SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,551 publications available

15,551
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 321-340 of 351

Analytics

Yusuf, Siti Supeni &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah memberdayakan masyarakat khusunya para guru SMP Widyawacana 1 yang sebagian besar belum banyak yang memahami tentang penulisan karya ilmiah, dan penulisan laporan kegiatan yang lain yang berkaitan dengan pengembangan kompetensinya di bidang peningkatan kompetensi profesi guru. Target khusus PPM ini adala.h para guru SMP Widyawacana 1 di Surakarta yang belum memahami tentang penulisan karya ilmiah. Metode dalam pengabdian ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dalam melakukan inovasi semua program pemberdayaan profesi guru yang akan dilaksanakan dalam satu hari dengan melibatkan dua dosen PPKn FKIP Unisri dan satu mahasiswa, melalui program ketrampilan membuat karya ilmiah dalam menulis artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Kemajuan (Progress) pengabdian ini diukur dari (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktik penulisan proposal dan karyailmiah di akhir pelatihan, dengan menerapkan nilai pre-test dan post-test dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.Kata Kunci: pemberdayaan guru, penulisan karya ilmiah

JM. Sri Hardiatmi, Endang Sri Sudalmi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar terletak di utara Kota Solo. Merupakan daerah berkembang, dengan struktur penghasilan warga yang beragam. Masih banyak lahan pekarangan penduduk yang relatif masih cukup luas atau sebagian besar masih tersisa jika diusahakan berbagai macam tanaman hortikultura. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi, merasa perlu menyumbangkan informasi pengetahuan, tentang peranan pekarangan dalam meningkatkan pendapatan petani. Pekarangan juga dapat menghasilkan bahan makanan tambahan sehingga gizi keluarga dapat terpenuhi dan lingkungan hidup dapat terjamin kelestariannya.Kata Kunci: Pekarangan, Tanaman Hortikultura, Lingkungan Hidup

Widyahening, Ch.Evy Tri &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The aim of teaching and learning English in Elementary School is that the students can understand about the language skills well and of how they should parctice those skills in daily activities. It is hoped that they can communicate orally and writtenly in English. This article peels up the use of classroom language training in learning English for elementary school teachers of SDN 01 Suruh Tasikmadu Karanganyar. By giving explanation of classroom language and practicing it, it is hoped that it could improve the teachers’ skill in using classroom language and they could manage the class well. Beside that, teachers could also get new ideas to implement it for their students in teaching and learning process by using interesting learning media or learning method. The method used in this activity was giving information about the use of classroom language, modelling and practicing it. The result showed that all participants (teachers) became more enthusiastic, motivated, and fun when they followed this activity. It showed the active classroom atmosphere and most of them were ready to implement classroom language in teaching and learning process continuously. Classroom language is a good way to overcome students’ problems in learning English and teachers should use it because it can be one of good solution to solve students’ problems in learning English.Key words: Classroom Language, Learning English

Priyono, Siswadi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PKM yang berjudul: Megolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pakan dan Pupuk Organik Cair melibatkan kelompok mitra yang bisa bersinergis. merupakan kelompok ibu-ibu ”Ngrekso Tuwuh” yang berkecimpung dalam mengelola sampah rumah tangga, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga yang biasanya dibuat pupuk kompos kemudian dikembangkan untuk dibuat pakan ternak/ikan maupun pupuk cair. Dengan demikian lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta mampu menambah penghasilan mitra. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk pakan ternak/ikan dan pupuk cair kemasan serta artikel ilmiah yang dipublikasikan. Untuk mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan sekaligus praktek langsung. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa 1.Kelompok wanita tani ngrekso tuwuh sangat antosias menerima program PKM ini. 2. Pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan pakan dan pupuk organik cair serta padat. 3.Telah dibentuk ketua kelompok untuk menangani program ini yaitu ibu suswati.Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi.Kata kunci: Pakan, Pupuk Cair, Sampah

Sumardiono, Lusiana Dewi Kusumayati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan para guru di TK Negeri Gemolong akan variasi metode pembelajaran yang diterapkan oleh para guru TK Negeri Gemolong. TK Negeri Gemolong terus melakukan pengembangan baik fasilitas maupun SDM. Salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu menjalin kerjasama dengan tim pengabdian Program Studi Bahasa Inggris UNISRI untuk mengadakan workshop tentang metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak dan secara bervariasi diimplementasikan di kelas membuat anak-anak belajar tanpa beban dan tidak mudah bosan. Metode pelaksanan pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan praktek latihan menggunakan metode Whole Brain Teaching dengan rekan sejawat. Tim pengabdian UNISRI memberikan teori dalam bentuk ceramah, memberi contoh penerapan Whole Brain Teaching di kelas, kemudian para guru diminta menirukan dan mempraktekkan penerapan metode tersebut. Hasil dari pengabdian ini diharapkan bahwa kesadaran akan pentingnya penggunaan metode yang tepat dapat meningkat. Para guru dapat menggunakan metode Whole Brain Teaching sebagai salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan dikelas.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Whole Brain Teaching, Taman Kanak-Kanak

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Martana, Efrain Patola &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, tanaman obat keluarga, dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan tanaman obat keluarga. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai tanaman obat keluarga sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan obat, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/ RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya tanaman obat keluarga. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan tanaman obat keluarga secara benar.Kata Kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, teknik budidaya

Ayu Istiana Sari, Riyani &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Alif Smart Surakarta pada 30 Agustus-1 September 2018 yang dihadiri oleh semua Guru KB, TK Yayasan Alif Smart Surakarta yang beralamat di Kadipiro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.. Belajar Bahasa inggris bagi anak-anak usia dini sangatlah penting karena masa ini adalah masa keemasan dalam melakukan proses pembelajaran yang efektif. Dalam menjawab tantangan dunia, anak-anak Indonesia sudah seharusnya mempersiapkan diri. Dengan demikian, pendidikan bahasa Inggris yang dimulai sejak dini bukanlah hal yang dapat disepelekan. Pengajaran pendidikan usia dini memiliki banyak manfaat, di antaranya anak-anak dapat belajar dengan lebih efisien dan mendapatkan ilmu pengetahuan lebih melalui aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dan menarik. Baik melalui seni peran, musik maupun aktivitas lainnya yang interaktif. Kemudian muatan yang di berikan sejak dini lebih mudah tertanam dibandingkan dengan saat mereka dewasa. Untuk dapat membelajarkan bahasa inggris secara efektif kepada siswa usia dini, guru harus dapat menguasai berbagai metode yang menarik sehingga anak tidak cepat bosan dan materi pelajaran dapat diterima secara maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan berbagai metode menarik dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.Kata Kunci: TEYL, Speaking and Listening,

Halifa Haqqi, GPH. Dipokusumo &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Cultural and Creative Industries (CCIs) shows a significant increase, both globally and locally. The market for creative industries in Europe is also wide open. For Indonesia, the creative industry sector is also a leading sector. Unfortunately, many creative industry players do not understand the potential of this. Therefore, it is important to provide information about creative industry’s export potential to Europe. The method used in this program is through socialization and disccusion. The program has been held with participants in creative industries, located in Kampung Batik Laweyan Surakarta. The socialization program was held on Sunday, October 28, 2018 located in Batik Laweyan Village. Through this program, it can be useful for: (1) creative industry players, to get an overview of the potential of the creative industry in the European market; (2) for the region, can develop regional potential, regional promotion, and regional economic development; (3) for universities, as a fulfillment of the Tri Dharma elements of Higher Education. The output of this program are that the participants can understand and encouraged to export their creative industries product to the European market.Keywords: creative industry, Europe market, export, Kampung Batik Laweyan

Sumaryanto, Untung Sriwidodo &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Karang Taruna merupakan salah satu anggota masyarakatyang rata rata masih berusia muda, mereka masih bersemangat besar untuk maju. Tidak terkecuali anggota Karang Taruna di Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Permasalahan yang ada adalah beragamnya kondisi sosial ekonomi, pendidikan, status sosial yang ada pada anggota Karang Taruna di Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu tersebut, mereka ada yang bekerja, ada yang sekolah, kuliah dan banyak diantara mereka yang belum bekerja walaupun mereka sebenarnya sudah siap untuk bekerja (masih menganggur). Bagi anggota Karang Taruna yang belum bekerja mereka perlu dibekali Pengelolaan keuangan usaha kecil dan jiwa semangat kewirausahaan agar mau berwirausaha. Target penyuluhan adalah para anggota Karang Taruna di Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu. Berdasarkan pengamatan saya, generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Gebang setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMU, sebagian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian kerja di pabrik, dan sebagian besar masih menganggur. Berdasarkan kenyataan tersebut maka target pengabdian saya adalah adanya anggota karang taruna yang masih menganggur dan tertarik sebagai seorang wirausaha. Metode kegiatan adalah Penyuluhan bagaimana menumbuhkan jiwa wirausaha bagi anggota karang taruna di Desa Papahan Kecaamatan Tasikmadu. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut : Melakukan koordinasi dengan ketua karang taruna, mengenai pokok permasalahan yang dihadapi. Bahan-bahan penyuluhan disusun dalam bentuk makalah, kemudian diperbanyak sesuai dengan jumlah peserta penyuluhan. Penyampaian materi penyuluhan digunakan dengan beberapa metode yang relevan antara lain: metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi Setelah selesai acara para peserta diberikan angket/kuesioner untuk mengukur sejauh mana tujuan penyuluhan ini tercapai. Teknik evaluasi : dilakukan melalui metode tanya jawab dan kuesioner untuk mengukur kemampuan peserta terhadap materi penyuluhan.Kata Kunci: Kewirausahaan, Pemasaran Online, Ketrampilan

Retno Susanti, Suprihatmi SW

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis ritel banyak diminati masyarakat Surakarta untuk dikembangkan karena tidak membutuhkan sumber daya yang materiil. Demikian halnya di Kalurahan Nusukan, sebagian masyarakat mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang ritel dengan jenis usaha beragam seperti pedagang kelontong, makanan, sembako, pakaian, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya usaha ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan belum dapat berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan pengusaha dalam memulai usahanya tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Aspek pemasaran dan keuangan belum diterapkan dngan baik. Target penyuluhan adalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan adalah penyuluhan sistim pemasaran dan penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan usaha pada aspek pemasaran dan keuangan serta peningkatan laba usaha.Kata kunci : Pemasaran, Keuangan, Laba.

Halifa Haqqi, Setyasih Harini

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Modern society is the result of joint relations between men and women. Nowadays, women’s subordination obstacle to women ‘s development and advancement. Women’s subordination as a kind of patriarchy system also deeper poverty. No progres of society without women activities. Empowering of women become a way to increase human security. The purpose is how to empower village women of Brujul, sub-district Jaten, Karanganyar regency. Increasing empowerment of village women is very important. It can develop and progress society in that village. There are three indicators of women empowerment: security, decision making and mobility. Method of this community service is meeting and discussion with the women of Brujul village. The result of this discussion that security of the women from Brujul still influenced by patriarchy system and lower education. Furthermore, the older married women had less power to increase their security. The younger married women with higher education have more power in decision making process of houshold and health. Higher education background can influence of women mobility. The women mobility also dependent upon how their family view women’s right. The result of this community service show that increasing knowledge about human right, human security and empowerment is very important for the women of Brujul village.Key words: women, empowerment, human security

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Widhoyoko, Yudhistiro Pandu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berkomunikasi antara pamong Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dengan warganya dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Kantor Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo oleh untuk membantu mempercepat kinerja terutama dalam hal berkomunikasi. Peningkatan kecepatan dan ketepatan berkomunikasi antara pihak Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dan Warga Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah dengan menawarkan pelatihan pembuatan Blog menggunakan tempalete wordpress gratisan yang mudah dan tidak berbayar sebagai wadah komunikasi dan interaksi kedua belah pihak tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode simulasi dengan mendorong para pamong untuk melakukan pembuatan Blog. Sehingga pemanfaatan teknologi yang dimilki Kantor Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo secara optimal dapat dimanfaatkan dan berguna untuk seluruh warga.Kata kunci: Blog, Wordpress, Komunikasi, Pemerintahan

Sumarno Dwi Saputro, Rahayu Triastity

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sangkar burung Kelurahan Mojosongo merupakan setra industri sangkar burung terbesar. Terdapat 55 pengrajin sangkar burung yang terbesar di 7 RW. 43 pengrajin diantaranya ada di RW 04. Berdasarkan analisis situasi di atas, maka secara umum permasalahan pokok yang dihadapi mitra adalah: (1) Belum mempunyai kemampuan mengelola keuangan dengan benar. (2) Belum mempunyai kemampuan membuat pembukuan keuangan usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi: (1) Ceramah (2) Diskusi (3) Tanya Jawab (4) Pendampingan. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh UKM Sangkar Burung di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta dalam kaitannya dengan kemampuan mengelola keuangan serta pembukuan dengan benar, maka Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk transfer iptek yang dilakukan berupa sosialisasi dan penyuluhan kegiatan dilakukan melalui pembekalan wawasan pengetahuan, sehingga harapannya UKM Sangkar Burung di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta yang diberi penyuluhan dapat memiliki kemampuan mengelola keuangan serta pembukuan dengan benar. Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan, maka akan dilakukan evaluasi minimal 3 (tiga) kali, yaitu evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi tindak lanjut. Setelah diberikan penyuluhan oleh Tim Pelaksana dari Universitas Slamet Riyadu Surakarta, UKM Sangkar Burung di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta dapat memahami dengan jelas materi sosialisasi tentang mengelola keuangan serta pembukuan dengan benar. Berdasarkan transfer Iptek yang telah dilaksanakan pada UKM Sangkar Burung di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan yaitu : Bagi UKM Sangkar Burung di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta sebagai informan kunci penyebarluasan informasi, hendaknya mampu memberdayakan hasil pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan P2M bagi masyarakat pentingnya bagaimana cara mengelola keuangan serta pembukuan dengan benar.

Widajanti, Erni

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan.pada Karang Taruna Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 27 Agustus 2017 jam 08.00 WIB sampai dengan jam 12.30 WIB, bertempat di Balai Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Dengan judul: ”Penyuluhan Tentang Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil pada Karang Taruna Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar”. Luaran dari kegiatan dari ini diharapkan dapat : 1) Meningkatkan pengetahuan pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar tentang konsep-konsep kewirausahaan agar mereka memiliki pengetahuan yang benar tentang kewirausahaan 2) Membekali pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar tentang bagaimana mengelola usaha kecil yang akan mereka rintis, sedang mereka jalankan dan telah mereka jalankan yang sekarang sudah tidak lagi mereka jalankan. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: 1. Pemilihan peserta pengabdian pada masyarakat, yaitu pengurus dan anggota pada Karang Taruna Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. 2. Penyampaian materi penyuluhan, 3. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal dari peserta tentang wirausaha dan tentang mengelola usaha kecil, setelah penyuluhan selesai, dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka diketahui ada peningkatan pengetahuan tentang wirausaha dan bagaimana cara mengelola usaha kecil.Kata Kunci: Kewirausahaan, Usaha Kecil

Ernadewi Kartika Sari, Riyani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna Eka Karya yang beralamat di desa Slametan RT 10, RW 04, Gatak, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dari tanggal 13 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Pengabdian ini dengan berlandaskan pada sebuah penyadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya manusia sebagai sumber daya yang sangat berpotensi, maka dari itu, penting adanya sebuah peningkatan ilmu pengetahuan terutama bahasa. Hal itu akan mendampingi mereka dalam proses modernisasi yang semakin banyak membutuhkan pemahaman dan pengertian yang lebih. Penting bagi mereka untuk mendapatkan ilmu bahasa untuk menghadapi modernisasi yang semakin maju. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pembelajar bahasa adalah pemikiran bahwa belajar bahasa asing sukar dan membosankan. Bagi mereka yang telah bekerja, belajar bahasa asing dengan mendatangi lembaga bimbingan belajar juga kurang fleksibel waktunya, di masyarakat belum terdapat platform interaktif sebagai media pembelajaran, biaya yang mahal serta beberapa permasalahan lain yang banyak dihadapi oleh pembelajar bahasa. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut maka aplikasi mobile untuk belajar Bahasa khususnya bahasa Inggris hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih efektif, efisien dan fleksibel dalam masalah waktu. Para pembelajar bahasa juga dapat belajar bahasa asing dimanapun dan kapan saja mereka suka. Dengan hadirnya Aplikasi mobile tersebut, maka diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia baik di kota dan pedesaan yang mampu menguasai bahasa asing dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Kata Kunci : Digital Lietarcy, Aplikasi Belajar Bahasa di smarthpone

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Sayekti, Sri Hartini

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ejektivitas dan efisiensi penyebaran informasi dalam dunia usaha sangat diperlukan. Penggunaan HP dan internrt memberikan manfaat yang dapat mengembangkan potensi bagi penggunanya melalui informasi – informasi yang dipelajarinya dari media tersebut sekaligus memberikan dampak lingkungan yang luas.. Namun demikian pada kenyataannya masih banyak ibu-ibu pelaku usaha di desa Jatikuwung yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas berupa berbagai aplikasi di HP dan internet untuk dikreasikan menjadi media promosi dalam pemasaran produk industry mereka. Untuk itulah, maka melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan Ibu-ibu di desa Jatikuwung Gondangrejo Kranganyar sebagai khalayak sasaran akan dapat meningkatkan kreativitasnya dalam berwirausaha melalui pendayagunaan fungsi HP dan internet. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah : ceramah bervariasi , simulasi , tanya jawab.dan pendampingan.

Anggit Grahito Wicaksono, Ratna Widyaningrum

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Vol. 2 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service aims to (1) provide understanding in the preparation of learning tools that are integrated with environmental education, (2) socialize innovative programs as an effort to realize the school’s cares and cultured environment, and (3) inculcate the attitude of environmental concern and scientific attitude to students of elementary school. The place of the community service is done in SDN Prawit I No. 69 Surakarta. Methods of implementation of community service include: (1) the approach method undertaken from the survey, licensing and motivation stages for the teacher to be trained (2) the method of program implementation, including the preliminary stage, the socialization and audience stage, the implementation stage and the final evaluation stage. The expected output targets is the teacher who attended this training is able to arrange learning tools and able to realize the program to the school’s cares and cultured environment. The resulting output is educational environment-oriented learning tools, Green Club's extracurricular design, implementation program in realizing a caring and cultured school environment, and publication of community service articles in scientific journals. Based on the dedication that has been done, the teachers feel interested and start designing environmentally oriented learning tools, schools have implemented clean and healthy life behaviour, and start running programs to adiwiyata school.Keywords: Environmental Concern Attitude, Scientific Attitude, School’s Care and Cultured Environment.