Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 121-140 of 231

Analytics

Mawaddah R; Reva Rahmadani; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas yang memiliki ekosistem tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Letak geografis, sejarah geologi, kondisi iklim, serta karakteristik wilayah kepulauan memberikan pengaruh besar terhadap pola persebaran flora dan fauna di berbagai kawasan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara biogeografi dan keanekaragaman hayati pada ekosistem tropis Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor ekologis yang memengaruhi persebaran spesies dan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Artikel yang dipilih berasal dari jurnal ilmiah terakreditasi, database akademik, serta sumber ilmiah relevan yang membahas biogeografi, keanekaragaman hayati, ekosistem tropis, dan konservasi ekologi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekosistem tropis Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi yang dipengaruhi oleh isolasi geografis, variasi lingkungan, proses evolusi, serta aktivitas manusia. Pola biogeografi di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur menunjukkan perbedaan komposisi spesies dan karakteristik ekosistem yang khas. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang biogeografi memiliki peran penting dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan.

Yadissabil Ilgiansyah; Rehan Sukma; Hutri Rizki Amelia; Dandi Arianto Pelly

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta keberlangsungan hidup flora dan fauna. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kawasan hutan tropis yang luas dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, kerusakan hutan yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penebangan liar, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, serta eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi kerusakan hutan di Indonesia serta dampaknya terhadap keberlangsungan hidup flora, fauna, dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan laporan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan hutan menyebabkan hilangnya habitat alami flora dan fauna, menurunnya keanekaragaman hayati, terganggunya rantai makanan, serta meningkatnya risiko bencana lingkungan seperti banjir, tanah longsor, dan pemanasan global. Selain itu, berbagai spesies tumbuhan dan satwa endemik Indonesia juga mengalami ancaman kepunahan akibat kerusakan ekosistem hutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian hutan melalui reboisasi, konservasi, penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Rahmah Fadillah Ripaini; Lia Afiqah; Hutri Rizki Amelia; Dandi Arianto Pelly

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran fauna di Indonesia berdasarkan pembagian biogeografi yang meliputi zona Asiatis, Wallacea, dan Australis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review dengan meninjau 31 artikel ilmiah bereputasi dari basis data nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik fauna di ketiga zona tersebut sangat dipengaruhi oleh sejarah geologi Paparan Sunda dan Paparan Sahul, serta isolasi wilayah di zona Wallacea. Fauna zona Asiatis didominasi oleh mamalia besar, zona Wallacea memiliki tingkat endemisme yang sangat tinggi karena isolasi pulau, sedangkan zona Australis didominasi oleh burung berwarna cerah dan mamalia berkantung. Kesimpulannya, pemahaman mengenai batas-batas biogeografi seperti Garis Wallace dan Weber sangat krusial dalam merancang strategi konservasi yang spesifik untuk melindungi spesies endemik dari ancaman aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Julia Armita Parenja; Miftah Az-zura Salsabila; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia dalam mendukung pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan. Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menyediakan berbagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep, permasalahan, serta strategi konservasi yang dapat diterapkan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa strategi konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia perlu dilakukan melalui pendekatan yang terpadu, meliputi perlindungan kawasan konservasi, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Alya Syafira; Dewi Maharani Sutarlin; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Persebaran vegetasi di permukaan bumi menunjukkan pola yang berbeda-beda pada setiap wilayah biogeografi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan seperti iklim, tanah, topografi, air, dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola persebaran vegetasi berdasarkan wilayah biogeografi serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya melalui pendekatan kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian terbaru terkait persebaran vegetasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap wilayah biogeografi memiliki karakteristik vegetasi yang khas sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Faktor air dan kelembapan menjadi unsur penting dalam menentukan pertumbuhan dan persebaran vegetasi karena berpengaruh terhadap proses fisiologis tumbuhan. Indonesia sebagai wilayah peralihan antara kawasan Oriental dan Australis memiliki keanekaragaman vegetasi yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian vegetasi sesuai karakteristik wilayah biogeografi.

Zahara Zafria Rahma; Zahratun Nasywa Elno; Hutri Riski Amelia; Dandi Arianto Pelly

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan sistem bumi (Earth System Change) terhadap pergeseran wilayah biogeografi dan kelangsungan hidup spesies di Pulau Sumatera. Perubahan sistem bumi yang meliputi peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta perubahan tutupan lahan telah memberikan tekanan signifikan terhadap keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis spasial berbasis Google Earth Engine (GEE) yang memanfaatkan data citra satelit seperti Landsat dan MODIS, serta data iklim global dalam rentang waktu tertentu. Analisis dilakukan melalui tahapan pengolahan data, identifikasi perubahan lingkungan, serta pemodelan potensi pergeseran habitat spesies berdasarkan parameter lingkungan seperti suhu, curah hujan, dan indeks vegetasi (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sistem bumi di Sumatera telah menyebabkan terjadinya pergeseran wilayah biogeografi yang ditandai dengan perubahan distribusi habitat yang sesuai bagi spesies. Spesies cenderung mengalami perpindahan ke wilayah dengan kondisi lingkungan yang lebih stabil, seperti daerah dengan ketinggian lebih tinggi atau kawasan yang masih memiliki tutupan hutan yang baik. Selain itu, perubahan tersebut juga berdampak pada penurunan kualitas habitat, fragmentasi ekosistem, serta meningkatnya risiko kepunahan spesies tertentu. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi berbasis data spasial untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati di Pulau Sumatera.

Alya Marni; Balqist Salsabila Mukharomah; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Indonesia memiliki kekayaan flora endemik yang luar biasa, seperti Rafflesia kemumu, Cyrtandra polyneura, dan pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), namun keberadaannya menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, degradasi lahan, perubahan iklim, serta eksploitasi berlebihan di habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran flora endemik di Indonesia, mengidentifikasi hambatan utama dalam upaya pelestarian, serta merumuskan strategi pelestarian yang terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan hayati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2024–2026 dari portal jurnal terakreditasi, serta didukung oleh metode observasi lapangan . Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi artikel, analisis isi, dan sintesis temuan. Berdasarkan hasil kajian literatur dan observasi, ditemukan bahwa persebaran flora endemik sangat bergantung pada mikrohabitat yang spesifik, sementara tantangan utama pelestarian didominasi oleh faktor antropogenik seperti deforestasi dan rendahnya partisipasi masyarakat. Sebagai kesimpulan, diperlukan strategi pelestarian yang mengintegrasikan pendekatan in situ dan ex situ yang didukung oleh inovasi riset serta penguatan etnosains untuk menekan risiko kepunahan flora endemik di Indonesia.

Misa Mutiza; Yumna Zakiah; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, iklim tropis, serta karakteristik wilayah kepulauan. Persebaran flora dan fauna di Indonesia tidak terjadi secara acak, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan yang saling berinteraksi. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan dalam menentukan faktor dominan yang memengaruhi persebaran organisme, sehingga diperlukan kajian yang lebih terfokus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang memengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia.Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam rentang waktu 2015–2025. Sumber data diperoleh dari database akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi, analisis isi, dan sintesis temuan untuk menemukan pola umum.Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor iklim, khususnya suhu dan curah hujan, merupakan faktor dominan dalam menentukan persebaran flora dan fauna di Indonesia. Selain itu, faktor tanah, topografi, serta aktivitas manusia seperti deforestasi dan alih fungsi lahan juga memberikan pengaruh signifikan terhadap pola distribusi organisme. Interaksi antar faktor tersebut membentuk karakteristik ekosistem yang beragam di setiap wilayah IndonesiaKesimpulannya, persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh kombinasi faktor abiotik, biotik, dan aktivitas manusia, dengan iklim sebagai faktor utama. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Annisa Herviana; Vania Azalia; Hutri Rizki Amelia; Yulia Asyura

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Lahan gambut di Provinsi Riau merupakan salah satu ekosistem penting yang memiliki peran besar dalam penyimpanan karbon serta menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, ekosistem ini sangat rentan terhadap kebakaran yang sering terjadi akibat kondisi kekeringan, perubahan sistem hidrologi, serta aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dan pembangunan drainase. Kebakaran lahan gambut dapat menyebabkan perubahan struktur dan komposisi vegetasi serta mempengaruhi proses pemulihan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi vegetasi serta dampak kebakaran terhadap ekosistem lahan gambut di Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terkait vegetasi gambut dan kebakaran hutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebakaran lahan gambut menyebabkan perubahan komposisi vegetasi yang ditandai dengan munculnya vegetasi pionir yang mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan yang terganggu. Beberapa jenis vegetasi yang umum ditemukan pada lahan gambut bekas terbakar antara lain Macaranga sp., Ficus sp., Melastoma malabathricum, dan Imperata cylindrica. Vegetasi tersebut berperan penting dalam proses suksesi alami serta dalam akumulasi biomassa dan penyerapan karbon. Dengan demikian, pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan serta upaya restorasi ekosistem sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran dan mendukung proses pemulihan ekosistem gambut di Provinsi Riau.

Ainil Hasanah Harahap; Ririn Wilka; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan financial technology melahirkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), salah satunya Shopee PayLater yang mendominasi pasar Indonesia dengan lebih dari 12 juta pengguna aktif. Namun, sistem ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kesesuaiannya dengan prinsip fiqih muamalah, khususnya akad qardh dan larangan riba. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transaksi Shopee PayLater serta mengidentifikasi ada tidaknya unsur riba dalam sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga cicilan yang ditetapkan sejak awal akad termasuk kategori riba qardh, sedangkan denda keterlambatan 5% termasuk riba jahiliyah yang tidak memenuhi ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 17/DSN-MUI/IX/2000. Pengecualian berlaku bagi pengguna yang membayar penuh tepat waktu. Disimpulkan bahwa Shopee PayLater secara struktural tidak sesuai dengan prinsip syariah, sehingga konsumen Muslim dianjurkan bersikap ihtiyath dan regulator didorong mengembangkan regulasi fintech berbasis syariah.

Hasriani Dwy Anjani; Tiara Ayu Safitri Dewi; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Biogeografi merupakan ilmu yang mempelajari persebaran makhluk hidup, termasuk vegetasi, berdasarkan kondisi lingkungan. Kabupaten Pelalawan Regency memiliki kondisi geografis yang didominasi lahan gambut dan hutan tropis sehingga memengaruhi pola persebaran vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran vegetasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kabupaten Pelalawan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi di Kabupaten Pelalawan didominasi oleh hutan rawa gambut. Persebaran vegetasi dipengaruhi oleh iklim, tanah, hidrologi, dan aktivitas manusia, terutama alih fungsi lahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

Erlina; Syamzaimar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Permainan tradisional congklak merupakan salah satu budaya lokal Indonesia yang memiliki nilai filosofis serta mengandung berbagai nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya, congklak mengajarkan pentingnya menghargai aturan, bersikap adil, serta menghormati orang lain. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan masyarakat. Namun, di era globalisasai, perkembangan teknologi dan masuknya budaya asing menyebabkan generasi muda semakin jarang mengenal permainan tradisional. Kondisi ini berdampak pada melemahnya pemahaman terhadap budaya lokal dan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, penyampaian nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan sering kali dilakukan secara teoritis dan cenderung kaku sehingga kurang menarik bagi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih menyenangkan, salah satunya melalui permainan tradisional congklak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi permainan congklak sebagai sarana internalisasi nilai-nilai pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan permainan tradisional, pendidikan karakter, dan nilai-nilai Pancasila. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengkaji, dan menghubungkan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional congklak dengan implementasi sila-sila Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional congklak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Permainan tradisional congklak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, permainan tradisional congklak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai- nilai seperti kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, kesabaran, sportivitas, dan kemampuan berpikir strategis. Permainan tradisional congklak  memiliki nilai filosofis dan edukatif yang dapat mendukung pembentukan karakter. Melalui proses bermain yang interaktif dan menyenangkan, peserta didik dapat memahami serta menerapkan nilai-nilai Pancasila secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, permainan tradisionalcongklak memiliki relevansi sebagai media edukasi budaya dan sarana internalisassi nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi. Pelestarian permainan tradisional juga menjadi upaya penting dalam mempertahankan identitas budaya sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter.

Kalara; Rahmad Refaldy; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas di dunia dengan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran flora dan fauna di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang memengaruhinya berdasarkan perspektif biogeografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terhadap 17 artikel ilmiah yang mencakup berbagai wilayah biogeografi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran flora dan fauna dipengaruhi oleh topografi, iklim, jenis tanah, ketersediaan air, sejarah geologi, serta aktivitas manusia seperti deforestasi dan fragmentasi habitat. Zona Wallacea memiliki tingkat endemisitas tinggi, sementara wilayah lain menunjukkan pola distribusi yang berbeda sesuai kondisi lingkungannya. Kajian ini menegaskan pentingnya pemahaman faktor lingkungan dalam mendukung pengelolaan biodiversitas dan konservasi berkelanjutan di Indonesia.

Aulia Putri Nurjanah; Ropi Yanti; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Ekosistem tropis merupakan salah satu ekosistem paling kompleks dan kaya secara biologis di muka bumi, namun pola persebaran vegetasi tropis hingga kini masih menjadi tantangan ilmiah yang membutuhkan pendekatan analitis komprehensif. Penelitian ini mengkaji penerapan analisis spasial-ekologis yang mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh (remote sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan metode statistik ekologi sebagai kerangka metodologis dalam mengidentifikasi dan menjelaskan pola distribusi fitososiologis vegetasi di kawasan hutan hujan tropis. Melalui pemodelan spasial berbasis data citra satelit multitemporal serta analisis faktor lingkungan seperti topografi, iklim mikro, kelembapan tanah, dan gangguan antropogenik, kajian ini menunjukkan bahwa pola persebaran vegetasi tropis bersifat heterogen, bertingkat secara vertikal, dan sangat dipengaruhi oleh gradien lingkungan lokal maupun regional dalam kerangka ekologi lanskap. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan spasial-ekologis terpadu merupakan instrumen yang efektif dan esensial dalam upaya pemantauan, konservasi, dan pengelolaan keanekaragaman hayati kawasan tropis secara berkelanjutan.

Shallu Madina; Nadeatul Asyiera; Hutri Rizki Amelia; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Indonesia memegang peranan krusial sebagai pusat megabiodiversitas dunia yang menyimpan kompleksitas biogeografi unik, namun stabilitas distribusi floranya kian terhimpit oleh berbagai tekanan ekosistem yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara mendalam kerumitan pola persebaran flora di tanah air melalui perspektif biogeografi serta pengaruh variabel ekologi lokal yang sering kali bersifat spesifik. Pendekatan yang digunakan adalah metode studi literatur sistematis terhadap 16 artikel ilmiah terpilih periode 2012-2025, yang kemudian diperkuat dengan observasi lapangan faktual di titik-titik strategis seperti Pulau Kalimantan, Papua, hingga kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat guna menghimpun data sekunder yang valid dan komprehensif. Fokus analisis diarahkan pada dinamika variabel abiotik utama yang meliputi fluktuasi iklim, struktur topografi wilayah, serta karakteristik pedologi atau kondisi tanah setempat. Temuan studi secara tegas mengonfirmasi bahwa pembagian zona biogeografis menjadi fondasi utama dalam pembentukan variasi keanekaragaman hayati, di mana faktor ekologi lokal bertindak sebagai penentu kritis bagi daya hidup dan eksistensi spesies endemik di habitat aslinya. Mengingat ancaman nyata dari aktivitas antropogenik dan perubahan iklim, strategi penyelamatan flora nasional ke depan memerlukan transformasi pendekatan menuju manajemen berbasis ekosistem yang lebih integratif, inklusif, dan didukung oleh akurasi data spasial demi menjamin keberlanjutan botani di masa depan.

M. Faris Kamil; Rossalia. Nh; Dandi Arianto Pelly; Hutri Rizki Amelia

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perubahan Iklim Global terhadap dinamika persebaran spesies serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan respons organisme dalam perspektif Biogeografi. Urgensi penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya kajian integratif yang menghubungkan perubahan iklim dengan kemampuan adaptasi, dispersal, dan hambatan geografis secara komprehensif, khususnya di wilayah tropis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel ilmiah terindeks pada rentang tahun 2000–2023 melalui basis data utama seperti Google Scholar dan ScienceDirect. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan komparasi antar penelitian untuk mengidentifikasi pola umum dan perbedaan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim mendorong pergeseran distribusi spesies secara spasial (lintang dan elevasi) serta temporal (fenologi), dengan variasi respons yang dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan. Selain itu, keterbatasan dispersal dan fragmentasi habitat menjadi kendala utama adaptasi spesies. Kesimpulannya, dinamika persebaran spesies merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor iklim, ekologis, dan antropogenik, sehingga diperlukan pendekatan konservasi adaptif berbasis data empiris dan model prediktif untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Nur Fadhilah; Chusnul Chotimah; Khoirun Nisa’

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan laptop sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, meliputi bentuk penggunaan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak diterapkannya program Madrasah Digital pada tahun 2022, laptop berperan sebagai media utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pemanfaatan laptop memungkinkan guru menyajikan materi secara lebih variatif melalui sumber digital, sehingga meningkatkan pemahaman siswa, khususnya pada materi yang bersifat abstrak. Selain itu, penggunaan laptop juga meningkatkan efisiensi pembelajaran dan mempermudah administrasi penilaian. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas, pelatihan guru, dan budaya digital, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan perangkat, jaringan internet, dan kesiapan guru. Secara keseluruhan, penggunaan laptop berdampak positif terhadap efektivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa.

Dwi Natasya; Eggi Khoirani Lutfia; Hutri Rizki Amelia; Fatmawati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna di Provinsi Riau serta mengkaji peran edukasi biodiversitas dalam meningkatkan upaya konservasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai hasil penelitian terkait keanekaragaman fauna dan edukasi lingkungan, serta didukung oleh data sekunder dari artikel ilmiah, jurnal, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keanekaragaman fauna di Riau meliputi primata seperti lutung nokah, monyet ekor panjang, beruk, dan ungko, serta mamalia besar seperti gajah Sumatera, harimau Sumatera, beruang madu, dan tapir yang tersebar di berbagai kawasan konservasi. Edukasi biodiversitas dilakukan melalui penyuluhan, media pembelajaran interaktif, serta kegiatan praktik langsung seperti pengamatan lingkungan. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dari nilai 55 menjadi 90, serta membentuk sikap peduli lingkungan dan kemampuan dalam melakukan tindakan pelestarian sederhana, sehingga mendukung upaya konservasi secara berkelanjutan.

Wandi Haris; Miko Indrawan; Azwar; Muhammad Fikri; Rendi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk perbankan syariah pada Bank Syariah Berkah Fadhillah Air Tiris dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Perbankan syariah hadir sebagai alternatif sistem keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, seperti larangan riba, gharar, dan maisir, serta mengedepankan keadilan, transparansi, dan kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak bank dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Berkah Fadhillah Air Tiris telah menyediakan berbagai produk, seperti tabungan berbasis wadiah dan mudharabah, pembiayaan murabahah dan musyarakah, serta layanan jasa keuangan lainnya. Produk-produk tersebut dinilai telah sesuai dengan prinsip syariah dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal penyimpanan dana yang aman dan pembiayaan usaha yang halal. Keberadaan produk ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, di antaranya rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan syariah, terbatasnya inovasi layanan, serta kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak bank. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan literasi keuangan syariah serta pengembangan produk yang lebih inovatif dan berbasis teknologi. Dengan demikian, perbankan syariah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas inklusi keuangan di masyarakat

Ananda Kurniawan; Nadiya Septia Wati; Yola Nurlatifah; Hutri Rizki Amelia; Yulia Asyura

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kawasan Indo-Malaya merupakan salah satu wilayah biogeografi dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia yang mencakup Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia bagian barat, Malaysia, Thailand, dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola biogeografi serta faktor-faktor yang memengaruhi tingginya keanekaragaman hayati di kawasan Indo-Malaya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi yang relevan pada periode 2015–2025. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari sumber ilmiah seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran flora dan fauna di kawasan Indo-Malaya dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara sejarah geologi, iklim tropis yang stabil, perubahan muka laut pada masa glasial, serta proses evolusi jangka panjang. Keberadaan Paparan Sunda memungkinkan migrasi spesies dari daratan Asia, sedangkan Garis Wallace menjadi batas biogeografi penting yang menyebabkan diferensiasi spesies. Selain itu, kawasan ini memiliki tingkat endemisme yang tinggi, namun menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, fragmentasi habitat, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan strategi konservasi yang terintegrasi melalui perlindungan ekosistem, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian biodiversitas kawasan Indo-Malaya.