Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 121-140 of 278

Analytics

Harby; Adi Nurmansyah; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Ekosistem merupakan sistem lingkungan yang selalu mengalami perubahan akibat pengaruh faktor alam maupun aktivitas manusia. Perubahan tersebut saat ini terjadi dengan intensitas yang semakin cepat sehingga memberikan tekanan besar terhadap organisme, khususnya spesies endemik yang memiliki wilayah persebaran terbatas. Dalam kajian biogeografi, perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi pola distribusi spesies, perpindahan habitat, hingga penurunan keanekaragaman hayati pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamika ekosistem terhadap pola persebaran spesies endemik serta memahami bentuk respon spesies terhadap perubahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA terhadap 25 artikel jurnal internasional yang terindeks Scopus dan Web of Science pada periode 2013–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim, fragmentasi habitat, dan aktivitas manusia menjadi tiga faktor utama yang memengaruhi perubahan distribusi spesies endemik. Faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran persebaran menuju wilayah yang lebih stabil, munculnya anomali distribusi akibat isolasi habitat, serta menurunnya tingkat keanekaragaman hayati pada kawasan dengan tekanan lingkungan tinggi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dinamika ekosistem dan respon spasial spesies endemik dalam perspektif biogeografi secara lebih menyeluruh.

Ardiyansah; M. Rausyan Fikri; Hutri Rizki Amelia

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kabupaten Pelalawan di Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang didukung oleh keberadaan ekosistem hutan hujan tropis dan lahan gambut. Dalam kajian biogeografi, persebaran flora dan fauna di wilayah ini menunjukkan pola yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran flora dan fauna serta faktor-faktor yang memengaruhinya secara spasial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persebaran flora cenderung mengelompok pada wilayah dengan kondisi tanah dan hidrologi tertentu, khususnya pada ekosistem gambut, sedangkan persebaran fauna mengikuti ketersediaan habitat dan sumber daya yang dipengaruhi oleh tutupan vegetasi. Selain itu, aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan dan deforestasi menyebabkan perubahan pola persebaran dari yang semula merata menjadi terfragmentasi. Dengan demikian, pola persebaran flora dan fauna di Kabupaten Pelalawan merupakan hasil interaksi antara faktor alami dan faktor antropogenik yang membentuk distribusi organisme secara spasial. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Nabila Putri Rahma; Ghina Asnah Aulia; Hutri Rizki Amelia; Yulia Asyura

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perubahan suhu global merupakan ancaman signifikan terhadap keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan suhu global terhadap berbagai level keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem hingga peran mitigasinya, serta mengidentifikasi kerangka kebijakan yang diperlukan untuk penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Analisis konten dilakukan terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan suhu global mengakibatkan gangguan serius pada stabilitas ekosistem, termasuk ekosistem terestrial dan perairan di Indonesia, seperti yang terindikasi dari meningkatnya frekuensi pemutihan terumbu karang. Di sisi lain, keanekaragaman hayati yang tinggi terbukti berperan vital dalam meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap krisis iklim dan kapasitas penyerapan karbon. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara strategi pemulihan ekosistem alami dan penguatan peraturan hukum domestik secara ketat sebagai langkah mitigasi yang komprehensif. Kesimpulannya, perlindungan keanekaragaman hayati merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global dan memastikan keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Naj’la; Zidane; M.Zawil; Dandi Arinto Pelly; Hutri Rizki Amelia

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan jenis tumbuhan pada lahan gambut dalam dan gambut dangkal berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menggunakan 10 artikel ilmiah publikasi tahun 2016–2026 yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa lahan gambut dangkal memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang lebih tinggi dibandingkan lahan gambut dalam karena kondisi tanah lebih subur, aerasi lebih baik, dan ketersediaan unsur hara lebih mendukung pertumbuhan tumbuhan. Sebaliknya, lahan gambut dalam didominasi oleh jenis tumbuhan tertentu yang mampu beradaptasi terhadap kondisi tanah asam, kadar air tinggi, dan rendahnya kandungan oksigen. Kedalaman gambut terbukti memengaruhi komposisi vegetasi, persebaran tumbuhan, serta kemampuan regenerasi ekosistem gambut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan konservasi lahan gambut secara berkelanjutan.

Mutiara; Rava Maharani; Rahmah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Berbagai ekosistem penting seperti hutan hujan tropis, pesisir, dan laut menunjukkan kerentanan yang semakin meningkat akibat perubahan suhu, curah hujan, serta kejadian iklim ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan keanekaragaman hayati Indonesia terhadap perubahan iklim berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang relevan dan terbit dalam rentang 12 tahun terakhir (2006-2017). Artikel yang direview dipilih berdasarkan kriteria:(1)membahas keanekaragaman hayati di Indonesia, (2) memiliki keterkaitan dengan perubahan iklim, dan (3) diterbitkan pada jurnal ilmiah bereputasi atau terindeks. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak signifikan terhadap distribusi spesies, degradasi habitat, serta meningkatnya risiko kepunahan spesies endemik. Oleh karena itu, diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi berbasis ekosistem untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Nurhasanah Nasution; Ocha Fathica Rizty; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekosistem dan keberlanjutan kehidupan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia menjadi faktor dominan dalam mempercepat penurunan keanekaragaman hayati secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai aktivitas manusia terhadap penurunan keanekaragaman hayati dalam perspektif biogeografi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas seperti deforestasi, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya secara berlebihan, serta perubahan iklim telah menyebabkan hilangnya habitat, fragmentasi ekosistem, dan penurunan populasi spesies. Dampak tersebut berimplikasi pada terganggunya keseimbangan ekosistem secara global. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang terintegrasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.

Inggrid Yossi Anna Sianipar; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

This study analyses speech acts found in the novel The Midnight Library by Matt Haig. The purpose of this research is to identify and analyze three types of speech acts used by the characters in the novel, namely locutionary acts, illocutionary acts, and perlocutionary acts. This research uses a qualitative descriptive method and applies the speech act theory proposed by J. L. Austin. The data were collected from dialogues in the novel that contain speech acts. The researcher collected the data by reading the novel carefully, selecting important utterances, classifying the data based on the types of speech acts, and analysing them using Austin’s theory. The findings show that illocutionary acts are the most dominant type found in the novel because the characters often express intentions, feelings, requests, and responses in conversations. Locutionary acts are used to convey literal meanings, while perlocutionary acts can be seen from the effects of utterances on other characters. In addition, the speech acts in the novel also reflect the emotions, regrets, hopes, and psychological conditions experienced by the characters. Therefore, this study concludes that language in the novel functions not only as a tool of communication but also as a way to express meaning and emotion between characters.

Erika Sianturi; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

This research explores the use of deixis in the film Orion and the Dark. It aims to identify the types of deixis employed in the film and determine which category appears most frequently. The study is based on Levinson’s framework, which classifies deixis into five categories: person, place, time, discourse, and social deixis. A descriptive qualitative method was used in conducting this study. The data were collected by watching the film, closely examining the dialogues, identifying expressions containing deixis, grouping them according to Levinson’s theory, and interpreting the data descriptively. The results show that all five types of deixis occur in the film. Among them, person deixis is the most dominant with 2,347 occurrences. It is followed by time deixis with 373 occurrences, place deixis with 294 occurrences, discourse deixis with 289 occurrences, and social deixis with 182 occurrences. The high frequency of person deixis reflects the strong emphasis on interaction between characters, where speakers frequently refer to themselves and others during communication. Meanwhile, the other types of deixis appear less frequently and mainly serve to support the context of the dialogue, such as indicating time, location, discourse relations, and social interactions. In conclusion, deixis plays an essential role in shaping meaning and helping viewers interpret context, participants, and situational references within the film.

Haliza Rahma Dea; Nurul Aulia; Hutri Rizki Amelia; Yulia Asyura

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis keanekaragaman hayati pada ekosistem gambut di Riau melalui pendekatan biogeografi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sistematis, melalui pengumpulan literatur dari berbagai sumber ilmiah seperti Google Scholar dan Garuda Kemdikbud dalam rentang tahun 2016–2021. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola distribusi organisme, faktor lingkungan, serta dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem gambut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa krisis keanekaragaman hayati disebabkan oleh alih fungsi lahan, kebakaran gambut, dan fragmentasi habitat yang berdampak pada penurunan jumlah spesies dan penyempitan distribusi organisme. Selain itu, perubahan kondisi biofisik lingkungan turut mempengaruhi kemampuan adaptasi spesies. Dampak lanjutan terlihat pada terganggunya fungsi ekosistem, seperti penurunan kapasitas penyimpanan karbon dan keseimbangan hidrologi, sehingga diperlukan upaya pengelolaan berkelanjutan. Dengan demikian, pelestarian ekosistem gambut di Riau menjadi langkah penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kestabilan lingkungan secara berkelanjutan.

Tria Joys Siburian; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

This research discusses semantic analysis in the song lyrics “Count on Me” by Bruno Mars. The study focuses on two types of meaning, namely referential meaning and contextual meaning found in the lyrics of the song. The objectives of this study are to identify the referential meanings and to analyze the contextual meanings contained in the song lyrics. This research applied a descriptive qualitative method because the data were analyzed in the form of words, phrases, and sentences rather than numerical data. The source of the data was the lyrics of the song “Count on Me” by Bruno Mars. The researcher collected the data through documentation technique by listening to the song, reading the lyrics repeatedly, identifying the expressions containing referential and contextual meanings, and classifying the data based on the types of meaning. The data were analyzed using semantic theories proposed by several linguists such as Leech, Lyons, Saeed, and Kreidler. The findings of the study show that the song contains both referential and contextual meanings. Referential meaning was found in words such as “sea,” “light,” “friends,” “song,” “dark,” “world,” and “shoulder,” which directly refer to real objects or concepts in everyday life. Meanwhile, contextual meaning was found to be more dominant because many expressions contain symbolic and emotional meanings related to friendship, loyalty, trust, and emotional support. Expressions such as “You can count on me” and “I’ll be the light to guide you” cannot be interpreted literally because their meanings depend on the context of the song. Based on the findings, the researcher concludes that semantic analysis helps listeners understand both literal and implied meanings in song lyrics and reveals the emotional and moral messages conveyed in the song.

Amos Frans Abdial Tarigan; Bernieke Anggita Ristia Damanik; Palti Hansd Togi Maruhum Simanjuntak

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

This study aims to analyze the types and functions of deictic expressions found in the English chorus of the song “Bright as the Sun”, the official song of the 2018 Asian Games. The study employs a qualitative descriptive method to examine how meaning is constructed through the use of deictic expressions in the lyrics. The analysis focuses on identifying, classifying, and interpreting deictic elements by considering both their lexical meaning and their contextual use. The data were taken from the English chorus and analyzed through several steps, including close reading, identification of relevant expressions, and classification into types of deixis. The findings show that the lyrics contain five types of deixis: person, spatial, temporal, discourse, and social deixis, although they appear with varying frequency and function. Person deixis is the most dominant type, mainly through the use of pronouns such as you, your, and we. These expressions function to directly address the listeners and create a sense of personal involvement. Spatial deixis is reflected in expressions that refer to a broader or global context, while temporal meaning is conveyed implicitly through phrases that suggest urgency and present action. Discourse and social deixis are also present, although they appear less explicitly in the lyrics. Overall, the findings indicate that deictic expressions play an important role in shaping meaning and strengthening the motivational message of the song. The use of deixis helps create a closer connection between the lyrics and the listeners, reinforcing themes of unity, encouragement, and collective identity.

Pardomuan Manullang; Lilis Manurung; Albert Frinando Sitompul; Sondang Naibaho; Korri Elvi Purba

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan  manajemen SDM dalam meningkatkan motivasi kerja guru di SMA N 1 Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai pelaksanaan manajemen SDM di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen SDM dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan kompetensi guru, pemberian motivasi dan penghargaan, pelaksanaan pelatihan, serta penerapan kepemimpinan yang efektif oleh kepala sekolah. Selain itu  komunikasi harmonis  dan lingkungan kerja yang kondusif menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi kerja guru. Penerapan manajemen SDM yang baik berdampak untuk semangat kerja, kedisiplinan, profesionalitas, dan kinerja guru dalam melaksanakan tugas pendidikan. Manajemen SDM memiliki peranan penting untuk mewujudkan  pendidikan yang lebih baik di sekolah.

Frans Seda Panjaitan; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Language in digital communication has developed rapidly, especially through social media platforms where young people actively use internet slang to express meaning efficiently and creatively. This study aims to analyze the semantic shifts of internet slang and to examine how meaning is constructed in digital youth communication. The data were collected from social media platforms such as TikTok, Twitter, and Instagram, focusing on commonly used slang expressions in online interaction. This study employs a qualitative descriptive method by identifying selected slang expressions and analyzing their original meanings and contextual meanings. The findings show that many slang expressions have undergone semantic change, including generalization, narrowing, and metaphorical extension. These changes are influenced by social interaction, cultural trends, and communicative needs. In addition, the study reveals that meaning in internet slang is constructed through context, shared understanding, and interaction among users. Therefore, internet slang reflects dynamic semantic processes and plays an important role in shaping communication patterns and identity among digital youth.

Mochammad Said Agil Maulana; Wahyudi; Khoirun Nisa'

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan media alat peraga serta metode yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. (2) Mengetahui sejauh mana guru tersebut memahami dan terampil dalam menggunakan media alat peraga secara efektif di PGPQ At-Tartil. (3) Mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam penerapan media alat peraga serta mengetahui solusi yang telah atau dapat diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, karena penelitian ini memberikan gambaran fenomena sesuai dengan keadaan nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis yang digunakan peneliti dengan cara reduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan media alat peraga dalam Program Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur’an (PGPQ) At-Tartil Kecamatan Tembelang dilakukan secara terstruktur, rutin, dan wajib, serta menjadi bagian penting dari metode pembelajaran 3M dan drill klasikal. (2) Dalam Program Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur’an (PGPQ) At-Tartil Kecamatan Tembelang, Media ini berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan guru, termasuk meningkatkan percaya diri dan efektivitas pengajaran. (3) Dalam Pelaksaannya, kendala yang dihadapi guru, baik dari sisi teknis maupun psikologis, diatasi melalui pembinaan ulang dan interaksi sesama guru, termasuk micro teaching dan evaluasi antar sesama peserta

Kristina Natalia Sidauruk; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Lirik lagu merupakan bentuk khusus wacana puitis yang menjadikan bahasa figuratif sebagai sarana utama dalam mengkonstruksi dan menyampaikan realitas emosional. Penelitian ini mengkaji makna figuratif dalam lirik lagu pop "Someone Like You" karya Adele (2011) melalui kerangka semantik kognitif. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan menggunakan teori metafora konseptual (Lakoff & Johnson, 1980), teori metafora emosi (Kövecses, 2002), dan teori metonimi (Radden & Kövecses, 1999). Metaphor Identification Procedure (Pragglejaz Group, 2007) digunakan sebagai instrumen analisis utama. Analisis terhadap teks lirik secara keseluruhan mengidentifikasi 25 ekspresi figuratif dalam lima kategori: metafora konseptual (48%), hiperbola (20%), personifikasi (16%), metonimi (12%), dan simile (4%). Empat skema konseptual dominan melandasi lanskap emosional lirik tersebut: CINTA ADALAH PERJALANAN, KESEDIHAN ADALAH BEBAN FISIK, KENANGAN ADALAH RUANG FISIK, dan WAKTU ADALAH ENTITAS YANG BERGERAK. Skema-skema ini mencerminkan struktur kognitif yang berakar pada pengalaman tubuh dan telah terdokumentasi lintas bahasa dan budaya, sehingga menegaskan universalitas mekanisme metafora emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa lirik lagu pop mengandung kompleksitas figuratif yang sistematis dan sebanding dengan genre sastra yang sudah mapan, serta mendukung produktivitas analisis semantik kognitif sebagai metodologi kajian wacana musikal.

Josayna Virgines Trilaksono; Berneike Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

This study aims to analyze the denotative and connotative meanings contained in the lyrics of "Young and Beautiful" by Lana Del Rey. Song lyrics, like poetry, are a form of literary work rich in layered meanings that go beyond their literal definitions. This makes them a highly relevant object for semantic analysis. This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis technique, focusing on identifying words and phrases in the lyrics that carry both denotative and connotative meanings. The object of this study is the full lyrics of "Young and Beautiful," which was written by Lana Del Rey and Rick Nowels and released in 2013 as part of the soundtrack for the film The Great Gatsby. The theoretical framework used is based on Geoffrey Leech's classification of meaning, particularly conceptual (denotative) meaning and connotative meaning, as well as supporting theories from Hurford, Heasley, and Smith (2007) in Semantics: A Coursebook. The results of this study show that the lyrics contain numerous words and phrases with significant denotative meanings that serve as the literal foundation of the song, while at the same time carrying deep connotative meanings related to themes of love, fear of aging, existential longing, and the human desire for unconditional affection. Words such as young, beautiful, soul, diamonds, and sun are found to carry particularly rich connotative layers. This study concludes that Lana Del Rey uses language strategically to create emotional depth through the interplay of denotative and connotative meaning.

Maimunah Adeliana; Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ruang kelas, mendorong penerapan sistem pendidikan berbasis waktu belajar melalui pembelajaran bergiliran (shift) di MI TPI Keramat Banjarmasin. Kebijakan ini memunculkan beragam persepsi dari orang tua sebagai pihak yang berperan penting dalam mendukung proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap pelaksanaan sistem tersebut, mengidentifikasi dampaknya terhadap proses belajar siswa, serta mengkaji strategi yang dilakukan orang tua dalam menyikapinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah orang tua siswa kelas II, sedangkan informan meliputi kepala sekolah dan wali kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memandang sistem pembelajaran bergiliran sebagai solusi sementara atas keterbatasan ruang, namun berdampak pada berkurangnya durasi belajar efektif, menurunnya konsentrasi siswa, dan perubahan rutinitas harian. Di sisi lain, sistem ini mendorong kemandirian dan kedisiplinan belajar anak. Orang tua merespons dengan meningkatkan pendampingan belajar di rumah, pengawasan tugas, serta komunikasi intensif dengan guru. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi manajemen waktu belajar dan peningkatan fasilitas pendidikan guna mendukung mutu pembelajaran.

Devi Fatwanti; Halimah Tussadiah; Ukasyah Ihsani; Aisha Cahya Jelita; Faisal Hadi +5 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia terjadi berulang kali dalam kurun waktu yang relatif singkat, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan satuan pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji problematika yang ditimbulkan oleh pergantian kurikulum PAI yang berulang serta dampaknya terhadap kesiapan guru dan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku. Melalui kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan, ditemukan bahwa guru PAI masih menghadapi kendala dalam hal adaptasi pedagogis, penguasaan administrasi pembelajaran, dan keterbatasan sarana pendukung berbasis teknologi. Di sisi sekolah, kesiapan kelembagaan kerap tidak seimbang dengan kecepatan perubahan kebijakan kurikulum. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan implementasi yang lebih bertahap, pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil guru, serta dukungan infrastruktur yang merata hingga ke daerah-daerah terpencil.

Devi Fatwanti; Riski Utami; Anisa; Ayu Destiana; M. Haikal Zidni +4 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Abad ke-21 menghadirkan tantangan kompleks bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam, yang menuntut respons kurikuler yang bukan sekedar relevan secara akademis, tetapi juga kontekstual dan berwawasan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang model pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang inovatif dan adaptif sebagai jawaban atas dinamika perubahan global, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengintegrasikan berbagai sumber literatur terkait kurikulum pendidikan Islam, teori pembelajaran kontemporer, serta kebijakan pendidikan nasional dan internasional. Analisis dilakukan secara sistematis terhadap berbagai model pengembangan kurikulum yang relevan, dengan mempertimbangkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang inovatif dan adaptif dapat diwujudkan melalui: (1) integrasi nilai-nilai Islam dengan kompetensi global secara holistik; (2) pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang berbasis karakter; (3) pendekatan pembelajaran aktif dan berbasis proyek (project-based learning); serta (4) penguatan peran guru sebagai fasilitator yang melek budaya digital. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan agama, tetapi juga membekali peserta didik dengan kecakapan hidup (life skills) yang komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kurikulum pendidikan Islam di era abad ke-21 memerlukan sinergi antara otentisitas nilai-nilai Islam dan fleksibilitas terhadap perubahan zaman, sehingga mampu melahirkan generasi Muslim yang beriman, berilmu, dan berdaya saing secara global.

Iin Trya Shavira; Supriyanto

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi terhadap laba perusahaan melalui pendekatan literature review. Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, pengelolaan biaya produksi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji 10 jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2026 dan relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap laba perusahaan, baik secara parsial maupun simultan dengan variabel lain seperti biaya operasional dan penjualan. Namun demikian, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hasil berbeda, yaitu biaya produksi tidak berpengaruh atau bahkan berpengaruh negatif terhadap laba. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh faktor seperti sektor industri, kondisi ekonomi, periode penelitian, serta variabel pendukung lainnya. Oleh karena itu, hubungan antara biaya produksi dan laba perusahaan tidak bersifat linear, melainkan dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan biaya dan strategi perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian biaya produksi yang optimal, disertai peningkatan efisiensi operasional dan strategi penjualan yang tepat, dapat mendukung peningkatan laba perusahaan secara berkelanjutan.