Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Simangunsong, Putra Torang; Sihombing, Yehezkiel; Ridwan, Achmad

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Since 2022, the application of the Internet of Things (IoT) in the healthcare sector has grown significantly, marked by the increasing adoption of wearable technology, artificial intelligence (AI), machine learning (ML), and blockchain integration. Research highlights India and China as leading contributors in this domain. IoT enables real-time monitoring of chronic diseases, tracking of patient vital signs, and detection of health protocol compliance. Integrated systems such as Monit4Healthy and RADAR-IoT support personalized medical recommendations and cross-platform interoperability. However, key challenges persist, including patient data privacy and security, system interoperability issues, data fragmentation, and barriers to user acceptance due to cost, digital literacy, and device comfort. Proposed solutions include blockchain for secure data sharing, adaptive congestion control for network performance, and user training to improve technology adoption. Therefore, successful IoT deployment in healthcare requires a comprehensive approach that addresses technological, social, ethical, and sustainability aspects to achieve an effective and inclusive transformation of health services.

Yuanggara, Virnu; Mahenra, Ridwan

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi tiga algoritma sorting hybrid, yaitu TimSort, IntroSort, dan Merge-Insertion Sort, pada dataset skala menengah yang memiliki jumlah elemen antara 10.000 hingga 1.000.000. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis performa algoritma berdasarkan waktu eksekusi, konsumsi memori, dan stabilitas, dengan pengujian dilakukan pada berbagai jenis dataset, termasuk data acak, terurut, hampir terurut, dan data dengan banyak elemen duplikat. Pengujian dilakukan melalui simulasi komputasi menggunakan bahasa pemrograman Python dalam lingkungan terkontrol untuk memastikan hasil yang konsisten. Dataset sintetis dibuat untuk mencerminkan kasus dunia nyata, seperti pengolahan log sistem, pengurutan data pelanggan dalam aplikasi e-commerce, atau pengolahan data sensor dalam sistem Internet of Things (IoT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa TimSort memiliki performa unggul pada dataset hampir terurut dengan waktu eksekusi rata-rata 0,12 detik untuk 1.000.000 elemen, sedangkan IntroSort lebih cepat pada dataset acak dengan waktu 0,09 detik dan konsumsi memori rendah sekitar 120 MB. Merge-Insertion Sort menonjol dalam hal stabilitas, tetapi memerlukan memori lebih besar, yaitu sekitar 180 MB untuk dataset yang sama. Analisis mendalam menunjukkan bahwa pemilihan algoritma yang optimal sangat bergantung pada karakteristik dataset dan kebutuhan aplikasi, seperti kecepatan untuk data acak atau stabilitas untuk pengurutan data berurutan. Penelitian ini merekomendasikan TimSort untuk aplikasi yang memerlukan stabilitas tinggi, seperti pengolahan data transaksi keuangan, dan IntroSort untuk aplikasi yang mengutamakan kecepatan pada data acak, seperti analitik data real-time. Untuk pengembangan lebih lanjut, penelitian ini menyarankan eksplorasi optimasi paralel atau implementasi algoritma pada perangkat dengan sumber daya terbatas guna meningkatkan skalabilitas dan efisiensi.

Alawiyah, Pileria; Nasyah, Maharani; Sunardi, Rudy; Laela, Neng Linda Badratul

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Kebakaran masih menjadi masalah serius dengan dampak besar, baik secara materi maupun korban jiwa. Deteksi yang lambat dan alarm konvensional yang tidak responsif menjadi penyebab utama tingginya tingkat kerusakan. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi kebakaran berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan multi-sensor dengan platform IFTTT (If This, Then That). Sistem ini menggabungkan sensor asap (MQ5, MQ9), suhu (DHT22), dan api, dengan NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali, serta mengirim notifikasi real-time melalui WhatsApp. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi deteksi dan mengurangi alarm palsu. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sistem konvensional dan sistem IoT pada berbagai skenario kebakaran. Hasil menunjukkan bahwa sistem IoT memiliki keunggulan dalam kecepatan notifikasi (kurang dari 10 detik) dan kemampuan menyampaikan lokasi secara akurat. Meskipun memerlukan biaya awal lebih tinggi, efektivitas sistem ini dalam meningkatkan respons darurat menjadikannya solusi yang layak. Sistem ini cocok diterapkan di rumah, kantor, maupun fasilitas industri, serta memiliki potensi besar dalam pengembangan sistem keselamatan kebakaran yang lebih adaptif dan efisien di masa depan

Hartanto, Mika Respati

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Kelembapan dan suhu merupakan faktor yang penting dalam budidaya jamur karena jamur membutuhkan kelembapan dan suhu tertentu untuk tumbuh dengan baik. Aspek lingkungan perlu diperhatikan dalam budidaya jamur adalah selama masa pemeliharaan dan suhu di dalam rumah jamur harus dijaga di kisaran 15-30°C. Suhu di bawah 15°C mengakibatkan tubuh buahnya mengecil dan tangkainya panjang, tetapi kurus. Jika suhunya di atas 30°C, suhu akan menyebabkan payung jadi tipis dan ukurannya kerdil. Kelembapan udara optimum yang dibutuhkan antara 80-90%. Jika kelembapan udara terlalu tinggi, jamur akan cepat membusuk dan jika kelembapan terlalu rendah, jamur akan menjadi kerdil dan kurus. Untuk memonitor tingkat kelembaban dan suhu dalam budidaya jamur tiram dibutuhkan sistem monitoring yang berguna untuk mengetahui kondisi tanaman secara otomatis dan real-time. Internet of Things (IoT) memiliki konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat yang tersambung dalam koneksi internet secara terus-menerus. Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam memonitor suhu dan kelembapan dapat membantu efisiensi dan mempercepat pengiriman informasi kelembapan dan suhu udara tempat jamur dibudidaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development) dengan jenis model pengembangan prototyping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomasi dan pemantauan berbasis IoT bekerja dengan baik, dengan tingkat kesalahan pembacaan sensor suhu DHT11 dibandingkan thermometer digital berada di bawah 5% (dengan nilai error antara 0,37% hingga 3,10%). Selain itu, alat dapat mengirimkan notifikasi kepada pengguna ketika suhu atau kelembapan berada di luar rentang yang telah ditentukan, sehingga membantu menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan jamur.

Dewi, Nurul Aulia

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Kucing merupakan tipe hewan yang mudah dalam pemeliharaan. Dalam pemeliharaan hewan, memiliki aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu terkait pemberian pakan. Tetapi, kadang kala aktivitas pemberian pakan sulit dilakukan jika pemilik hewan sedang sibuk dalam aktivitas atau sedang berada di luar rumah. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi Internet of Things yang dapat mempermudah manusia dalam memantau sesuatu dari jarak jauh, penelitian ini memberikan solusi untuk membuat alat pakan kucing otomatis yang dapat dipantau melalui aplikasi Android dari serta dapat membuat penjadwalan pemberian pakan. Adanya sistem ini, dapat memudahkan pemilik kucing untuk melakukan aktivitas pemberian pakan pada kucing sesuai waktu yang telah ditentukan, dan juga dapat melakukan penjadwalan pemberian pakan dengan menetapkan waktu pemberian pakan dan takaran porsi pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ADDIE. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan setelah melewati pengujian menunjukkan bahwa alat pemberian pakan otomatis yang dibangun dapat mengeluarkan pakan dengan tingkat keberhasilan 95,62%, dengan rata-rata error 4,38% atau selisih sekitar 1-3 gram dari berat porsi pakan yang dimasukkan pengguna. Aplikasi Android yang dibangun juga dapat menerima informasi mengenai berat pakan, notifikasi aktivitas alat, serta melakukan pengaturan jadwal dan notifikasi.

Lestari, Rizki Amelia

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Sebagian masyarakat biasa melakukan kegiatan bertamu untuk mempererat tali silaturahim dengan orang lain. Namun saat tamu memasuki area rumah dan tiba di pintu masuk, terkadang penghuni rumah sedang tidak ada dirumah atau tidak mengetahui jika ada tamu yang sedang berkunjung. Selain itu jika penghuni rumah sedang beraktifitas di dalam rumah dan berada jauh dari pintu masuk rumah membuat suara tamu tidak terdengar. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka di zaman sekarang ini dapat dimanfaatkan teknologi dalam bidang internet of things (IoT) yaitu untuk pembuatan  prototype bel rumah otomatis berbasis IoT dan face recognition dengan menggunakan modul ESP32-CAM serta aplikasi Android sebagai media notifikasi. Prototype bel rumah otomatis ini dibangun menggunakan komponen ESP32-CAM, sensor PIR, buzzer serta API face recognition sebagai database pengenalan wajah. Untuk pembangunan prototype aplikasi Android sebagai media notifikasi menggunakan software Android Studio dan Firebase sebagai basis datanya. Adapun metode yang digunakan yaitu metode prototyping. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa sensor PIR mampu mendeteksi tamu dengan jarak kurang lebih 200 meter dan ESP32-CAM dapat melakukan deteksi wajah dengan rentang jarak 40-80 cm. Sedangkan persentase error fungsional sebesar 16.6%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pengujian pada bel rumah otomatis bisa berjalan dengan baik.

Fauzian, Muhammad Thoriq

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Setiap harinya hampir semua orang selalu melakukan aktivitas sehari – hari berada di luar ruangan maupun diluar rumah seperti: bekerja, bermain, berlibur, maupun berolahraga. Ruangan yang ditinggalkan dapat menyebabkan terjadinya kehilangan barang akibat pencurian maupun terjadinya kerusakan pada barang yang ada di dalam ruangan. Sistem pendeteksi gerakan dan penangkap gambar ini dimaksudkan untuk membantu pemilik ruangan melihat apakah ada pergerakan manusia yang terjadi di dalam ruangan saat pemilik tersebut berada di dalam maupun di dalam ruangan. Perancangan alat pendeteksi gerakan ini  menggunakan sensor Passive Infrared (PIR), microcontroller ESP32-CAM, Relay, Buzzer dan MB102 Breadboard Power Supply. Sistem ini berbasis Internet of Things (IoT) dan menggunakan backend as a services (BAAS) sebagai media penyimpanan menggunakan Supabase, data yang disimpan pun akan ditampilkan di aplikasi smartphone, aplikasi tersebut dibuat menggunakan flutter, pada aplikasi tersebut pemilik rumah dapat melihat gambar, dan kapan terjadinya pengambilan gambar tersebut. Sistem pendeteksi gerakan manusia ini bekerja sangat baik, selain membunyikan alarm saat sistem mendeteksi adanya pergerakan manusia, sistem ini mengambil gambar yang dikirim ke aplikasi android dan memberi notifikasi. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mengurangi kehilangan barang dan kerusakan pada ruangan

Yaqin, Wildan Maulana Ainul

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Setiap pemilik rumah atau ruangan seringkali mengalami kelalaian ketika meninggalkan rumah atau ruangan. Salah satu kelalaian yang sering terjadi yaitu pintu yang belum terkunci. Penggunaan anak kunci untuk saat ini sangat mudah dirusak oleh pelaku kejahatan karena anak kunci yang digunakan masih kurang efektif dan mudah terjadi kehilangan saat pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengguna dalam mengatasi kelalaian terhadap penguncian pintu apakah kondisi pintu sudah terkunci atau belum dari jarak dekat maupun jauh melalui smartphone. Prototipe ini dibangun dengan metode Prototyping dan diprogram agar dapat dikontrol menggunakan mikrokontroler ESP8266 berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan komponen MC-38 Magnetic sensor, motor servo SG90, buzzer, RFID, dan kunci gerendel dengan terhubung pada penyimpanan Supabase dan Firebase yang nantinya akan ditampilkan pada aplikasi smartphone yang dibuat menggunakan Flutter. Prototipe ini dapat berfungsi dengan baik ketika melakukan penguncian dengan kunci gerendel pada pintu baik secara jarak jauh mapun dekat serta mendeteksi kondisi pintu yang terbuka atau tertutup dengan menyalakan buzzer dan mengirimkan data log juga notifikasi pada aplikasi smartphone. Hasil dari prototipe ini diharapkan dapat mengurangi pelaku kejahatan yang menyusup ke rumah atau ruangan melalui pintu masuk sebagai jalan utama memasuki rumah ataupun ruangan.

Cahyono, Taufiq Dwi; Hadikurniawati, Wiwien

Dinamik 2023 Universitas Stikubank

Teknologi blockchain telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah menyentuh hampir setiap aspek informasi dan bidang teknologi komunikasi. Potensi blockchain dapat diterapkan di berbagai industri dan bidang, termasuk logistik, rantai suplai pasokan, IoT, dan layanan kesehatan. Dalam industri kesehatan, blockchain memiliki dampak yang signifikan. Namun penilaian kritis terhadap aplikasi blockchain dalam pelayanan kesehatan masih belum tersedia secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan teknis tentang berbagai aplikasi  kesehatan berbasis blockchain, dengan fokus pada perkembangan terkini di bidang ini. Studi ini akan membahas teknologi blockchain kontemporer yang telah diterapkan dalam industri kesehatan, termasuk berbagi data medis, manajemen rantai suplai medis, rekam medis elektronik, klaim asuransi kesehatan, farmasi industri, dan pemantauan pasien jarak jauh. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan blockchain dalam aplikasi pelayanan kesehatan berbasis IoT dan menyediakan analisis SWOT yang komprehensif untuk membantu pemangku kepentingan dalam memahami manfaat, tantangan, peluang, dan ancaman yang terkait dengan teknologi ini. Diharapkan bahwa hasil survei literatur ini akan memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dan penerapan blockchain dalam pelayanan kesehatan IoT yang aman, efisien, dan terpercaya.

Sahuri, Mohamad Abid; Hadidjaja, Dwi; Wisaksono, Arief; Jamaaluddin, Jamaaluddin

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Monitoring realizes efforts to improve the quality of health services. To obtain information on patient condition data during treatment. The monitoring process is done manually. So that it has an impact on the service and condition of the patient during treatment. The design of monitoring the patient's body temperature and heart during treatment with IoT can be controlled through the NodeMCU sensor ESP8266, MLX9014, MAX30100 sensor and Arduino IDE software program. Furthermore, it can detect the patient's temperature and the patient's heart rate during treatment. And processed by the NodeMCU ESP8266, the data from the two sensors is displayed on the SSD1306 OLED LCD and also to the smartphone of the medical officer on duty via Blynk. In order for the tool to work properly and optimally, it is necessary to adjust the pin placement so that it can work optimally. The problem of internet connection interference causes delays, resulting in a mismatch between the measurement of the test equipment and the standard tool. Data values are taken with an accuracy of 70%-93% for the MAX30100 sensor, for the temperature sensor it is close to optimal with a value that is read on a standard tool with an accuracy of 97%-99%.

Syahrorini, Syamsudduha; Hadidjaja, Dwi

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Human daily life depends on air, so air quality needs to be protected especially against pollution. Decreasing air quality due to dust pollution can result in ARI. Makes it easier to measure ambient air and air temperature using internet-based technology. Designing internet-based dust and temperature measuring devices using the gp2y1010au0f type dust sensor, and DHS11 sensor as a temperature sensor, amplifier circuit, NodemCU microcontroller, and LCD (Liquid Crystal Display). The measurement application is carried out at the location of the PT. Djabus Tunas Utama Ngoro Mojokerto East Java at 10 sampling points around the mixing tube. The measurement results show the concentration carried by ambient air quality standards when the engine stops, so it is safe for employees. When the machine is mixing and the machine is not mixing (ordinary conditions) the concentration of particulates and the temperature exceeds the ambient air quality standard, for that all employees are required to use PPE.