Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Profiliana, Herra; Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2022 Universitas Stikubank

Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin diminati oleh banyak individu karena beberapa faktor menarik. Salah satunya adalah stabilitas pendapatan yang menawarkan keamanan finansial bagi PNS dan keluarganya. PNS juga menawarkan jaminan pensiun yang menarik, memungkinkan mereka pensiun dengan martabat dan keuangan yang terjamin. Namun, daya tarik utama PNS juga mencakup tanggung jawab mereka sebagai abdi masyarakat. Mereka harus memberikan pelayanan yang adil kepada warga masyarakat dengan efektif, efisien, produktif, dan profesional sesuai dengan peran mereka. Untuk mencapai tujuan ini, organisasi PNS memerlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Di Kabupaten Grobogan, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) memiliki peran penting dalam menjalankan evaluasi kinerja PNS secara rutin setiap tahun. Evaluasi ini melibatkan berbagai aspek, termasuk Surat Keputusan Penilaian (SKP), tingkat pendidikan, kompetensi, dan disiplin pegawai. Hasil evaluasi mengklasifikasikan PNS menjadi tiga klaster: berkualitas baik (24%), cukup (30%), dan perlu perbaikan (16%). Pendekatan evaluasi komprehensif ini membantu BKPPD memastikan PNS di Kabupaten Grobogan tetap menjaga dan meningkatkan tingkat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Migunani, Migunani

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Prinsip­prinsip metodologi perancangan perangkat lunak menjadi basis proses rekayasa aplikasi bisnis  telah  banyak  di  terapkan. Dimana  sebuah metodologi merupakan  kerangka  pijakan  utama  dalam perancangan perangkat lunak profesional untuk menghasilkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sebuah organisasi. Tahapan­tahapan dalam membangun sebuah perangkat lunak akan sangat berguna untuk memastikan apakah elemen­elemen proyek pengembangan perangkat lunak telah dikelola dengan baik dan benar. Microsoft Solution Framework  (MSF)  sebagai metodologi  alternatif perancangan  perangkat  lunak menggabungkan  dua  metodologi  yang  berbeda  menjadi  satu  kesatuan  yang  utuh  untuk  menghasilkan sebuah  solusi  perangkat  lunak  yang  lebih  dinamis  dengan  mengadopsi  kelebihan  dari  masing­masing metodologi.  Kedua  metodologi  tersebut  adalah  Waterfall  dan  Spiral.  Metodologi  Waterfall menggambarkan  sebuah  model  proses  yang  statis  dengan  tahapan­tahapan  berlapis  yang menggunakan sebuah milestone sebagai  transisi pada  setiap  tahap perancangan,  sementara metodologi Spiral  (iterative) menerapkan  model  proses  secara  sirkular  tanpa  adanya  cekpoint  atau  milestone.  Namun  kelebihan metodologi spiral adalah mengenai kebutuhan pengembangan secara keberlanjutan dan adanya keterlibatan pemakai dalam pembangunan perangkat  lunak sehingga perangkat  lunak akan selalu berkembang dengan versi dan fitur yang lebih baru.