SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

42,209 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

M, Rudianto; Rahmawati; Dwi Amperawati, Endang; Djuminah; Marwanti +2 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Microenterprises in Desa Sumber are small-scale household businesses run by the local community. Based on the existence of businesses, there are SMEs that produce processed food and batik cloth. In the processed food business, problems arise related to the absence of assistance and business management to develop, so that the community conducts small-scale and limited household businesses. Problems in the batik business are weak competitiveness, the number of batik products produced, and the lack of marketing expansion. The solution applied in this community service is micro business empowerment activities carried out through data collection, partnerships, ease of licensing, institutional strengthening and coordination with stakeholders. Food processing training, branding and packaging training, and marketplace development training were carried out.

Kusumaningtyas, Lydia Ersta; Koesdyantho, A. Roedy; Damarwati, Rustika

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Building a report card and ITOP Approach in reducing violence in schools. This title was born because of the problems of Kanisius Immaculate Kindergarten students about an increase in violence that occurred in schools. As for the source of the problem is the relatively large number of students per class and only 1 teacher is taught and also the age of kindergarten children who are relatively small and still at the stage / period of imitation. That The target of this service is the parents of Kanisius Immaculate Kindergarten students, who are their favorite schools. This school has 90 students, so it requires more attention and is prone to violence. This service was carried out first by means of counseling then continued with training on building rapport and the ITOP approach. However, because this service was carried out during a pandemic, only 54 of the 90 parents attended (60%). After counseling and training on building rapport and the ITOP approach in reducing violence in schools there were 51 people (94.45%) of 54 people who mastered both counseling and training materials, while 3 (5.55%) did not master the training because not serious about doing training. So it can be concluded that this dedication was successfully seen from: 1. Based on the attendance of the participants it is said to be successful because it is attended by 60% 2. Based on the mastery of the participants it can be said to be successful because there are 94.45% masters 3. Those who do not understand are relatively small, namely only 5.55%

kusumaningtyas, lydia ersta; Koesdyantho, A. Roedy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Judul Pengabdian ini adalah “: Mengenal Multiple Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”Khalayak sasaran dalam program pengabdian ini adalah Masyarakat Non Produktif yaitu guru dan orang tua peserta didik TK Lakshmi 7 Surakarta. Mereka perlu diberi tambahan pengetahuan dikarenakan guru TK Lakshmi 7 tidak berlatar belakang S1 Pendidikan,  melainkan guru TK Lakshmi 7 hanya dari SMK,         Sedangkan Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Ceramah/penyuluhan, diskusi dan pelatihan..Sebagai evaluasinya dipergunakan angket dan observasi  untuk menjajaki cara mengimplementasi mereka dilapangan setelah ada penyuluhan.            Hasil dari pengabdian ini orang tua dan guru dapat memahami pentingnya Multiple Intelligence untuk mengembangkan bakat sdan minat anak. Sedangkan dari hasil penyebaran angket didapat hasil sebagai berikut  77,8% (21 Orang tua dan guru) dapat memahami Multiple Intelligence.Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pengabdian Mengenal Multip\Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”pada orang tua peserta didik dan guru TK Lakshmi 7 Turisari Surakarta berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pelatihan yang diikuti oleh 27 orang , 24 orang (88,89%)  diantaranya sdh memahmi baik teori maupun prakteknya sedangkan yang 3 orang (11,11%) kurang menguasai dikarenakan tidak rutin hadir dalam pertemuan

rakhmawati, desty

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja is one of the sub-districts included in the Banyumas Regency, led by a Regent named Ir. Achmad Husein and his deputy named Dr. Budhi Setiawan. Sokaraja aside from being a center for learning for students centered on the Kauman Mosque in Central Sokaraja, Sokaraja is also the birthplace of fighters such as R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, and other high-ranking officials in Indonesia. Sokaraja is very famous for Soto Sokaraja, Batik Sokaraja and Getuk goreng, so most of the residents of Sokaraja Village are sellers of soto, batik makers and getuk goreng products. In addition to earning a living as a seller of soto, batik maker and getuk goring production, but many also earn a living as producers of tofu. Tofu is a food product made from the clumping of soy protein. Tofu production is still not widely known by the wider community, compared to the production of fried getuk, batik and soto sokaraja which are already very well known to the wider community.

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.

A. Roedy Koesdyantho, Lydia Ersta Kusumaningtyas &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The title of this devotion is "Tutoring to overcome learning difficulties" the guidance of learning is part of the guidance and counseling that has the purpose of guiding the child in order to achieve optimum learning achievement (according to his ability), especially for children who have learning difficulties or those whose value is ugly even though the IQ is not low. Parents and teachers are expected to be mentors for children who like it. However, not all parents and teachers can become mentors to children who are having difficulty learning it well. They need to know what they can do to overcome / guide the child in order to perform optimally. To overcome this it is necessary to have additional knowledge and understanding of learning guidance. The target audience in this devotion program is Non-Productive Society of teachers and parents of kindergarten Lakshmi 7 Surakarta. They need to be given additional knowledge because the kindergarten teacher Lakshmi 7 does not have S1 background but Lakshmi 7 kindergarten teacher only from SMK, so the knowledge about guidance and counseling that should be given to the child is not found in school and not understood at all. so also with the parents of students who only average background of high school graduates they also understand the Guidance and Counseling that should be given also for Children. So that both at school and home children do not get guidance as it should be. While the method used in this devotion is Lecture / counseling and discussion and training. In this case, counseling is deemed best suited to increase their knowledge and understanding of counseling and guidance for children. As the evaluation is used questionnaires and discussions to explore their implementation in the field after counseling. The results of this dedication of parents and teachers to understand the importance of tutoring for children overcome learning difficulties. While the results of training as a guide in learning obtained 77.8% (21 Parents and teachers) can carry out its role as a mentor learning for children. So it can be concluded that the implementation of the devotion of learning guidance to overcome learning difficulties in parents and teachers Kindergarten Lakshmi 7 Turisari Surakarta successful. This can be evidenced from the results of the training that was attended by 27 people already able to be a mentor of 21 people.Keywords: Counseling, Guidance learn to overcome learning difficulties, teachers and parents.