemen Kasitif dan signifikan Kualitas Pelayanan service excelent terhadap kinerja Perusahaan PT Bank Perkreditan Rakyat Restu Klepu Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan bersama-sama ada Manajemen Kasitif Makmur, sudah sesuai dengan misi yaitu mengetahui Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya dalam pelayanan ditujukan untuk memasarkan produkproduk, dan memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Dalam menjalankan budaya kerja yang meliputi pelayanan prima, inovasi, keteladanan, professionalisme, Integritas, dan kerjasama sudah sesuai dengan SOP dan budaya kerja yang diterapkan dan diharapkan di BPR Restu Klepu Makmur. Para karyawan dalam memberikan pelayanan kepada nasabah juga sudah memperhatikan dan menerapkan strategi 5s, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Kemudian saat melayani juga selalu memberikan edukasi produk, pelayanan, perhitungan margin, bagi hasil sampai manfaat perbankan. Penulis menyimpulkan bahwa manajemen pelayanan prima (service excellence) di BPR Restu Klepu Makmur, 80% sesuai dengan SOP yang ada.

Ema Hidayati; Sumarwanto; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Tingkat kesibukan yang tinggi dan problematika kehidupan sehari-hari membuat wanita menjadi merasa tertekan yang berujung menjadi stress. Keadaan yang seperti itu yang membuat mereka perlu melakukan kegiatan yang dapat membuat santai, segar dan siap untuk kembali melakukan kegiatan sehari-hari. Hal yang umumnya dilakukan antara lain beristirahat, berolahraga, mencari hiburan seperti berkumpul dengan teman-teman terdekat, dan melakukan perawatan diri, sehingga hasil akhirnya mereka menjadi prima, cantik, dan bugar serta siap kembali pada kesibukan aktifitasnya sehari-hari. Perancangan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita di Semarang yang dapat mewadahi kebutuhan sebagai gaya hidup wanita zaman modern menyediakan pelayanan berupa perawatan tubuh, kecantikan dan kebugaran untuk mendapatkan kesehatan yang menyeluruh bagi tubuh, pikiran, dan jiwa dengan memperhatikan tingkat privasi yang tinggi. Konsep arsitektur yang dipergunakan Perancangan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita adalah bangunan yang direncanakan menggunakan konsep arsitektur modern dengan menampilkan bentuk bangunan yang sederhana sesuai dengan fungsi bangunan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Sari, Siska Diana

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Medical aesthetic tourismberkembang pesat beberapa tahun terakhir. Kajian terhadap perlindungan hukumnya perlu diperdalam agar tren ini dapat memberikan rasa aman bagi pelakunya. Tujuan artikel ini untuk mengkaji dan menganalisis Perlindungan Hukum medical aesthetic tourism. Jenis penelitian ini termasuk penelitian doktrinal yang mengacu pada sumber data primer, sekunder dan tersier, dengan teknis analisis data interaktif. Hasil kajian menunjukkan perlindungan hukum medical aesthetic tourism terkait pada standarisasi pelayanan medik, standar keamanan produk, asuransi, litigasi risiko medik selama tindakan dan perawatan.  Perlindungan hukum ini dikaji dengan perspektif Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta hukum internasional yang terkait.Ulasan literatur naratif ini berfokus pada masalah perlindungan hukum wisatawan yang mendapatkan perawatan medical aesthetic tourism di luar negeriKata Kunci : Perlindungan Hukum, Medical Aesthetic, TourismABSTRACTMedical Aesthetic Tourism shows significant growth in recent years. A study on its law protection should be conducted more in-depth to enable this trend to give the feeling of secure to its actors. This article aimed to study and to analyze Law Protection of Medical Aesthetic Tourism. This study was a doctrinal research referring to primary, secondary and tertiary data sources, with interactive technique of analyzing data.  The result showed the Law Protection of Medical Aesthetic Tourism related to medical service standardization, product security standard, insurance, medical risk litigation during action and treatment. This law protection is studied from the perspective of Pancasila and Republic of Indonesia’s 1945 Constitution, and related international law. This narrative literature review focused on the problem of law protection for the tourists getting Medical Aesthetic Tourism treatment abroad.

Tabrani, Tabrani; Raharjo, Teguh Budi

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to determine the application of e-SPT, the level of understanding of taxation, service quality, and awareness of taxpayers simultaneously and partially affect the compliance of corporate taxpayers in reporting such as KPP Pratama Tegal. Data collection methods used are questionnaires. The population of this study was 4,245 respondents while the sample taken in this study amounted to 100 respondents. The data analysis method used is multiple linear regression analysis along with the classic assumption test, hypothesis testing.  The test results show that 1) the implementation of e-SPT, the level of understanding of taxation, service quality, and awareness of taxpayers simultaneously on corporate taxpayer compliance in reporting such as at KPP Pratama Tegal. 2) The application of e-SPT partially influences the corporate taxpayer compliance in reporting such as at KPP Pratama Tegal. 3) The level of understanding of taxation partially does not affect the compliance of taxpayers in reporting such as in KPP Pratama Tegal. 4) Quality of Service partially affects taxpayer compliance at KPP Pratama Tegal. 5) Taxpayer awareness partially does not affect the corporate taxpayer compliance in reporting such as in Tegal Primary Tax Office. The coefficient of determination, obtained R2 value of 0.359 or 35.9%. It can be interpreted that 35.9% of corporate taxpayer compliance in this model is influenced by the application of e-SPT variables, the level of understanding of taxation, service quality, and awareness of taxpayers, while the remaining 64.1% is influenced by other factors outside this research.