Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Pangesti, Mey Tri Widya; Ardianto, Brian; Pungkasanti, Prind Triajeng

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat ketimpangan yang cukup tinggi, terutama di perkotaan. Data BPS Semester 2 Tahun 2024 menunjukkan rasio ketimpangan di perkotaan sebesar 0.392 dan di pedesaan 0.364, yang disebabkan oleh pembangunan wilayah yang belum merata. Pemerataan pembangunan menjadi fokus utama dalam RPJMN 2025–2045 menuju Indonesia Emas 2045, dengan "Pembangunan Kewilayahan" sebagai agenda ke-6 dari 8 agenda pembangunan, dengan tujuan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan pembangunan. Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota dengan tantangan pembangunan yang beragam. Untuk mencapai keadilan pembangunan, daerah tertinggal perlu diprioritaskan. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi daerah prioritas pembangunan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Entropy untuk pembobotan kriteria dan TOPSIS (Technique for Order by Similarity to Ideal Solution)  untuk penentuan prioritas. Kriteria yang digunakan meliputi aspek pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, seperti Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Pengeluaran per Kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Persentase Penduduk Miskin, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), serta Gini Ratio (rasio ketimpangan ). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Pemalang, Wonosobo, dan Banjarnegara merupakan daerah prioritas pembangunan. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk mendukung pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.

Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Penelitian klasifikasi kematangan buah mangga dilakukan guna memberikan pendekatan yang terbaik terhadap perubahan kematangan berdasarkan warna kulit buah. Klasifikasi kematangan diawali dengan pemrosesan pemeraman dan perubahan warna. Berikutnya dilakukan akuisisi data dengan menggunakan kamera digital, untuk setiap obyek pengamatan (sebagai obyek pelatihan). Pengambilan data keseluruhan selama periode pemeraman kemudian akan diperhitungkan kembali hingga diperoleh data rata-rata untuk sejumlah obyek citra pelatihan, dan berdasarkan data ini kemudian akan diolah untuk memperoleh range dan interval terhadap kategori kelas, yaitu mentah, matang dan masak. Kemudian data ini diolah dengan menggunakan pendekatan metode statistika yaitu korelasi untuk mengamati warna yang paling memiliki kedekatan terhadap pengaruh pemeraman. Kemudian nilai regresi akan mengukur tingkat kedekatan pengaruh hari terhadap perubahan warna. Data ini akan digunakan untuk melakukan klasifikasi umur pemeraman dan data interval kelas akan digunakan untuk klasifikasi kategori kelas.