Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 161-180 of 231

Analytics

Ikram Humaidi; Siti Khotizah; Ulfatul Makrifah; Raysa Sabina Putri; Fika Sartika +3 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Sina serta relevansinya dengan sistem pendidikan modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengkaji kembali pemikiran pendidikan klasik Islam yang masih memiliki nilai актуal dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini, khususnya dalam aspek pembentukan karakter, pembelajaran holistik, dan pendekatan yang berpusat pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep Ibnu Sina tentang klasifikasi ilmu, tujuan pendidikan, kurikulum, serta metode pembelajaran, kemudian mengaitkannya dengan praktik pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur yang bersumber dari berbagai karya klasik dan referensi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Ibnu Sina bersifat komprehensif karena mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta menekankan pentingnya penyesuaian metode pembelajaran dengan perkembangan psikologis, minat, dan bakat peserta didik. Selain itu, gagasannya tentang pendidikan anak usia dini, pembentukan akhlak, dan pembelajaran berbasis pengalaman terbukti masih sangat relevan dalam konteks pendidikan modern. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sina dapat menjadi dasar dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih humanis, holistik, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Rendra; Maulana Ahadi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas tentang dinamika beladiri Kuntau Jasa Datu Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Perguruan Kuntau pertama yang didirikan di Kandangan adalah Jasa Datu. Jasa Datu merupakan perguruan kuntau yang merintis di Kandangan. kemudian melahirkan banyak tokoh guru kuntau yang dikemudian hari juga mendirikan perguruannya masing-masing, yang melatar belakangi terjadinya berbagai dinamika beladiri kuntau di kandangan. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika sosial dan perubahan minat publik yang membuat kuntau mengalami proses transformasi fungsi awal dari ranah pertarungan kemudian berubah menuju ranah seni pertunjukan. Berkembangnya kuntau sebagai bentuk ekspresi budaya rakyat yang dikenal dalam istilah lokal Banjar sebagai Kuntau karasmin sebagai identitas budaya lokal.

Muhammad Sabri

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud kontribusi kolaboratif dalam pembangunan sosial berkelanjutan melalui pendekatan collaborative governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antara PC PPM Kendari dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan serta partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial, edukasi kebangsaan, pemberdayaan ekonomi berbasis bantuan, serta penanggulangan bencana. PC PPM Kendari sebagai wadah anak cucu veteran mengaktualisasikan nilai nasionalisme dalam setiap kegiatan pengabdian. Faktor pendukung meliputi kesamaan visi, dukungan pemerintah, dan kepercayaan masyarakat, sedangkan kendala mencakup keterbatasan anggaran, koordinasi, partisipasi, dan inovasi program. Sinergi ini terbukti meningkatkan kesejahteraan, kesadaran sosial, serta memperkuat karakter kebangsaan masyarakat secara berkelanjutan.

Maudhy Satyadharma; Nur Yahni; Cahyaniza; Hado

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang mencerminkan nilai sosial dan budaya, sekaligus memicu dinamika mobilitas tinggi pada sektor transportasi. Lonjakan pergerakan ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemacetan, kecelakaan, dan keterbatasan akses layanan transportasi. Pemerintah merespons melalui program mudik gratis sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta pemerataan akses transportasi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam pelaksanaan program mudik tahun 2026 serta peran ASN dalam menginternalisasikannya dalam pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai bela negara, seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban, dan kemampuan awal bela negara, teraktualisasi dalam sikap profesional, pelayanan inklusif, serta dedikasi ASN. Integrasi nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan karakter ASN sebagai pelayan masyarakat.

Zaki Ahmad Fauzan; Intan Siti Masula; Ahmad Baihaqi; Windy Kusuma Ningtyas

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran siswa kelas XI di MAN 8 Jombang. Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi peserta didik guna mendukung perkembangan fisik dan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 siswa. Data dianalisis menggunakan uji validitas dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai korelasi yang sangat tinggi (0,995–0,999) dan signifikan (0,000 < 0,05), sehingga dinyatakan valid. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa program MBG telah terlaksana dengan baik, dengan distribusi makanan yang rutin dan komposisi gizi yang seimbang. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap konsentrasi, daya ingat, dan energi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis berperan penting sebagai faktor eksternal yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran siswa.

Ahmad Dahril Mubarok; Lutfi Fauzi; Yesha Eka Yuana Putri

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanaman nilai amanah pada peserta didik di era yang semakin diwarnai oleh degradasi moral dan melemahnya tanggung jawab sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada materi bertanggung jawab menjaga amanah dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits kelas XI MAN 8. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI-3 dan XI-8 MAN 8 yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi nilai hasil belajar. Data dianalisis menggunakan rata-rata nilai, persentase ketuntasan belajar, dan kategorisasi tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa adalah 83,85 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 70%, di mana 6 siswa (30%) berada pada kategori sangat baik, 8 siswa (40%) kategori baik, dan 6 siswa (30%) kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pemahaman siswa pada materi bertanggung jawab menjaga amanah tergolong baik, meski masih terdapat ruang untuk peningkatan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan kontekstual.

Sitti Malihah; Hartono; Ulfa Jamilatul Farida

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor promosi terhadap minat nasabah dalam memilih produk keuangan syariah di Bank Muamalat Sangatta, khususnya Tabungan iB Hijrah dan Giro iB Hijrah. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, data diperoleh dari 97 responden yang merupakan nasabah Bank Muamalat Sangatta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah dalam memilih produk keuangan syariah tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pemasaran dalam perbankan syariah.

Tina Trisarana Andriani Silondae; Maudhy Satyadharma; Muhamad Rajulan; Hado; Mahdar +1 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji representasi nasionalisme dalam dokumenter YouTube tentang Pulau Enggano sebagai pulau terpencil dengan potensi alam dan budaya yang belum optimal. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketimpangan pembangunan dan promosi pariwisata, di mana wilayah populer lebih dominan dibandingkan pulau kecil. Melalui pendekatan analisis isi deskriptif, penelitian ini menelaah makna pesan dalam video yang menampilkan perspektif wisatawan asing terhadap keindahan Enggano. Hasil kajian menunjukkan bahwa nasionalisme tercermin dalam kebanggaan terhadap wilayah, peran bahasa Indonesia sebagai perekat identitas, serta pentingnya nasionalisme ekologis dalam menjaga lingkungan. Selain itu, pariwisata berperan sebagai diplomasi budaya yang memperkuat citra bangsa. Media sosial seperti YouTube menjadi sarana strategis dalam membangun kesadaran nasionalisme, mendorong kepedulian, serta memperkuat identitas dan kecintaan terhadap kekayaan Indonesia secara berkelanjutan.

Muhamad Rajulan; Asriyati; Rahmawati Sahupala; Maudhy Satyadharma

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pelayanan arus mudik Lebaran tidak hanya merupakan aktivitas teknis dalam pengelolaan transportasi, tetapi juga mencerminkan implementasi nilai kepahlawanan aparatur negara dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fenomena mudik yang memicu mobilitas massal menuntut kesiapan pelayanan yang optimal, sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi penyelenggara transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai kepahlawanan dalam pelayanan arus mudik 1447 H (2026) pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk implementasi Program Mudik Gratis Bersama ASR. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data empiris lapangan dan pemberitaan media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepahlawanan tercermin melalui tanggung jawab, pengorbanan, keikhlasan, dan keberanian aparatur. Internalisasi nilai tersebut didukung oleh budaya organisasi, pelatihan, keteladanan pimpinan, serta kolaborasi lintas sektor. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan tekanan kerja tinggi, sehingga diperlukan strategi penguatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Syamsi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter anak di tengah tantangan era digital yang berpotensi memengaruhi perilaku dan moral generasi muda. Dalam konteks pendidikan nonformal berbasis keagamaan, komunikasi Islam dipandang sebagai pendekatan strategis untuk menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi Islam yang diterapkan pembina, peran pembina dalam membangun karakter anak, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan pada Komunitas Ngaji Anak di Desa Sumara Jaya, Kabupaten Morowali Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis normatif, psikologis, dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina menerapkan prinsip komunikasi Islam seperti qaulan layyinan dan qaulan ma’rufan dalam interaksi dengan anak. Pembina berperan sebagai komunikator, motivator, fasilitator, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan adab. Lingkungan religius menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan sarana menjadi hambatan dalam proses pembinaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi Islam yang dilakukan secara konsisten dan penuh keteladanan efektif dalam membentuk karakter anak di lingkungan komunitas keagamaan nonformal.

Norma Ayu Lutfiani; Emi Lilawati; M. Aliyul Wafa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidz Al-Quran terhadap pembentukan karakter positif santri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas program, serta mengeksplorasi pengalaman transformasi diri santri di Asrama Darul Quran Bidayatul Hidayah Mojokerto. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pengajar dan santri, serta analisis dokumen, hasil penelitian menunjukkan program tahfidz efektif menanamkan nilai disiplin, religiusitas, dan tanggung jawab melalui murojaah harian, talaqqi, serta pembiasaan adab Islami pasca-shalat. Faktor pendukung utama mencakup keteladanan pengajar dan lingkungan asrama terstruktur, sementara penghambat seperti kurang motivasi diatasi dengan variasi metode hafalan. Persepsi santri menggambarkan peningkatan kesabaran, kemandirian, dan ketergantungan pada Al-Quran, memberikan kontribusi teoritis pada pendidikan karakter berbasis Quran serta rekomendasi praktis bagi pengajar pesantren.

Endang Fitriani; Risa Purnamasari; Jevri Buari; Sukrom Makmun; Agus Arib Wibowo +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menganalisis Asbābun Nuzūl sebagai pendekatan kontekstual dalam studi Ulumul Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami ayat Al-Qur’an tidak hanya secara tekstual, tetapi juga berdasarkan konteks historis dan sosial yang melatarbelakangi turunnya ayat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan sumber tertulis yang relevan dengan tema Asbābun Nuzūl, Ulumul Qur’an, dan tafsir kontekstual. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asbābun Nuzūl memiliki fungsi penting dalam menjelaskan makna ayat, menghindarkan kesalahan penafsiran, dan menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas yang melatarinya. Analisis pada QS. Al-Baqarah: 115, QS. An-Nur: 11, dan QS. Al-Mujadilah: 1 memperlihatkan bahwa konteks turunnya ayat membantu mengungkap dimensi hukum, moral, dan sosial secara lebih utuh. Penelitian ini menegaskan bahwa Asbābun Nuzūl bukan hanya penjelas historis, tetapi juga instrumen metodologis yang memperkuat relevansi penafsiran Al-Qur’an dalam berbagai konteks kehidupan.

Alya Mahrusah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Fenomena Flexing atau perilaku memamerkan harta, status sosial, dan pencapaian materi menjadi tren yang semakin marak di era globalisasi dan media sosial. Dalam Islam, Flexing dipandang sebagai perilaku tercela yang mengandung unsur kesombongan, riya’, dan ketidakpedulian terhadap nilai kesederhanaan serta qana’ah. Penelitian ini mengkaji fenomena Flexing dengan pendekatan tafsir sufistik, berfokus pada penafsiran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam tafsirnya terhadap Surah At-Takatsur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut tafsir al-Jailani, perilaku Flexing tidak hanya menyebabkan kehampaan spiritual, tetapi juga menjauhkan manusia dari dzikrullah dan potensi keberkahan hidup. Flexing dipandang sebagai bentuk kelalaian (ghaflah) yang menjerumuskan manusia pada kesenangan duniawi semu hingga melupakan kematian dan kehidupan akhirat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan urgensi pemahaman Al-Qur’an, khususnya Surah At-Takatsur, sebagai pedoman untuk menghindari perilaku Flexing. Melalui perspektif sufistik, Islam tidak hanya melarang Flexing dari sisi etika sosial, tetapi juga mengajarkan jalan spiritual untuk mencapai kesederhanaan, zuhud, dan kesadaran transendental agar manusia mampu menata kehidupan duniawi tanpa kehilangan orientasi ukhrawi.

Rafidah Nur Fauziah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Hajj and Umrah represent one of the largest recurring forms of global religious mobility, involving complex multilingual interactions across airports, healthcare services, accommodation systems, and ritual sites. Despite this scale, limited English proficiency remains a recurrent barrier affecting pilgrims’ access, safety, and service navigation. Grounded in the English for Specific Purposes (ESP) framework, particularly John Munby’s Communicative Needs Processor and the needs-based approach of Hutchinson and Waters, this study examines the role of English Proficiency for Pilgrimage Contexts (EPC) in facilitating pilgrimage experiences. Employing a qualitative case study with embedded quantitative validation, data were collected from 30 pilgrims affiliated with KBIHU Birrulwalidain Cileunyi Bandung, complemented by interviews with religious guides and Saudi-based mutawwif. Thematic analysis and regression-based mediation testing were conducted to examine the relationships among EPC, Communicative Self-Efficacy (CSE), and Facilitation of Pilgrimage Experience (FPE). Findings indicate that EPC significantly influences FPE both directly and indirectly through CSE as a partial mediator. English competence functions as situationally bound functional capital, particularly in medical, transportation, and emergency contexts. The study conceptualizes English for Pilgrimage Purposes (EPP) as a distinct ESP sub-domain and recommends systematic needs-based curriculum integration in pilgrimage preparation programs.

Liana Uswa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya stereotip gender dalam rumah tangga Muslim pedesaan yang dipengaruhi konstruksi sosial patriarkal dan penafsiran keagamaan tradisional sehingga menimbulkan ketimpangan peran serta dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk stereotip gender, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjelaskan peran dakwah dalam memperbaiki pandangan masyarakat mengenai kesetaraan gender di Desa Sokkolia, Dusun Timbuseng, Kecamatan Bontomarannu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang realitas sosial masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa stereotip gender tampak pada pembagian kerja domestik yang tidak seimbang dan dominasi laki-laki dalam penentuan kebijakan rumah tangga. Faktor budaya patriarki, tingkat pendidikan yang relatif rendah, serta pemahaman keagamaan yang tekstual menjadi penyebab utama bertahannya konstruksi tersebut. Dakwah berperan sebagai instrumen edukatif dan transformatif melalui penyampaian pesan yang persuasif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam menanamkan nilai keadilan, kesalingan, dan tanggung jawab bersama sesuai ajaran Islam. Implikasinya, penguatan dakwah responsif gender berkontribusi pada perubahan pola pikir dan praktik relasi keluarga menuju rumah tangga yang lebih adil, harmonis, dan setara. Upaya ini sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya interpretasi agama yang inklusif dan berkeadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari berkelanjutan.

Muhammad Hikam Ainul Atho’; Hani’atul Khoiroh; Muhammad Syihabuddin

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pemikiran Ibn Miskawaih merupakan salah satu landasan penting dalam pengembangan pendidikan akhlak dalam tradisi keilmuan Islam. Melalui karya monumentalnya Tahdzīb al-Akhlāq wa Tathhīr al-A‘rāq, ia menyajikan konsep akhlak yang komprehensif dengan memadukan nilai-nilai Islam dan filsafat rasional. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan akhlak menurut Ibn Miskawaih yang meliputi hakikat akhlak, tujuan pendidikan akhlak, asas-asas pembentukannya, serta metode pendidikan yang ditawarkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Ibn Miskawaih, akhlak adalah kondisi jiwa yang menetap (malakah) yang dapat dibentuk melalui pembiasaan, pengendalian diri, dan pengembangan akal. Tujuan pendidikan akhlak adalah mencapai kesempurnaan manusia, kebahagiaan sejati, serta keseimbangan jiwa. Asas penting yang ditekankannya meliputi moderasi (al-wasath), pengendalian nafsu, peran akal, dan keteladanan. Adapun metode pendidikan akhlak mencakup pembiasaan, teladan, nasihat, serta latihan jiwa. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Miskawaih relevan untuk diterapkan dalam pendidikan karakter modern, khususnya dalam menghadapi tantangan moral dan sosial pada era global.

Nuansa Abdi Muhammad; Sujono

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pengelolaan sampah di wilayah perkotaan sering menghadapi ketidakefisienan akibat kurangnya data real-time mengenai volume sampah, yang berdampak pada rute pengangkutan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan sensor getaran piezoelektrik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai alternatif berbiaya rendah dalam mendeteksi intensitas pembuangan sampah. Metode prototyping diterapkan dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan platform cloud ThingSpeak, serta penerapan algoritma debouncing berbasis interval waktu untuk meminimalkan pembacaan ganda akibat sisa getaran. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan jenis objek sampah pada media kardus sebagai simulasi tempat sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mencapai tingkat keberhasilan 100% dalam pengiriman data ke cloud pada interval pembuangan lebih dari 16 detik, meskipun ditemukan kendala dalam mendeteksi sampah berbobot ringan (kurang dari 5 gram) sehingga memerlukan kalibrasi ambang batas yang presisi. Secara keseluruhan, metode deteksi berbasis getaran dinilai layak diterapkan dan lebih ekonomis dibandingkan sensor ultrasonik, meskipun memerlukan penyesuaian mekanis pada material tempat sampah untuk mencapai kinerja optimal.

Rozaq Shohibul Ichsan; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Studi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) yang moderat dan responsif terhadap dinamika sosial kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep studi Al-Qur’an serta penerapannya dalam PAI moderat berbasis leading turāth dalam konteks kurikulum pendidikan. Pendekatan leading turāth menempatkan khazanah intelektual Islam klasik sebagai fondasi epistemologis yang bersifat dinamis, kontekstual, dan kritis, sehingga mampu menghindarkan pembelajaran Al-Qur’an dari kecenderungan tekstualisme sempit maupun liberalisme berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur pendidikan Islam dan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi studi Al-Qur’an dengan nilai-nilai PAI moderat melalui basis leading turāth dapat memperkuat pemahaman keagamaan peserta didik yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Implementasi konsep ini dalam kurikulum pendidikan menuntut perumusan tujuan pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, pengembangan materi berbasis tafsir komparatif, serta penerapan metode pembelajaran dialogis dan reflektif. Dengan demikian, studi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter moderat dan berkeadaban. Artikel ini diharapkan dapat menjadi kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum PAI yang berlandaskan moderasi beragama dan tradisi keilmuan Islam.

Muzarah; Rika Sartika

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

TikTok sebagai media sosial yang sangat populer membawa peluang dan tantangan tersendiri bagi umat Islam, terutama dalam menjaga adab dan etika bermedia sosial sesuai tuntunan syariat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait adab bermedia sosial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima nilai Islam fundamental yang harus diterapkan dalam penggunaan TikTok, yaitu: (1) tabayyun atau verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten; (2) menjaga aurat dan kehormatan dalam setiap konten visual; (3) amar ma'ruf nahi munkar dengan menjadikan TikTok sebagai media dakwah; (4) menghindari ghibah dan namimah dalam setiap interaksi; dan (5) menjaga waktu agar tidak terbuang sia-sia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi umat Muslim selama penggunaannya tetap berpedoman pada nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Yulia Maulida; Rika Sartika

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai tafsir, yang merupakan proses pengungkapan lafazh Al-Qur’an, atau sebuah produk dari keilmuan seorang mufassir. Metode penelitian ini melalui studi pustaka. Hasil dan pembahasan penelitian ini meliputi pengertian tafsir secara bahasa dan istilah, periode penafsiran Al-Qur’an, metode penafsiran Al-Qur’an, pengertian pendidikan Islam, dan relevansi tafsir Al-Qur’an dan pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir sebagai intisari ialah menjelaskan makna lafazh-lafazh yang ada dalam al-quran, yang mampu menerangkan maksud dan tujuan al-quran sehingga bisa difahami dan diamalkan isinya. Dan intisari tafsir adalah merupakan sebuah proses dari masa ke masa dalam menerapkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dan tafsir yang sebenarnya akan senantiasa terbarukan dengan hadirnya disiplin ilmu pengetahuan agar melahirkan karya tafsir yang baik. Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat besar bagi penggemar kajian Al-Qur’an. Penelitian ini hanya menerangkan topik terkait konsep Tafsir Al-Qur’an dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Lalu, penelitian ini merekomendasikan agar dapat melahirkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep Tafsir Al-Qur’an melalui kajian komprehensif perspektif ilmuwan yang berkiblat pada literatur tafsir Al-Qur’an.