Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 101-120 of 231

Analytics

Khafifa Khairi Annisa; Nurcahaya; Zacky Ramadhan; M. Tizani Nawa Bik

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kebangkrutan dalam perspektif umum sering diartikan sebagai kondisi kehilangan harta atau kegagalan finansial. Namun, dalam ajaran Islam, kebangkrutan memiliki makna yang lebih mendalam sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebangkrutan yang hakiki dalam perspektif Hadis Tarbawi serta implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, yaitu menganalisis hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang orang yang bangkrut di hari kiamat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebangkrutan yang hakiki adalah kondisi seseorang yang kehilangan pahala amal ibadahnya karena perbuatan zalim terhadap orang lain, seperti mencaci, memfitnah, mengambil hak orang lain, dan melakukan kekerasan. Dalam perspektif tarbawi, hadis ini mengandung nilai pendidikan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual dan akhlak sosial. Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan spiritual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika peserta didik. Oleh karena itu, konsep kebangkrutan yang hakiki sangat relevan untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran guna membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Ratna Amalia; Nurcahaya; Anjely Ramadiansyah Putri; Bakhis Olga Sani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstract Teaching knowledge to others is a crucial part of the educational process, contributing to improving the quality of individuals and society. This study aims to analyze the importance of teaching, its underlying principles, and its impact on students' cognitive development and character. The method used was library research, reviewing various articles from relevant educational and Islamic journals. The results of the study indicate that teaching knowledge serves not only as a transfer of knowledge but also as a process for shaping attitudes, values, and social skills. Furthermore, teaching effectiveness is greatly influenced by the methods used, the competence of the teacher, and the interaction between the teacher and students. From an Islamic educational perspective, teaching knowledge has the value of worship and is a continuous charity that provides ongoing benefits. Therefore, awareness and responsibility are required for each individual to not only acquire knowledge but also to practice and disseminate it wisely.

Nur Alifah, Atik; Fauzan Mubarok; Yulia Priyati Ning Tyas

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

This study aims to analyze the epistemology of Islamic education by focusing on the nature and sources of knowledge from an Islamic perspective, as well as its relevance to the development of contemporary Islamic education. The research employs a qualitative approach through library research by examining various literature related to the philosophy of knowledge and Islamic education. The findings indicate that the epistemology of Islamic education views knowledge as a unified whole derived from revelation, reason, sensory perception, and intuition. Knowledge is not merely understood as empirical information, but also encompasses spiritual and moral dimensions that aim to bring humans closer to Allah SWT and to achieve happiness in both this world and the hereafter. Furthermore, the concept of knowledge integration serves as an important foundation for overcoming the dichotomy between religious and general sciences. The relevance of Islamic educational epistemology in the contemporary context is reflected in efforts to develop an educational system that is holistic, integrative, and oriented toward character building. The thoughts of figures such as Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Khaldun, Ki Hajar Dewantara, Azyumardi Azra, and Nurcholish Madjid emphasize that Islamic education must be adaptive to the developments of the times without neglecting spiritual values. Therefore, the epistemology of Islamic education plays an important role in building an educational system capable of producing knowledgeable, morally grounded individuals who are ready to face global challenges.

Muhammad Ridho; Abdurrahman Sulaimana Syaputra; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini berfokus pada kajian mengenai standar keabsahan pengetahuan yang digunakan sebagai dasar legitimasi penafsiran Al-Qur’an dalam tradisi Ulumul Qur’an. Dengan memanfaatkan pendekatan epistemologi kritis, penelitian ini menganalisis tiga bentuk utama interpretasi, yaitu tafsir, ta’wil, dan kashf, untuk menelaah implikasinya terhadap persoalan kebenaran, objektivitas, serta kriteria yang menentukan validitas suatu penafsiran. Kajian ini berargumen bahwa ketiga modalitas tersebut tidak memiliki kedudukan epistemologis yang setara. Tafsir dinilai memiliki tingkat validitas yang lebih kuat karena bertumpu pada analisis linguistik dan historis yang dapat diverifikasi secara intersubjektif, sedangkan ta’wil beroperasi dalam kerangka hermeneutis yang menuntut penggunaan rasionalitas serta berpedoman pada kaidah dan tradisi keilmuan yang telah berkembang. Sementara itu, kashf menghadapi tantangan epistemologis yang lebih kompleks karena didasarkan pada pengalaman spiritual yang bersifat personal dan sulit diuji secara objektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen kualitatif dengan pendekatan hermeneutika kritis serta mengkaji berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan epistemologi Islam, filsafat tafsir, dan studi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ulumul Qur’an telah mengembangkan konstruksi hierarki validitas penafsiran yang cukup kompleks, namun konstruksi tersebut masih memerlukan perumusan ulang secara lebih sistematis dalam kerangka epistemologi kontemporer agar tetap relevan dalam menjawab tantangan hermeneutika modern, termasuk fenomena demokratisasi penafsiran Al-Qur’an di era digital.

M. Safi’i; Dewi Yuwandari; Naswa Mutiadilara; Sandes Mario; Ahmad Makmun Khodori

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas tentang keberadaan Tradisi Kolam Hijau sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Siak. Tradisi ini dipercaya telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah dan berkaitan dengan kegiatan pencucian senjata para panglima kerajaan pada malam satu suro atau 1 Muharram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sejarah, nilai sosial, nilai budaya, kepercayaan tradisional, serta etika lingkungan yang terdapat dalam Tradisi Kolam Hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolam Hijau bukan hanya dianggap sebagai peninggalan sejarah kerajaan Melayu, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat setempat. Tradisi yang masih dipertahankan hingga sekarang memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara masyarakat dengan warisan leluhur mereka. Selain itu, tradisi tersebut juga memiliki fungsi sosial dalam mempererat hubungan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Masyarakat juga masih mempercayai air Kolam Hijau sebagai bagian dari pengobatan tradisional, meskipun secara ilmiah belum terdapat bukti medis yang mendukung hal tersebut. Oleh karena itu, pelestarian budaya dan lingkungan di kawasan Kolam Hijau perlu terus dilakukan agar nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

Ariel Rubadri; Gilang Ramadhan; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan berbagai instrumen pembayaran digital, salah satunya e-wallet. Kemudahan yang ditawarkan e-wallet dalam kehidupan sehari-hari ternyata menyimpan pertanyaan mendasar yang belum banyak dikaji: apakah mekanisme akad dalam transaksi e-wallet telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya akad wakalah dan ujrah? Artikel ini bertujuan menganalisis mekanisme akad e-wallet menggunakan kerangka wakalah pendelegasian kewenangan dari satu pihak kepada pihak lain untuk melaksanakan pekerjaan tertentu serta ujrah sebagai imbalan atas jasa yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan library research, bersumber dari kitab fiqih klasik dan kontemporer, fatwa DSN-MUI, serta regulasi Bank Indonesia dan OJK. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme e-wallet memiliki kesesuaian struktural dengan akad wakalah bil ujrah, di mana penyedia layanan bertindak sebagai wakil yang dipercaya mengelola transaksi keuangan pengguna. Kompensasi berupa biaya administrasi dan komisi merchant dapat dikategorikan sebagai ujrah yang sah selama memenuhi syarat kejelasan jumlah, kejelasan pekerjaan, serta bebas dari unsur gharar dan riba. Namun demikian, fitur pinjaman berbunga dan ketidakjelasan pengelolaan dana float berpotensi menimbulkan persoalan syariah yang perlu dikaji lebih lanjut.

Ahbib Mursidun; Alif Wildan Harish; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan ekonomi digital yang pesat dalam melahirkan model bisnis baru yang sebelumnya tidak dikenal dalam tradisi fiqih klasik, di antaranya adalah affiliate marketing dan influencer ekonomi. Kedua praktik ini telah menjadi sumber penghasilan yang signifikan bagi jutaan individu di seluruh dunia, termasuk masyarakat Muslim Indonesia. Namun demikian, belum banyak kajian ilmiah yang secara mendalam menganalisis kedua fenomena tersebut dari perspektif fiqih muamalah kontemporer. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen transaksi dalam affiliate marketing dan influencer ekonomi, kemudian mengevaluasi nya berdasarkan prinsip prinsip muamalah Islam khususnya agar Samsarah, ju’alah, ijarah, dan larangan gharar, maysir, serta tadlis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari literatur fiqih klasik, fatwa lembaga keagamaan, dan riset akademik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik affiliate marketing pada dasarnya dapat di akomodasi oleh akad Samsara dan juga ju’alah, sepanjang memenuhi syarat kejelasan objek, kepastian imbalan, dan kejujuran dalam penyampaian informasi kepada konsumen. Sementara itu, influencer ekonomi mensyaratkan keterbukaan Dan kejujuran konten sebagai fondasi keabsahan, serta menghindari promosi produk yang diharamkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan normatif bagi praktis ekonomi digital muslim dan bahan pertimbangan bagi lembaga fatwa dalam merumuskan regulasi yang komperhensif.

Dina Zahrotun Nabilah; Moh Haikal Ardany; Iftikharus Sadat Afif Aditya; Airlangga Bramayudha; Ahmad khairul Hakim

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Program Z-Ifthar oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk kolaborasi dengan BAZNAS RI dalam memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa Z-Ifthar tidak sekadar kegiatan bazar Ramadhan, melainkan sarana pemberdayaan ekonomi produktif melalui penyediaan fasilitas usaha dan dukungan modal awal. Program ini berdampak pada peningkatan pendapatan, perluasan peluang usaha, serta terbentuknya pusat ekonomi baru di tingkat lokal. Sinergi antar lembaga menjadi faktor penting keberhasilan, meskipun masih terdapat tantangan pada aspek keberlanjutan dan kemandirian penerima manfaat.   Kata kunci: Z-ifthar, zakat produktif UMKM, pemberdayaan ekonomi  

Fajrul Falah; Abdullah Afif

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Fenomena wanita karir yang bekerja di luar rumah sering kali memicu pergeseran nilai dalam pemenuhan hak dan kewajiban domestik, yang tidak jarang menimbulkan konflik internal dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemenuhan hak dan kewajiban suami-istri pada keluarga wanita karir di Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, serta meninjaunya melalui perspektif sosiologi hukum Islam dan teori maslahah mursalah Abdul Wahab Khallaf. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan wanita karir, suami, tokoh masyarakat, dan aparat desa, yang kemudian dianalisis secara kualitatif melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma sosiologis menuju pola kemitraan yang setara (egalitarian partnership), di mana para istri menuntut pembagian beban domestik yang adil (sharing of burden). Aktivitas publik ini berdampak ganda; memperkuat ketahanan ekonomi keluarga (family economic resilience), namun berisiko memicu beban ganda (double burden) dan konflik internal jika tidak diimbangi adaptasi peran dari suami. Dalam perspektif maslahah mursalah, tuntutan pembagian peran domestik ini sah karena sejalan dengan asas raf’ul haraj (menghilangkan kesulitan) demi mewujudkan keadilan hukum keluarga. Status hukum dari dampak ganda ini bersifat kontekstual: bernilai maslahah (manfaat) apabila menjadi penyelamat ekonomi tanpa merusak keharmonisan, dan harus dihindari berdasarkan prinsip dar’u al-mafasid (menolak kerusakan) jika memicu penelantaran anak dan keretakan rumah tangga. Keberhasilan keluarga wanita karir di lokasi penelitian sangat bergantung pada fleksibilitas negosiasi peran dan komunikasi yang sehat antar pasangan.

Ririn Wilka; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah serta implikasinya dalam penafsiran Al-Qur'an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman tentang Makkiyah dan Madaniyah sebagai salah satu ilmu fundamental dalam Ulumul Qur'an yang sangat berpengaruh terhadap proses penafsiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data primer yang digunakan meliputi kitab-kitab Ulumul Qur'an klasik karya Manna' al-Qaththan, As-Suyuthi, Az-Zarqani, dan Az-Zarkasyi, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah dan buku-buku tafsir yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makkiyah dan Madaniyah didefinisikan berdasarkan waktu turunnya wahyu, yaitu sebelum dan sesudah hijrah Nabi SAW ke Madinah. Ayat-ayat Makkiyah memiliki karakteristik yang berfokus pada tema akidah dan tauhid dengan gaya bahasa yang singkat dan tegas, sedangkan ayat-ayat Madaniyah lebih banyak membahas hukum syariat dan kehidupan sosial dengan gaya bahasa yang lebih panjang dan terperinci. Pemahaman tentang kedua kategori ini terbukti memiliki implikasi yang signifikan dalam penafsiran Al-Qur'an, meliputi pemahaman konteks historis, kajian nasikh dan mansukh, tahapan penetapan hukum Islam, serta penerapan metode tafsir maudhu'i. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ilmu Makkiyah dan Madaniyah merupakan instrumen penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses penafsiran Al-Qur'an secara komprehensif dan kontekstual.

Muhammad Ridwan Ritonga; Saimi; Fatmah Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Akad qardh adalah akad pinjaman dalam Islam di mana peminjam wajib mengembalikan sejumlah yang diterima tanpa tambahan apapun. Landasan utamanya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 245 melalui frasa qardhan hasanan yang mengandung nilai tolong-menolong, solidaritas sosial, dan dimensi spiritual yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad qardh tetap relevan di era kontemporer melalui penerapannya pada lembaga keuangan syariah, pembiayaan mikro, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai alternatif atas sistem pinjaman berbasis bunga.

Ainil Hasanah Harahap; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji urgensi menjaga makanan dalam perspektif QS. 'Abasa [80]: 24. Meningkatnya penyakit degeneratif akibat pola konsumsi yang tidak terkontrol di mana prevalensi obesitas di Indonesia tercatat 21,8% (2018) dan 12,2% pada deteksi dini tahun 2023 menjadikan kajian ini relevan dan mendesak. Penelitian bertujuan menganalisis makna falyanẓur secara linguistik, mengkaji munāsabah ayat 24 dengan ayat 25–32, serta merumuskan relevansinya terhadap kehidupan kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū'ī) dan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falyanẓur mengandung perintah kognitif yang mengikat (wujūb al-tafakkur), dan analisis munāsabah tartībiyyah mengungkapkan bahwa ayat 24 merupakan muqaddimah dari rangkaian ayat 24–32 yang memuat peta gizi alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perintah menjaga makanan mencakup tiga lapis urgensi: normatif, spiritual, dan praksis sebagai wujud ketaatan dan syukur kepada Allah.

Riri Zainap; Ega Ignatia Nandari; Irfan Taufik Noprilis; Diva Zulaiqa Ananta

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas tentang Tradisi lubuk larangan yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu Riau dalam menjaga kelestarian sumber daya perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Lubuk Larangan Sembat Kampar di Desa Kampar Kecamatan Kampa sebagai strategi pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lubuk larangan berfungsi sebagai aturan adat yang melarang masyarakat menangkap ikan pada kawasan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Tradisi ini mampu menjaga keseimbangan ekosistem sungai, melestarikan populasi ikan, memperkuat nilai gotong royong, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, pengelolaan lubuk larangan dilakukan melalui kesepakatan adat yang melibatkan ninik mamak, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Dengan demikian, tradisi Lubuk Larangan Sembat Kampar menjadi salah satu strategi pelestarian lingkungan yang efektif karena menggabungkan nilai budaya, sosial, dan konservasi alam.

Mukhammad Nur Hakim; Ellen Prima

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Tembang Macapat merupakan bentuk puisi tembang tradisional Jawa yang sarat nilai kearifan lokal dan ajaran moral. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis pengaruh tembang Macapat dalam dua dimensi utama: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Psikologi Pendidikan. Melalui metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review), penelitian ini menganalisis teks-teks tembang Macapat—meliputi Mijil, Sinom, Dhandhanggula, Pangkur, dan Kinanthi—serta menginterpretasikan kandungan filosofisnya dalam kerangka ajaran Islam dan teori-teori psikologi pendidikan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tembang Macapat mengandung substansi tauhid, akhlak, dan tasawuf yang selaras dengan prinsip-prinsip PAI. Dalam perspektif psikologi pendidikan, tembang ini terbukti berperan sebagai medium internalisasi nilai, pembentukan karakter, dan regulasi emosi peserta didik. Namun demikian, kajian ini juga mengidentifikasi potensi risiko kognitif dan teologis ketika tembang dihayati secara literalis tanpa pemahaman yang memadai, khususnya dalam konteks masyarakat yang mewarisi tradisi secara turun-temurun tanpa refleksi kritis. Artikel ini selanjutnya memetakan perbandingan antara individu yang mempelajari tembang secara mendalam (penghayatan) dengan mereka yang hanya menyanyikan tanpa refleksi makna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan integrasi tembang Macapat dalam kurikulum PAI secara kritis dan kontekstual.

Selviana; Khoirun Nisa Lubis; Fitra Aulia Ramadhani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat adat terhadap pengelolaan dan pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, yaitu tokoh adat dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki persepsi positif terhadap keberadaan hutan larangan sebagai warisan leluhur yang memiliki fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi. Pengelolaan hutan dilakukan berdasarkan aturan adat yang dipimpin oleh ninik mamak dan Penghulu Nan Sepuluh melalui prinsip Tigo Tungku Sajorangan. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan partisipasi masyarakat meliputi nilai adat dan budaya, faktor ekonomi, kesadaran lingkungan, serta peran kelembagaan adat. Keberadaan aturan adat dan pengawasan sosial terbukti mampu menjaga kelestarian hutan, meskipun tekanan ekonomi dan pertambahan penduduk menjadi tantangan dalam pengelolaannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kerja sama antara masyarakat adat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam memperkuat pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal melalui pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Raisya Riana; Natasya Syawalia Qalbi; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Asbabun nuzul merupakan salah satu kajian penting dalam Ulumul Quran yang membahas tentang sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an. Pemahaman terhadap asbabun nuzul sangat berpengaruh dalam proses penafsiran ayat Al-Qur’an karena dapat membantu memahami latar belakang, konteks, dan tujuan turunnya suatu ayat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asbabun nuzul terhadap penafsiran ayat Al-Qur’an serta pentingnya kajian tersebut dalam memahami makna ayat secara tepat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan ulumul Quran dan tafsir. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman asbabun nuzul dapat membantu mufassir dalam menghindari kesalahan penafsiran, memahami konteks historis ayat, serta menjelaskan hikmah di balik turunnya ayat Al-Qur’an. Dengan demikian, asbabun nuzul memiliki peranan yang sangat penting dalam penafsiran Al-Qur’an agar makna ayat dapat dipahami secara benar dan menyeluruh.

A. Fauzi Aziz; Faris Arry Hidayatullah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas praktik wali mujbir dalam tradisi Abhekalan di Desa Pramian, Kabupaten Sampang, Madura, di mana orang tua terutama ayah dapat menikahkan anak perempuannya tanpa persetujuan. Tradisi ini dianggap menjaga kehormatan keluarga namun bertentangan dengan hukum positif Indonesia yang mewajibkan persetujuan kedua mempelai dalam pernikahan. Ketegangan antara hukum adat, hukum agama, dan hukum negara menjadi latar belakang utama penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, menggunakan teori Living Law dari Eugen Ehrlich dan Social Engineering dari Roscoe Pound. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap masyarakat lokal yang menjalankan atau terlibat dalam praktik Abhekalan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan praktik wali mujbir dalam tradisi Abhekalan serta menganalisisnya melalui teori Living Law dan Social Engineering dalam perspektif sosiologi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wali mujbir dalam tradisi Abhekalan masih diterima secara luas sebagai bagian dari identitas budaya dan kontrol sosial. Namun, terdapat resistensi dari sebagian perempuan dan kelompok muda yang mulai menyadari pentingnya hak untuk memilih pasangan hidup. Teori Living Law menegaskan bahwa keberadaan hukum adat ini terus hidup karena mendapatkan legitimasi sosial, sementara teori Social Engineering menuntut adanya reformasi hukum untuk menjembatani kepentingan adat dan perlindungan hak individu. Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara pendekatan sosiologis dan yuridis dalam membangun hukum keluarga Islam yang adil, kontekstual, dan berakar pada keadilan sosial.

M. Zaid Syahputra; Safi’I; Rendi; Fitra Aulia Ramadhani; Sri Yuliani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perang Dunia II merupakan salah satu konflik terbesar dalam sejarah manusia yang memberikan dampak luas terhadap kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan kemanusiaan di berbagai negara. Konflik yang berlangsung pada tahun 1939–1945 tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kehancuran negara-negara yang terlibat, tetapi juga memunculkan berbagai krisis kemanusiaan seperti kelaparan, pengungsian, genosida, serta pelanggaran hak asasi manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial historis Perang Dunia II terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perang Dunia II menjadi titik penting dalam perkembangan kesadaran internasional mengenai perlindungan hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. Selain itu, perang tersebut juga meninggalkan trauma sosial yang panjang dan memengaruhi perkembangan tatanan dunia modern hingga saat ini.

Ayu Ritnasari; Syamzaimar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kewarganegaraan dan hak asasi manusia merupakan konsep fundamental dalam sistem hukum modern yang memiliki peran penting dalam menjamin keadilan, persamaan, dan perlindungan terhadap martabat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kewarganegaraan dan hak asasi manusia dalam perspektif hukum nasional dan hukum Islam, serta menemukan bentuk integrasi kedua sistem hukum tersebut dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan normatif dan analitis melalui kajian terhadap konstitusi, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, serta berbagai literatur hukum Islam yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum nasional di Indonesia menjamin hak asasi manusia sebagai hak konstitusional warga negara yang wajib dilindungi oleh negara melalui instrumen hukum dan prinsip demokrasi. Sementara itu, hukum Islam memandang hak asasi manusia sebagai bagian dari maqashid syariah yang bertujuan menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sebagai unsur utama kesejahteraan manusia. Kedua sistem hukum tersebut sama-sama menekankan prinsip keadilan, persamaan di hadapan hukum, kebebasan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, meskipun memiliki perbedaan pada landasan filosofis dan teologis. Penelitian ini juga menegaskan bahwa integrasi antara hukum nasional dan nilai-nilai hukum Islam dapat memperkuat sistem kewarganegaraan yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan sosial. Integrasi tersebut relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti diskriminasi, statelessness, ketimpangan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia dalam kehidupan masyarakat modern. Oleh karena itu, harmonisasi antara hukum nasional dan prinsip-prinsip Islam menjadi penting dalam menciptakan sistem hukum yang seimbang, demokratis, dan mampu memberikan perlindungan terhadap hak-hak dasar seluruh warga negara.

Zidane Alfiqhi Achmad; Afif Kholishun Nashoih; M. Aliyul Wafa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kitab Manaqib Nurul Burhani karya K.H. Muslih bin Abdurrahman sering dibaca secara ritual-simbolik tanpa menggali nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai akhlak dan tasawuf dalam kitab tersebut sebagai sumber pendidikan karakter Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menemukan dua dimensi akhlak: (1) akhlak relasional kepada Allah (iman, taqwa, ridha, taubat), kepada Rasulullah (mahabbah, keteladanan, shalawat), dan kepada sesama (bakti orang tua, penghormatan guru, kepedulian sosial); (2) akhlak mahmudah meliputi jujur, sabar, syukur, tawadhu', dermawan, zuhud, dan wara'. Nilai tasawuf yang teridentifikasi meliputi tazkiyatun nafs, mujahadah, mahabbah, tawakkal, zuhud, sabar-syukur, ikhlas, dan taubat, yang semuanya terwujud dalam keteladanan Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Kitab ini merupakan sumber pembelajaran akhlak dan tasawuf yang relevan untuk pendidikan karakter Islam kontemporer.