Publication Search

66,676 articles from 552 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Dani, Rama; Megawaty, Dyah Ayu

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

As a vocational education institution, SMK Swadhipa 1 Natar is required to provide adequate facilities to support the development of its students' technical and practical skills. Although some facilities are already available, student complaints remain regarding the condition, availability, and utilization of these services, particularly those related to information technology.This study aims to analyze the level of student satisfaction with information technology services at SMK Swadhipa 1 Natar using a combination of Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) methods. The study was conducted through a quantitative approach by distributing questionnaires to 100 respondents selected using stratified random sampling techniques. The data collected were analyzed to determine the overall satisfaction score and identify factors of information technology services that were a priority for improvement. The results of the CSI analysis showed that the level of student satisfaction with school information technology services was in the good category, with an average score of 82%. Furthermore, the results of the IPA analysis revealed that information technology services such as computer services in the school lab, wifi networks, and school websites consisting of school exam applications, student registration applications and information about the school on the website were in the top priority quadrant because they had a high level of importance but their performance was still low. Based on these results, it can be concluded that although in general students stated that they were quite satisfied with the information technology services available, there were several important aspects, especially technology-based information technology services, that needed more attention from the school. Thus, recommendations for improving technological infrastructure and periodic evaluation of educational information technology services can help SMK Swadhipa 1 Natar in improving the quality of educational services and student satisfaction. 

Salsadilah, Nadya; Maharani, Dewi; Rahayu, Elly

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk menghasilkan, membeli, atau menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis dapat dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan besar, atau usaha kecil. Di suatu dunia bisnis, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah piranti yang dipakai untuk mengatasi suatu proses, operasional, evaluasi, serta teknologi dan informasi. Usaha  bisnis  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  ringan  snack dijalankan  dengan  modal usaha  berskala  kecil  ialah  pelaku  bisnis  berskala  rumah  tangga  yang  mempunyai  kesempatan sangat  bagus  untuk  berkembang  dengan  pesat  dengan  keterbatasan  yang dimiliki  seperti  SDM, skill,  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengelolaan  bidang  managementyang  seadanya Penelitian ini dilakukan di Teha Coffee Corner, sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tebing Kisaran, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211. Kedai ini didirikan pada Maret 2021 oleh Thierry Henry, tepat di tengah masa pandemi COVID-19. Supply Chain Management (SCM) adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, retailer, distributor, pergudangan, transportasi dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebuah model rantai pasokan sederhana terdiri dari empat komponen yaitu supplier, produsen, gudang atau pusat distribusi dan pengguna akhir. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, Teha Coffee Corner mulai menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku dan pencatatan transaksi. Saat ini, pencatatan masih dilakukan secara manual, baik dalam menghitung jumlah stok maupun dalam mencatat transaksi harian. Setiap akhir operasional atau saat closing, Dengan adopsi sistem E-SCM, aliran informasi dan data pembelian antara Teha Coffee Corner dan pemasok menjadi lebih efisien. Ini menghasilkan kejelasan dan ketepatan dalam transaksi pembelian, yang berkontribusi pada menghindari kesalahan dan mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman toko.

Wibisono, Setyawan; ., Saeffurrohman

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Apa yang dimaksud dengan Expert System atau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan sistem pakar, adalah suatu aplikasi komputer yang memiliki knowledge, experience dan judgmen of skilled proffesionals. Expert system (selanjutnya disebut ES) akan memberi saran- saran keputusan dan kadang-kadang dapat juga memberikan alasan-alasan terhadap rekomendasi yuag diberikannya. Aplikasi ES yang ada saat ini, meliputi mulai aplikasi yang kompleks sampai aplikasi yang relatif sederhana. Di dalam ES, akan digunakan specialized symbolic reasonic untuk menyelesaikan rnasalah yang sulit secara baik. Dengan kata lain ES akan : 1. Menggunakan spesialized knowledge tentang permasalahan secara partikular (seperti geologikal analisis, konfigurasi komputer) daripada pengetahuan calculation. 2. Menggunakan symbolic reasonic daripada numerical calculation 3. Melakukan tindakan dalam tingkatan yang lebih baik daripada non-expert humans. Aplikasi-aplikasi tersebut digunakan oleh pengguna (user) yang tidak expert (non-expert) untuk mendapatkan rekomendasi atau saran-saran tentang permasalahan yang dihadapi. ES juga digunakan oleh para ahli sebagai knowledge assistant. Dan diharapkan, suatu aplikasi ES dapat memberikan fungsi yang lebih baik dari seseorang human expert dalam pemberian keputusan (udgments making) dalam suatu permasalahan yang spesifik.