Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Kezia Sri Ulina Br Ginting; Neli Gultom; Hottua Sihotang; Grecetinovitria Merliana Butar-butar

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Tafsiran Kitab Amos 3:3-5 menyajikan pesan yang mendalam tentang pentingnya kesetiaan dalam hubungan manusia dengan Allah. Amos menggunakan gambaran yang kuat untuk menegaskan bahwa hubungan yang erat dan harmonis dengan Allah memerlukan kesetiaan dan ketaatan yang harus disepakati oleh Bersama . Dalam konteks sosial dan politik pada masa Amos, di mana ketidakadilan dan penyembahan berhala merajalela, pesan Amos menjadi relevan karena menyoroti konsekuensi dari ketidaksetiaan terhadap Allah. Kesetiaan dalam hubungan dengan Allah bukan hanya aspek spiritual, tetapi juga memengaruhi hubungan horizontal antar sesama manusia. Dengan memahami dan mematuhi prinsip kesetiaan ini, umat dapat merasakan berkat dan perlindungan Allah dalam kehidupan mereka.

Sundari Sinaga; Alda Safitri Manalu; Pirmando Mendrofa; Stevania Yolanda Si Manullang

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan ketaqwaan beribadah siswa IX. Kunjungi sekolah menengah pertama. Masa remaja merupakan masa kritis dalam pembentukan jati diri dan nilai-nilai spiritual, dan ketaatan beribadah pada masa ini seringkali menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus untuk memahami secara mendalam pengalaman dan cara pandang guru PAK dan remaja pelajar mengenai upaya membangun loyalitas beribadah. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam terhadap guru  dan siswa PAK, serta analisis dokumen terkait. Temuan penelitian mengungkapkan beberapa peran penting guru PAK dalam meningkatkan kesetiaan beribadah di kalangan remaja: (1) membangun hubungan yang positif dan saling percaya dengan siswa; ) mengintegrasikan nilai-nilai iman Kristen ke dalam proses pembelajaran, (3) ) mengamalkan secara aktif dan pendekatan pembelajaran terletak, dan  (4) memberikan dukungan dan bimbingan spiritual kepada individu. Temuan ini menyoroti pentingnya peran guru PAK sebagai panutan, pembimbing, dan pembimbing spiritual bagi generasi muda dalam menumbuhkan komitmen beribadah yang kuat dan bermakna.

Adi Rahmat Sihombing; Ayu Nopita Sigalingging

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Abstrak Pacaran adalah hubungan khusus antara dua orang yang bertujuan untuk saling mengenal lebih dalam. Namun, pacaran di era modern sering kali menghadapi tantangan seperti pengaruh negatif dari teknologi, gaya hidup bebas, dan tekanan sosial yang tinggi. Masalah seperti kehamilan remaja, penyakit menular seksual, dan hubungan yang tidak sehat kerap muncul akibat kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai moral yang kuat.Pacaran yang sehat harus berlandaskan firman Allah dan mematuhi perintah-Nya, menghindari perilaku yang melanggar norma kesusilaan dan agama. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam membimbing pemuda untuk menjalani pacaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip iman Kristen. PAK memberikan dasar moral dan spiritual yang kuat, membantu pemuda mengatasi pengaruh negatif dari perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. PAK juga berfungsi untuk membentuk karakter dan iman yang teguh, sehingga hubungan pacaran dapat dijalani dengan integritas dan komitmen yang tinggi. Pacaran yang benar harus berorientasi pada kasih kepada Allah, menghormati tubuh sebagai bait Roh Kudus, dan menjunjung tinggi kesucian. PAK membimbing pemuda dalam menerapkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kesetiaan, dan penghormatan dalam hubungan pacaran, sehingga tercipta hubungan yang sehat, berkelanjutan, dan memuliakan Allah.

Shindy Roidola Napitupulu; Intan Sari Deli Sidabutar; Monika Gultom

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Pendidikan Agama Kristen (PAK) membantu siswa mengembangkan kepribadian yang lebih sadar diri dan sederhana dengan menanamkan cita-cita Kristen dalam diri mereka. Prinsip utama kehidupan orang Kristen terdapat dalam Matius 5:3–30 dan Galatia 5:22–26. Ini adalah nilai-nilai Kristiani. Kebajikan Kristiani seperti kasih, kegembiraan, kedamaian, kesabaran, kebaikan hati, kebaikan, kesetiaan, kelembutan, dan pengendalian diri adalah contoh buah Roh. Teknik deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data mengenai penerapan PAK bagi remaja dan generasi muda di sekolah dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Untuk menilai seberapa baik prinsip-prinsip Kristiani digunakan dalam membentuk karakter siswa kelas VIII, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peran dan kontribusi remaja dan generasi muda dalam pendidikan.

Meletios Pakpahan; Reni Herayani Manik; Mely Triani Sihombing; Trivena br Nadeak; Asima Putri Handayani Nababan

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Setiap orang ingin memiliki keluarga yang lengkap dan utuh. Keluarga yang utuh biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang tinggal bersama dan berinteraksi satu sama lain dalam rumah tangga, serta bertanggung jawab sebagai anggota keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis keteguhan iman dan pengharapan. Pendekatan penelitian adalah fenomenologi untuk mendalami atau menganalisis bagaimana kesetiaan dan keteguhan iman para janda batak( na mabalu) dalam konteks Teologi pengharapan( kebertahanan). Nasib perempuan menyandang gelar janda setelah kematian suaminya harus dijalani oleh perempuan Batak Toba di Desa Gonting dalam menanggung rasa sakit, pilu, sepi, sedih, dan pahit. Perempuan batak yang sudah menjanda “namabalu” di Desa Gonting memiliki kesetiaan dan keteguhan iman yang kuat, meskipun menghadapi banyak tantangan setelah kehilangan suami mereka. Meskipun menderita dan merasa terpuruk, mereka tetap berjuang untuk membesarkan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan pengabdian. Ketiga informan yang menjadi subjek penelitian menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan sebagai janda dengan berbagai tantangan, baik secara ekonomi maupun emosional.

Rade Anjani Siahaan; Frans Naldo Marpaung

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Jurnal ini menyelidiki konsep etika berpacaran dari sudut pandang Kristen. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip moral yang terkandung dalam ajaran Kristen, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana individu Kristen dapat mengelola hubungan percintaan mereka dengan integritas moral dan spiritual. Analisis ini mencakup aspek-aspek seperti komitmen, kesetiaan, penghormatan terhadap diri sendiri dan pasangan, serta perspektif tentang tujuan dan makna dalam hubungan omantic. Melalui pendekatan ini, penulis bertujuan untuk memberikan panduan etis bagi individu Kristen dalam menjalani hubungan berpacaran yang sehat dan membangun, sejalan dengan nilai-nilai agama mereka.

Mika Seri Dear Rohani Siahaan; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Dalam mengajar memiliki banyak sekali bagian-bagian seperti dengan tenaga pengajar itu sendiri ataupun guru, guru memiliki banyak sekali peraturan yang mengatur dan menjaga perilaku mereka dalam mengajar tidak bisa asal mengajar. Banyak ketentuan baik dalam bersosialisasi, bergaul, berkata, dan juga mengajar. Dalam guru pendidik agama kristen diberikan ketentuan untuk bisa menjadi pelaku, pembimbing bagi anak baik sikap dan tutur kata dalam kekristenan. Ditemukan pula bahwa guru yang menerapkan konsep kasih dalam pembelajaran menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral dan spiritual murid. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru agama dalam menerapkan kolose 3 : 23. Bekerja dengan sepenuh hati dalam konteks guru berarti melakukan tugas dan pekerjaan dengan penuh dedikasi dan integritas sebagai pelayanan kepada Tuhan dan bukan sekadar untuk manusia. Guru yang bekerja dengan sepenuh hati akan memiliki sikap ikhlas dan mencintai pekerjaannya, sehingga dapat mendidik dengan penuh dedikasi dan kesetiaan. Selain itu, guru yang bekerja dengan sepenuh hati akan menjaga keharmonian sekeliling ditempat kerja, bekerja dalam keadaan tenang, membantu rakan sekerja apabila diperlukan, dan memiliki niat yang ikhlas untuk mengajar murid ilmu-ilmu yang baik serta membimbing dengan sepenuh daya.

Hery Eko Prasetya Haloho; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Guru agama Kristen adalah seorang pemimpin yang terpanggil dan dipilih untuk menjadi guru, pembimbing dan pengasuh anak didik hingga kelak menjadi anak-anak yang saleh. Keluhuran budi dan menjadi teladan merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki dan diwujudkan oleh guru pendidikan agama Kristen dalam kepribadiannya. Seorang guru harus mempunyai akhlak yang mulia dan menjadi teladan agar dapat menjadi teladan  bagi siswanya. Akhlak mulia  membedakan seseorang dengan orang lain. Akhlak mulia terlihat dari watak dan tingkah lakunya. Seorang guru agama Kristen yang memiliki kemampuan pribadi untuk mengenal dan mempercayai Yesus dalam segala bidang kehidupannya dan yang ingin menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus ke seluruh dunia dengan hidupnya. Keterampilan kepribadian guru PAK adalah: kesetiaan, keteladanan, keadilan, kejujuran, objektivitas dalam penilaian, akhlak mulia dan kemampuan menjadi sahabat bagi siswa. sehingga melalui penelitian ini penulis menyatakan bahwa kompetensi pribadi guru pendidikan agama kristen yang berakhlak mulia dan  teladan dapat menentukan sikap dan perilaku siswa di sekolah.

Lamtiur Pardede; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Profesionalisme adalah  kata yang sering digunakan ketika kita melihat orang-orang bekerja dengan segala keterampilan dan kemampuannya serta penuh rasa tanggung jawab. Ketika guru bekerja secara profesional, mereka menghargai kinerja yang berkualitas, itulah sebabnya mengajar dianggap sebagai profesi yang sangat mulia dalam profesi apa pun. Dalam kaitannya dengan guru agama Kristen,  guru agama Kristen dipanggil untuk menjadi sekutu Tuhan dalam mendidik umat, oleh karena itu harus melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab. Penelitian ini membahas tentang peran guru agama Kristen dalam menjalankan tugasnya secara profesional tanpa pilih kasih. Fokus utamanya adalah pada penerapan aturan dan standar yang  ditetapkan, dengan penekanan pada keadilan dan kesetiaan terhadap prinsip-prinsip ajaran  Kristen. Metode penelitian meliputi observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen untuk menggambarkan praktik kelas yang konsisten dan adil. Hasil ini menunjukkan bahwa guru yang profesional dalam konteks ini berperan penting dalam membentuk kepribadian siswa dan menunjang perkembangan spiritualnya. Misi guru agama kristiani sebagai guru yang profesional bukan sekedar memberikan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga menjadi penginjil dan penggembala firman Tuhan, menjadi pedoman  bagi setiap peserta didik untuk ditiru dan dijadikan teladan.

Mega Intan Tambunan; Geovando Siahaan; Windi Jore Lasenov Sinamo; Herdiana Boru Hombing

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Sejarah politik Yehuda ditandai dengan kekacauan sebagai akibat mereka meninggalkan Tuhan dan dari waktu ke waktu muncul berbagai pembaharuan yang dimotori oleh para nabi dan imam. Nubuat Zefanya kemungkinan menjadi faktor pemicu terjadinya kebangunan rohani dan reformasi pada masa Yosia. Adapun inti permasalahan yang akan dikemukakan adalah apa itu seruan untuk bertobat, bagaimana murka Tuhan pada teks Zefanya 2:1-3, bagaimana mencari TUHAN pada Teks Zefanya 2:1-3, dan bagaimana Relevansinya Pada Jemaat Masa Kini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui maksud dari seruan untuk bertobat (Zefanya 2:1-3) Dan Relevansinya Terhadap Jemaat Masa Kini.  Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode tafsir historis Kritis.  Dengan menggunakan metode historis kritis ini akan memberikan suatu dasar untuk pendekatan-pendekatan historis dan pandangan religus dari kitab suci serta metode untuk pengumpulan data yaitu dari beberapa sumber-sumber seperti, buku-buku, jurnal ilmiah, dan Alkitab. Maka dari itu  nabi Zefanya menyerukan terhadap orang-orang di Yehuda supaya mereka memiliki kesetiaan untuk beribadah kepada Tuhan sebagai bukti bahwa mereka mau bertobat di hadapan Allah.

Yudika Sakti Lombu; Tetra April Sinurat; Joyvan Kornelius Girsang; Diana Martiani Situmeang

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi berdasarkan Matius 22:37-40 merupakan standar moral terhadap setiap tindakan, perkataan dan kehidupan orang Kristen. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi mempengaruhi sikap dan perilaku manusia tentang mengasihi Tuhan Allah dan manusia. Manusia lebih mengasihi berdasarkan perspektif dan standar mereka daripada perspektif Allah. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan, menemukan makna dan bentuk sikap mengasihi berdasarkan Matius 22:37-40. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis pustaka yang dilakukan, maka perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi yang ditinjau dari Matius 22:37-40 merupakan kebenaran hakiki yang harus dilakukan oleh semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Penerapannya harus segenap hati, jiwa dan akal budi. pribadi sendiri. Dengan demikian, perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi ditinjau dari Matius 22:37-40 dilakukan melalui perkataan, perbuatan, tingkah laku, kesucian hidup, kesetiaan kepada Allah, kasih nyata dan tidak dendam terhadap orang lain dan suka berbagi hidup kepada orang yang membutuhkan. Berbagi hidup yang dimaksud adalah menasihati, mendoakan, memberikan sesuatu dan menjadi solusi bagi orang lain.