Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Ronald Darlly Hukubun; Johan B. Bension; Riskia Tirta Nirwana Sopacua; Jessika Janet Reindah; Agustina Indasari Ngilamele +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stunting is a health issue that remains a concern for the government, particularly in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), namely the nutritional status of children under five. Stunting, or chronic malnutrition, causes children to fail to grow, which is influenced by mothers' knowledge of nutritional fulfillment in children, especially from the first 1,000 days of birth until the child is 2 years old. The purpose of this study was to determine the effect of health education on parents in preventing stunting in Sumeith Pasinaro Village. The targets of this study were pregnant and breastfeeding mothers and parents who had children aged 1-5 years. This study used a One Group Pre-test-Post-test design with paired sample t-test analysis. There were 12 participants in the activity. Data were collected through a multiple-choice questionnaire administered before and after the socialization with the material “Prevent Stunting from the Heart.” The average pre-test score of the participants was 6.75 and then increased to 9.33 on the post-test, with a difference of 2.58. The paired sample t-test results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.014 (< 0.05), indicating a significant increase in participants' knowledge after receiving education. Therefore, health education through socialization activities is effective in increasing mothers' knowledge about stunting prevention. Activities like this are important to continue as an effort to reduce the incidence of stunting in the community.

Azam Muzakhim Imammuddin; Wirayoga, Septriandi; Irfin Sandra Asti; Isac Ilham Akbar Habibi; Guntur Yanuar Astono +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan memanfaatkan teknologi, pengembangan aplikasi Android untuk sistem poin tugas mengaji akan memberikan solusi yang inovatif dan praktis. Aplikasi ini akan memberikan fasilitas bagi pengajar untuk mencatat kemajuan setiap anak dalam menghafal dan memahami Al-Qur'an. Selain itu, orang tua asuh juga dapat mengakses informasi ini secara real-time, sehingga mereka dapat ikut terlibat dalam perkembangan pendidikan agama anak-anak mereka. Melalui penggunaan aplikasi ini, diharapkan akan lebih mudah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang terstruktur, memberikan motivasi tambahan kepada anak-anak untuk belajar Al-Qur'an, dan menguatkan hubungan antara pengajar, anak-anak, serta orang tua asuh di Panti Asuhan Al-Husna.  Dalam rangka menyebarluaskan inovasi ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Workshop Pembuatan dan Pelatihan Aplikasi Android Untuk Sistem Poin Tugas Mengaji untuk Panti Asuhan Al-Husna." Workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan praktis kepada para pengajar dan pengelola panti asuhan mengenai cara pembuatan dan penggunaan aplikasi tersebut, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak di panti asuhan.

Della Tri Utami; Fadhilla Yusri

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar belakang dari penelitian ini yaitu bagaimana orang tua asuh membina disiplin dan moral anak-anak di panti asuhan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan disiplin dan moral anak panti asuhan dengan peran orang tua asuh di dalam panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pembinaan disiplin dan moral anak dengan memberikan kasih sayang kepada anak panti, memberikan nasehat kepada anak untuk selalu menghormati dan menyayangi sesama, anak diajarkan untuk bertanggung jawab dengan tugasnya di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh. Orang tua asuh juga menyekolahkan anak-anak asuh dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). Upaya memberikan motivasi kepada anak, memberikan pendidikan keagamaan di dalam panti agar anak bisa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menuntun anak untuk rajin belajar baik baik di sekolah maupun di dalam panti asuhan. Dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh orang tua asuh di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh dapat memberikan dampak yang baik untuk anak-anak asuh panti asuhan karena mereka sebagai pendorong yang  menuntun anak kepada hal-hal yang baik serta orang tua asuh harus mampu memberi contoh dan perilaku yang baik, agar anak-anak panti asuhan dapat meniru kebaikan ari orang tua asuh.

Lia Siti Julaeha; Muhammad Rafi Thoriq; Muhammad Fajar Ramadhan; Nazhif Shafwan Aziz; Nuha Afifah Zuhri +2 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Istilah “kemandirian” berasal dari kata dasar “diri” yang mendapat awalan “ke” dan akhiran “an”, kemudian membentuk satu kata keadaan atau kata benda. Karena kemandirian berasal dari kata “diri”, maka pembahasan mengenai kemandirian tidak bias lepas dari pembahasan tentang perkembangan diri itu sendiri, yang dalam konsep Carl Rogers disebut dengan istilah self, karena diri itu merupakan inti dari kemandirian.Kemandirian dapat diartikan sebagai usaha seseorang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan melepaskan diri dari orangtua atau orang lain untuk mengerjakan sesuatu atas dorongan diri sendiri dan kepercayaan diri tanpa adanya pengaruh dari lingkungan dan ketergantungan pada orang lain, adanya kebebasan mengambil inisiatif untuk mengatur kebutuhan sendiri dan mampu memecahkan persoalan dan hambatan yang dihadapi tanpa bantuan orang lain. Kemampuan demikian hanya mungkin dimiliki jika seseorang berkemampuan memikirkan dengan seksama tentang sesuatu yang dikerjakan atau diputuskannya, baik dalam segi manfaat maupun dari segi negatif dan kerugian yang akan dialaminya.Pelaksanaan program ini diwali dengan memberikan perlabelan nama kepada anak anak ketika mereka memasuki ruangan sebagai tanda pengenal, kemudian melakukan sesi perkenalan dan penyampaian materi yang akan di bahas dan materi yang akan disampaikan sudah kami siapkan dari mentor tim PKM-STIMIK ESQ, materi tersebut hasil dari pemikiran para mentor mengenai cara agar mencapai sebuah Kemandirian Ekonomi untuk anak - anak. Bagaimana mereka dapat membeli yang mereka inginkan tanpa harus meminta kepada orang tua. Pemaparan materi mengenai cara mengalokasi uang, Tips 3 H (Hemat, Harus pintar memilih mana yang ingin dan mana yang butuh, Hindari berutang) Skema menabung, dan video kartun mengenai kemanfataan menabung  

Bernadeta Wahyu Astri Pratita

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang (SMK PIM) berlokasi di Jl. Barito No. 5, Bunulrejo. Sekolah ini memiliki 2 program keahlian yaitu Kimia Industri dan Farmasi Industri. Visi yang dimiliki oleh SMK ini adalah “Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang berstandar nasional yang bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha sehingga mampu meluluskan insan berakhlak mulia, cerdas, unggul dalam prestasi, dan berjiwa entrepreneur”. Salah satu cara untuk membentuk jiwa entrepreneur adalah dengan belajar membuat rancangan bisnis/business plan. Teknis/mekanisme awal pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara luring, namun karena adanya pandemi covid-19 hal tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, sehingga pengabdian dilakukan secara daring (tatap muka dengan google meet). Selain dengan menggunakan google meet juga menggunakan google classroom sebagai wadah untuk konsultasi. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai tipe-tipe wirausaha, karakteristik kewirausahaan, faktor-faktor penentu keberhasilan wirausaha dan dilanjut dengan pemaparan materi membuat proposal business plan/rancangan bisnis. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) kegiatan berupa pelatihan membuat business plan dapat berjalan dengan baik, (2) motivasi peserta cukup tinggi karena semua ingin mengikuti pelatihan tetapi terkendala dengan adanya program PKL (total jumlah 134 orang siswa, yang dapat mengikuti pelatihan hanya 70 orang siswa), (3) pelatihan membuat business plan mendukung tugas pembelajaran yang diberikan sekolah kepada peserta, (4) template/format business plan yang diberikan bagi peserta dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat proposal bisnis, (5)  meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peserta dalam membuat proposal business plan.

Dolot Alhasni Bakung; Fence M Wantu; Weny A Dungga; Dian Ekawaty Ismail; Zamroni Abdussamad +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Along with the time that continues to turn where previously children who were still toddlers were taken care of by their parents until they moved to the village and got a job and were busy to have a partner and offspring and their own lives, on the other hand the parents who used to raise them have now entered old age which should be the child's obligation to take care of parents at that time. The dilemma that occurs between the obligation to care for wives and children and work with caring for parents when they enter old age or old age. Responding to the phenomenon that occurs related to the child's obligation to choose parents when entering old age. So the service team from the Faculty of Law, Goronalo State University conducted counseling in a number of villages which basically had a number of problems related to this, including Kaaruyaan Village, Paguyaman District, Boalemo Regency, Gorontalo Province. The problems raised in this service include the background of children taking care of their own elderly parents at home and children who entrust elderly parents in nursing homes. Legal review of the responsibilities of children who entrust their parents in nursing homes. This research method uses qualitative methods and discussions in counseling, where the research was carried out in the Kaaruyaan Village area. The subjects of counseling are children who care for and children who entrust elderly parents (Elderly) in Nursing Homes. Observation, interviews and documentation. Extension results. The background of children choosing to entrust elderly parents in the orphanage is triggered by a number of things including work, obstacles in communication between family and parents, incompatibility between the wife / husband and parents in the house. While the background of children chooses to take care of their own parents at home, facilitate communication with parents, control physical health, guarantee the needs and needs of parents daily to apply forms of love and affection to parents.

Sofiyati Sofiyati

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular dan tidak bisa  disembuhkan. Virusnya menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan saraf) dan  bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen serta kelumpuhan  pada salah satu tungkai. Menurut argumentasi kesehatan dunia (WHO) Campak  telah melumpuhkan sekitar seribu anak setiap harinya dihampir tiap negara di dunia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan  berapa kali anak harus diimunisasi, termasuk daintaranya imunisasi Campak. Pemberian imunisasi pada bayi dan anak tidak hanya memberi pencegahan penyakit pada anak tersebut tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas karena dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain, oleh karena itu  pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak Indonesia.  Imunisasi Campak adalah tindakan memberi vaksin Campak ( dalam bentuk  oral ) atau dikenal dengan nama oral Campak vaccine ( OPV ) yang bertujuan  memberi kekebalan dari penyakit Campak . Imunisasi Campak ini  diharapkan dapat menekan angka kasus Campak di Indonesia, sehingga  masyarakat perlu dibekali dengan informasi agar pengetahuan mereka tentang  imunisasi Campak ini dapat diimplementasikan khususnya bagi ibu yang mempunyai anak balita.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita  tentang imunisasi Campak di Desa Sutawinangun   Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon       

Aulia Mutiara Hikmah; Zahara Fadilla

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat pada umumnya ingin berpenampilan menarik di hadapan orang lain. Perawatan yang dilakukan diantaranya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Masyarakat memilih kosmetik biasanya karena harganya murah, iklan kosmetik yang ditampilkan menarik, ataupun melihat efek yang dihasilkan ketika rekan terdekat telah menggunakannya. Padahal, kebutuhan kosmetik tiap orang berbeda-beda bergantung dari jenis kulit orang itu. Masyarakat juga diharuskan jeli dan teliti dalam memilih kosmetik yang aman dan baik untuk dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dan baik dalam memilih kosmetik yang aman dan baik bagi masyarakat agar pembelian kosmetik itu dapat memberikan hasil semaksimal mungkin sehingga penampilan yang diinginkan dapat terwujud. Sosialisasi dilakukan di lingkungan RT 16 RW 04 Kelurahan Rawa Buaya melibatkan ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang berusia dalam rentang 30-60 tahun. Metode yang dilakukan adalah pembagian kuisioner, presentasi materi, dan pembagian flyer yang berisi tips singkat sesuai dengan tema pendidikan. Pengetahuan masyarakat bertambah sebesar 78% setelah dilakukan pemaparan materi.

Euis Kusumarini; Andi Aslindah

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Alat  Permainan  Edukatif  (APE)  diharapkan  agar  proses  pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan sehingga anak betah,tidak merasa bosan dan fokus dalam belajar. Walaupun telah diketahui bahwa Alat Permainan Edukatif (APE) sangat menunjang bagi terlaksananya proses belajar yang efektif namun perlu mengkreatifitaskan lebih banyak variasi di sekolah dalam menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) secara maksimal dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan  minat  belajar  anak, pengabdi akan menerapkan suatu tindakan dalam bentuk penggunaan media Alat Permainan Edukatif (APE) disiapkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan pokok bahasan yang akan diajarkan pada anak dan didapat dengan mudah bisa gunakan bahan dari tersedia dibeli, barang bekas ataupun dalam bentuk kreatifitas lain yang bisa dibentuk, dibuat, digunakan dan dimanfaatkan terutama guru memiliki keahlian  keterampilan untuk hal tersebut perlu membekali diri dari sosialisai, pelatihan dan seminar  untuk belajar lagi dan memuntut hal baru dari ilmu pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil dari sosialisai tersebut adalah berjalan dengan lancar dan tercapainya salah satu cara pilihan  untuk  dapat  membantu  dan  saling memberikan kebermanfaatan bersama dalam kemajuan dibidang pendidikan anak usia TK terutama usia 5 sampai 6 tahun dalam memotivasi mereka selain guru, peserta didik juga pihak lain yang berkepentingan dalam memajukan dunia pendidikan agar anak anak yang merupakan bagian dari nantinya sebagai penerus bangsa merupakan anak anak yang cerdas selain kognitifnya, keterampilannya juga prilaku serta wawasan dan pengembangan dirinya yang dimiliki berguna dan bermanfaat kelak nantiya baik bagi dirinya orang lain lingkungan dan negara tentunya.  

A. Rasul; Subhanudin Subhanudin; Habibi Sutirta

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kerajinan tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Fokus masalah pada penelitian ini adalah proses pembuatan, motif dan warna, dan makna simbolik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptiff kualitatif. Data tersebut diperoleh dengan cara observasi, wawacara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu instrumen pendukung berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data data adalah triangulasi sumber. Tahapan analisis data penelitian yang digunakan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Prosedur pembuatan tenun Tembe Nggoli (benang pakan dan benang lungsi). Proses pembuatan terdiri dari empat tahap: a) pembuatan pola, b) memasang benang lungsi pada alat tenun, c) membentuk moti pada tenun, dan d) finishing. 2) Motif dan warna yang diterapakan pada kerajinan kain tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua adalah: a) Motif kain tenun Tembe Nggoli, 1) Nggusu Waru, 2) Gari atau garis, 3) Nggusu Upa, 4) Bunga Samobo. b) Warna yang digunakan tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua yaitu kuning, merah, merah muda, biru, hijau, putih, dan hatam. 3) Makna simbolik kain tenun Tembe Nggoli, diantaranya: a) kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Waru adalah delapan sifat yang harus dimiliki manusia yaitu berbudi pekert luhur, suka membantu, sopan, jujur, bekerja keras, dan mempunyai jiwa pemimpin. b) kain tenun Tembe Nggoli Gari atau garis adalah melambangkan sikap jujur dan tegas dalam melaksanakan tugas. c) kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Upa adalah melambang empat sifat utama yaitu suka membantu, jujur, berhati mulia, dan bekerja keras. d) kain tenun Tembe Nggoli Bunga Samobo adalah memiliki akhlak mulia yang bermafaat bagi orang-orang sekitar.