Publication Search

80,206 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Ardiansyah, Reza; Roidah, Ida Syamsu; Syah, Mirza Andrian

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Produksi padi di Indonesia, termasuk Kabupaten Sidoarjo, menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi produksi padi secara spasial di Kabupaten Sidoarjo dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan meliputi analisis spasial untuk menggambarkan sebaran luas baku sawah, tanam, panen, irigasi, dan produktivitas di tingkat kecamatan, serta analisis deskriptif untuk menafsirkan hasil pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan sistem irigasi teknis dan luas baku sawah yang masih terjaga, seperti Kecamatan Tarik, Sukodono, dan Wonoayu, memiliki produktivitas yang relatif tinggi. Pemetaan spasial berbasis SIG terbukti efektif dalam mengidentifikasi wilayah potensial yang mendukung pengelolaan produksi padi secara lebih terarah. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan SIG sebagai alat strategis dalam perencanaan pertanian dan pengambilan kebijakan yang berbasis data spasial untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.

Wismarini, Dwiati; Sunardi, -; Anis, Yunus

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Klasifikasi sebagai aktivitas ilmiah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan, meringkas dan menyederhanakan data ke dalam suatu format yang diinginkan, apabila diterapkan untuk klasifikasi data, merupakan proses yang dapat menemukan properti-properti yang sama dalam himpunan obyek pada sebuah basisdata dan kemudian terklasifikasi menjadi kelas-kelas berbeda menurut model klasifikasi tertentu. Pada data raster dan vektor klasifikasi spasial merupakan pemetaan suatu besaran dari berbagai interval (domain) tertentu pada interval-interval lain berdasarkan batas-batas ataupun kategori yang telah ditentukan. Sedangkan kenampakan dari metode klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan warna dan simbol. Berbantuan Sistem Informasi Geografis dan penerapan suatu metode klasifikasi spasial, pembangunan dan penyajian informasi Kelas pada data spasial bagi data indikator banjir dapatlah dilakukan sehingga informasi tersebut akan dapat menjadi lebih informatif. Melalui penelitian ini, metode klasifikasi spasial berbentuk reclassify vector, dicoba untuk diterapkan dengan menggunakan rumus Sturges dalam penentuan jumlah kelas dan rumus Kingma dalam pembuatan interval kelasnya. Sehingga hasil akhirnya akan terbentuk pemodelan spasial baru berupa peta digital yang dapat menyajikan informasi secara spasial kelas-kelas pada data indikator banjir.     Kata kunci : Klasifikasi Spasial,  data spasial,  peta digital, data indikator banjir

Wismarini, Dwiati; Khristianto, Teguh

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Perkembangan Aplikasi SIG tidak hanya secara jumlah namun hingga keanekaragaman jenis aplikasinya juga. Sedangkan pengembangan aplikasi SIG selanjutnya pun mengarah pada aplikasi berbasis WEB, yang lebih dikenal dengan nama WebGIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan aplikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Web-GIS merupakan gabungan antara design grafis pemetaan, peta digital dengan analisa geografis, pemrograman komputer, dan sebuah database yang saling terhubung menjadi satu bagian web design dan web pemetaan. Kebutuhan akan keberadaan serta penyediaan data dan informasi yang lengkap, akurat, cepat dan juga dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya pengelolaan dan pengoptimalan potensi dan pendayagunaan sumber daya wilayah daerah pada kabupaten Grobogan yang mendukung peluang daerah kabupaten Grobogan bagi pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya wilayah tersebut, terutama bagi Matapencaharian penduduk desa, selain juga mendorong minat para calon investor dalam memilih dan memutuskan pilihan berinvestasi, maka dipandang perlu adanya sebuah apikasi SIG berbasis WEB tersebut. Sedangkan Pemodelan Aplikasi berbasis WebGIS untuk Informasi dan data Geospasial Potensi dan Pendayagunaan sumber daya wilayah pada kabupaten Grobogan sebagai upaya pengembangan mata pencaharian penduduk desa, yang dihasilkan dalam penelitian ini, dimaksudkan adalah dalam rangka dapat mendokumentasi, merepresentasi data geospasial potensi dan pendayagunaan sumber daya wilayah kabupaten Grobogan secara komprehensif, sehingga dapat bermanfaat untuk mendistribusi dan mengambil data dan informasi secara online bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan dalam pengambilan keputusan.   Kata kunci : Pemodelan Aplikasi, Sumber Daya Wilayah, Mata Pencaharian, WebGIS

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tata kelola TI atau IT (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakan pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat ini proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi IT Governance ini dibuat guna meningkatkan kinerja TI layanan akademik yang ada di UNISBANK, dimana aktivitas layanan akademik tersebut menjadi tanggung jawab kerja suatu biro yang bernama BAAK dan pengadaan dan pengelolaan TI yang ada  menjadi tanggung jawab suatu divisi yaitu P2ICT. Perancangan IT Governance dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) versi 4.0, Dalam penelitian ini hanya dibahas 2 domain dari 4 domain yang ada di COBIT dengan pembahasan dibatasi pada tingkat control process saja, tidak membahas aktivitas-aktivitas yang terdapat di setiap control process. Domain yang dipilih dalam penelitian ini untuk dibuatkan rekomendasi pengelolaan TI adalah domain Deliver and Support (DS), Monitor and Evaluate (ME). Dari pemetaan model maturity tersebut diperoleh bahwa tingkat maturity untuk DS mendidik dan melatih users berada pada level maturity 4 (diatur), sementara untuk DS mengelola data berada pada tingkat maturity 3 (ditetapkan), Domain untuk Monitor dan evaluasi kinerja TI berada tingkat maturity 3 (ditetapkan). Berdasarkan pemetaan maturity tersebut dirancang rekomendasi IT Governance untuk masing-masing control process agar tingkat maturity dari masing-masing control process tersebut bisa lebih baik. Berdasarkan visi, misi, tantangan masa depan, dan tingginya harapan manajemen UNISBANK terhadap proses IT COBIT, dapat disimpulkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan UNISBANK setidaknya tingkat maturity pengelolaan IT yang dilakukan harus berada pada tingkat 4 – diatur (managed) dimana proses di monitor dan diukur manggunakan indikator tertentu.

Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi tidak hanya menangani peta atau gambar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan menangani database dalam volume besar. Konsep database merupakan pusat dari SIG dan merupakan perbedaan utama antara SIG dan sistem drafting sederhana atau sistem pemetaan komputer yang hanya dapat memproduksi keluaran berupa grafik yang baik. Pengembangan Database Sistem Informasi yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial , dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan.