Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Sobirin, Muhammad Hamdan; Suryono, Ryan Randy

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Website Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan wujud digitalisasi layanan publik yang membutuhkan tata kelola Teknologi Informasi (TI) yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan tata kelola TI menggunakan framework COBIT 5 serta menilai keamanan dan performa sistem. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan audit pada 13 proses dari lima domain COBIT 5. Pengujian keamanan dilakukan menggunakan Nessus Scanner, sedangkan Apache JMeter digunakan untuk mengukur performa sistem. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat kematangan sebesar 3,6 dengan selisih (gap) 1,4 dari target level 5 (Optimized). Domain MEA02 memiliki gap tertinggi sebesar 2,1, menunjukkan kurangnya pengawasan internal. Pemindaian keamanan tidak menemukan celah dengan risiko tinggi, namun semua temuan berada pada kategori Informational. Dari sisi performa, halaman Home memiliki waktu respons tertinggi sebesar 22.683 ms dan throughput hanya 2,1 permintaan/detik, jauh di bawah standar pembanding. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun sistem telah berjalan cukup baik, masih diperlukan perbaikan dalam aspek pengawasan, keamanan, dan performa agar layanan PTSP dapat berjalan lebih optimal dan stabil.

Widjaja, Stephanus

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Pusat data menjadi tempat sekaligus aset penting organisasi. Demikian pula rencana pengelolaan keberlanjutan (kontinuitas) sangat penting untuk menjaga organisasi tetap dapat menjalankan proses bisnisnya ketika terjadi bencana pada pusat data atau infrastruktur teknologinya. Evaluasi tata kelola menjadi suatu hal yang penting dan harus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan pusat data dan kesiapan rencana pengelolaan keberlanjutan (kontinuitas) suatu organisasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi menentukan area fokus evaluasi, menyusun instrumen evaluasi (interview, kuesioner dan test sistem), pelaksanaan evaluasi, pengolahan hasil evaluasi, analisa gap dan penyusunan strategi perbaikan. Tingkat kematangan saat ini berada pada level 3. Tingkat kematangan yang diharapkan berada pada level 5, kecuali untuk komponen informasi dan komponen budaya, etika dan perilaku berada pada level 4. Strategi perbaikan dirumuskan bertahap untuk strategi perbaikan dari level 3 ke level 4 dan strategi perbaikan dari level 4 ke level 5. Perumusan strategi perbaikan disusun berdasarkan tujuh komponen sistem tata kelola dengan urutan prioritas berdasarkan hasil analisa gap.

Hasibuan, Mentari; Hamidah, Khoirunnisa; Ridha, Azhari Ali

Dinamik 2023 Universitas Stikubank

Pengalaman pengguna yang baik dalam aplikasi mobile menjadi faktor kunci dalam keberhasilan sebuah platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis User Experience (UX) aplikasi SOCO by Sociolla yang merupakan aplikasi di bidang kecantikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking untuk menganalisis kebutuhan pengguna dalam menggunakan aplikasi SOCO by Sociolla. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang membutuhkan perbaikan ataupun peningkatan. Hasil analisis menujukkan ada beberapa masalah yang harus diperbaiki dari mulai bahasa, tata letak, kekonsistenan tampilan dan yang lainnya. Dari masalah-masalah yang ditemukan dibuatlah desain baru yang diujikan kepada reponden dan mendapatkan hasil yang baik dari perancangan ulang yang baru terhadap aplikasi SOCO by Sociolla.

Profiliana, Herra; Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2022 Universitas Stikubank

Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin diminati oleh banyak individu karena beberapa faktor menarik. Salah satunya adalah stabilitas pendapatan yang menawarkan keamanan finansial bagi PNS dan keluarganya. PNS juga menawarkan jaminan pensiun yang menarik, memungkinkan mereka pensiun dengan martabat dan keuangan yang terjamin. Namun, daya tarik utama PNS juga mencakup tanggung jawab mereka sebagai abdi masyarakat. Mereka harus memberikan pelayanan yang adil kepada warga masyarakat dengan efektif, efisien, produktif, dan profesional sesuai dengan peran mereka. Untuk mencapai tujuan ini, organisasi PNS memerlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Di Kabupaten Grobogan, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) memiliki peran penting dalam menjalankan evaluasi kinerja PNS secara rutin setiap tahun. Evaluasi ini melibatkan berbagai aspek, termasuk Surat Keputusan Penilaian (SKP), tingkat pendidikan, kompetensi, dan disiplin pegawai. Hasil evaluasi mengklasifikasikan PNS menjadi tiga klaster: berkualitas baik (24%), cukup (30%), dan perlu perbaikan (16%). Pendekatan evaluasi komprehensif ini membantu BKPPD memastikan PNS di Kabupaten Grobogan tetap menjaga dan meningkatkan tingkat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Utomo, Agus Prasetyo; Murti, Hari

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Visi misi tahun 2020 untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia membutuhkan upaya nyatadari jajaran manajemen Universitas Stikubank untuk mewujudkanya, oleh karena itu perludiciptakan suatu kerjasama dari semua tingkat manajemen, dan stakeholder yang ada. Modelmanajemen kualitas Malcolm Baldrige Education Criteria for Performance Excellence(MBCfPE) mempunyai konsep dan prosedur yang menetapkan petunjuk dan kriteria yangmembantu perusahaan dalam mengevaluasi aktivitas perbaikan kualitas. Melalui pengukurankinerja dengan model MBCfPE ini, Universitas akan bisa melihat tingkat pencapaian di dalamproses menuju perguruan tinggi kelas dunia. Pengembangan sebuah model pre assessment bagiUniversitas diharapkan dapat membantu memberikan sebuah gambaran awal sejauh manakesiapan Universitas dalam menerapkan manajemen kinerja kelas dunia. Hasil olah datamenunjukkan bahwa manajemen kinerja Universitas secara umum hasilnya cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai score sebesar 668,55 dari skala 1000. Nilai ini menunjukkan bahwa upayayang dilakukan oleh manajemen Universitas untuk memberikan jaminan mutu pada masyarakatsudah cukup baik. Skor tersebut juga menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola yang dilakukanUniversitas cukup sistematis, efektif, dan responsive. Hasil-hasil yang mengacu padapersyaratan-persyaratan mahasiswa dan stakeholder lainya, pasar, dan proses operasional,menunjukkan kinerja dan keunggulan yang baik. Untuk perbaikan kinerja Universitas perludibuat solusi khusus untuk implementasi peningkatan kinerja dari tiap-tiap kategori yangdirasakan kurang nilainya. Sementara itu untuk kategori yang nilainya sudah cukup baik masihperlu untuk terus ditingkatkan. Universitas perlu membangun sistem manajemen kinerja yanglebih baik kedepanya agar visi misi dan tujuan-tujuan strategis dimasa yang akan datang bisatercapai secara efektif dan eisien.

Hartono, Budi; Lusiana, Veronica

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penelitian ini membahas bagaimana pengaruh perbaikan kontras citra menggunakan metode ekualisasi histogram (HE) dan ekualisasi histogram adaptif (AHE) pada hasil pencarian citra. Kedua metode ini merupakan bagian dari pra-proses citra. Proses ekstraksi fitur citra menggunakan fitur tekstur: mean, deviasi standar, entropi, energy, kontras, dan homogenitas. Pencarian citra dikerjakan dengan cara mencari fitur citra terdekat yang dimiliki oleh citra query dan data citra dengan menghitung jarak Euclidean. Hasil percobaan menggunakan 30 buah citra query dan 80 buah data citra menunjukan bahwa perenggangan kontras menggunakan metode ekualisasi histogram adaptif (AHE) memberikan hasil pencarian citra sedikit lebih baik yaitu 53,33%, dibandingkan dengan metode ekualisasi histogram (HE) yaitu 46,67%.).

Hartono, Budi; Lusiana, Veronica

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Citra dengan kualitas yang lebih baik akan memudahkan proses pengolahan selanjutnya. Penelitian ini akan melakukan analisa kinerja dua buah teknik yaitu ekualisasi histogram adaptif (Adaptive Histogram Equalization, AHE) dan perenggangan kontras (Contrast Stretching, CS). Kedua teknik ini dapat meningkatkan kualitas atau memperjelas objek pada citra. Teknik CS merupakan proses perbaikan citra melalui operasi titik sedangkan AHE melalui operasi spasial. Pada teknik AHE akan menggunakan 3 ukuran blok (sub-image) yaitu 2x2, 8x8, dan 16x16 piksel. Citra uji dalam format JPEG dengan ukuran bervariasi sebanyak 12 buah memiliki kualitas tampilan yang berbeda-beda. Citra uji memiliki sebuah atau beberapa objek yang tampak jelas atau tidak begitu jelas. Variasi tingkat keredupan, kecerahan, tekstur pada latar belakang dan tekstur pada objek dapat digunakan sebagai parameter pengujian perbaikan kualitas citra. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih metode perbaikan kualitas citra untuk praproses pengolahan citra. Hasil ekualisasi histogram adaptif belum dapat dikatakan lebih baik dari perenggangan kontras, atau sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kondisi atau komposisi citra asli. Pada ekualisasi histogram adaptif, ukuran blok (sub-image) 2x2 dapat digunakan untuk proses perbaikan kualitas citra dan semakin besar ukuran blok (> 8x8 piksel) mengakibatkan objek menjadi semakin terdistorsi.   Kata kunci: perbaikan kualitas citra, ekualisasi histogram adaptif, perenggangan kontras

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Sidik jari manusia ini merupakan bukti materi yang amat penting. Akurasi dalam melakukanidentifikasi bergantung pada reliabilitas ciri yang diambil dari citra sidik jari. Pada penelitian ini untukmenghasilkan ciri-ciri sidik jari digunakan metode pendekatan karakteristik fraktal. Pendekatan fraktaldipilih didasari pada pertimbangan bahwa struktur garis-garis sidik jari bersifat alami dan tidak teratur, danfraktal dikenal sebagai metode yang sangat cocok untuk keadaan alami dan tidak teratur tersebut. Adapuntahapan dalam mengolah data sidik jari  pada penelitian ini adalah akuisisi citra, preprocessing, ekstraksiciri, dan pencocokan. Akuisisi citra adalah tahap yang diawali dengan menangkap / mengambil gambarsidik jari dengan menggunakan scanner. Citra sidik jari yang diolah adalah citra grayscale dengan 256tingkat keabuan dan memiliki dimensi 320 x 320 pixel, dengan kerapatan gambar 300 dpi. Tahapanpreprocessing meliputi beberapa tahapan yaitu: normalisasi orientasi, segmentasi, perbaikan citra(enhancement), ekstraksi bukit dan penipisan. Ekstraksi ciri merupakan proses untuk menghasilkan cirisidik jari, yaitu dengan menggunakan metode fraktal (kode fraktal, dimensi fraktal dan derajatkekosongan). Pencocokan adalah proses untuk identifikasi sidik jari. Sistem pengolahan citra sidik jariyang telah dibuat untuk mendapatkan ekstraksi ciri ini telah dapat menentukan hasil identifikasi sidik jaridengan menghasilkan tiga ciri fraktal yaitu kode fraktal, dimensi fraktal dan derajat kekosongan.

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Perkembangan zaman yang semakin pesat mendorong keinginan manusia untuk mendapatkan informasi yang akurat menjadi sangat penting.  Dengan informasi  yang akurat, akan sangat membantu manusia menentukan kebijakan dalam banyak bidang pekerjaan. Namun demikian, untuk mendapat informasi secara akurat terhambat oleh banyak faktor, di antaranya kekurangakuratan dari hasil pada pembacaan suatu citra. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang jelasnya gambar citra awan hasil pencitraan satelit cuaca. Oleh sebab itu, Makalah ini bertujuan menemukan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk membantu penyelesaian tersebut, yaitu dengan mengunakan teknologi pengolahan citra digital. Teknologi pengolahan citra digital foto satelit cuaca berdasarkan perbaikan kualitas citra. Langkah-langkah pengolahan citra yang dilakukan pertama,  pengambilan data citra satelit dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang;  kedua, pemakaian teknologi program yang meliputi pengambilan citra satelit,  pemotongan citra satelit, interpolasi citra

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Komputer hanyalah sebuah mesin yang dapat mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya. Komputer tidak “burn-out” tetapi “wear-out” baik oleh cara penggunaan manusia yang salah ataupun oleh ketahanan komponen yang memang hanya memiliki kemampuan yang terbatas. Masalah yang ditimbulkan oleh komputer kadangkala merupakan masalah kecil yang tidak memerlukan tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai komputer. Untuk menyelesaikan hal itu, mungkin bisa diselesaikan olehseorang yang mempunyai pengetahuan sangat dasar tentang komputer. Tetapi kadangkala masalah-masalah tersebut juga membutuhkan tingkat kemampuan yang tinggi tentang komputer dan komponen-komponen sehingga memerlukan seorang teknisi khusus untuk perbaikannya. Program ini akan membantu dalammenyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan troubleshooting atau penyelesaian masalah perangkat keras (hardware) komputer secara cepat.

Utomo, Agus Prasetyo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Teknologi informasi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi perusahaan untuk membantu aktivitas-aktivitas yang ada di dalam perusahaan. Banyak cara yang bisa dilakukanperusahaan untuk menerapkan teknologi informasi yaitu, membeli, membangun sendiri, atau menyerahkan ke pihak lain untuk pengembangannya. Penerapan teknologi informasi melalui pengolahan data secara elektronis (Electronic Data Processing/EDP) mau tidak mau akan memberikan dampak terhadap prosesauditing dan sekaligus proses pengendalian intern perusahaan. Untuk memastikan bahwa pengendalian intern dalam proses pengolahan data secara elektronik (electronic data processing/EDP) telah dilakukan dengan baik dan benar maka perusahaan harus menjalankan fungsi audit terhadat sistem tersebut. Fungsiaudit dilakukan oleh seorang Auditor, baik itu Auditor internal maupun Auditor eksternal. Di dalam melakukan kegiatan audit, seorang auditor sudah memiliki standard kerja sendiri, dengan harapan seorang auditor mampu bertindak secara independent dan dapat dipercaya. Hasil audit dari auditor dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan sistem dan efektifitas terhadap pengendalian internal.

Murti, Hari

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi informasi atau komputer pada UKM bukan tanpa resiko, apalagi jika perangkat tersebut terpasang dalam basis jaringan dan internet. Operasi pemanfaatan teknologi informasi pada UKM dimungkinkan terdapat perbedaan dibanding dengan bisnis dengan skala besar (enterprise). Perbedaan pendekatan penerapan TI dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh UKM. Namun keamanan komputer memiliki standar yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanannya. Data atau informasi dianggap aman jika memenuhi persyaratan berupa kerahasiaan (confidentiality), integrasi (integraty), dan Otentikasi (othentication). Persyaratan tersebut merupakan bagian dari aspek keamanan yang harus dipenuhi. Model pengendalian resiko dan pembebasan dari bahaya ancaman keamanan terhadap sumber daya informasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencegahan (preventive) dan penyembuahan atau perbaikan (recovery/corrective). Model pengendalian tersebut harus dapat diimplementasikan oleh UKM baik pada bagian front-office maupun back-office. Upaya perlindungan terhadap perangkat teknologi ionformasi harus dimulai dari atasan (top manjemen). Tanpa danya kemauan dari top manajemen maka tidak mungkin system keamanan dapat diimplementasikan. Top manajemen pada UKM dapat memutuskan prioritas manajemen atau manfaat keamanan sistem informasi. Setiap ukuran keamanan yang dirancang manajer usaha kecil dan menengah untuk menjaga keamanan komputer dan sistem informasi UKM harus diterapkan system keamanan secara yang komprehensif terhadap semua system yang berpotensi terhadap hilangnya keamanan computer. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pengendalian keamanan berupa pengendalian dan proteksi, melakukan  monitoring dan auditing, serta selalu memahami masalah-masalah yang muncul terhadap ancaman dan serangan. Kata kunci : UKM, implementasi, keamanan, dan pengendalian