SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Rizqi Ramadhan

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Family conflict is an inherent aspect of marital and domestic life and entails complex legal, psychological, and social implications. In the practice of Islamic family law in Indonesia, the resolution of family disputes remains predominantly litigation-oriented, often resulting in the termination of legal relationships, particularly divorce, without adequate attention to the psychological restoration of the parties involved. This article aims to examine family counseling as an instrument for conflict resolution within Islamic family law through a normative legal research approach grounded in legal psychology. The study employs conceptual and legal-psychological approaches, utilizing primary legal sources such as the Qur’an and classical and contemporary Islamic jurisprudence, as well as secondary sources including scholarly books and academic journal articles on family law and legal psychology. The findings indicate that family counseling possesses strong normative legitimacy within Islamic family law through the principles of iṣlāḥ, the mechanism of ḥakam, and the orientation toward public welfare (maṣlaḥah). From a legal-psychological perspective, conflict resolution that accounts for emotional dimensions and procedural justice proves more effective in enhancing legal acceptance and compliance. The integration of family counseling as a restorative instrument does not replace judicial authority but complements it by strengthening the effectiveness of Islamic family law in addressing contemporary family conflicts in a just, humane, and sustainable manner.

Milawati, Milawati; Widyastuti, Widyastuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kematian orangtua akibat COVID-19 dapat menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam sehingga menyebabkan remaja yang ditinggalkan harus melalui proses grief hingga mampu mencapai penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran grief dan proses grief serta faktor-faktor yang mempengaruhi grief pada remaja perempuan pasca kematian orangtua akibat COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik analisis theory driven. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 (tiga) remaja perempuan berusia 18-20 tahun dan telah kehilangan orangtua akibat COVID-19 yang terjadi 1-2 tahun yang lalu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran grief responden terdiri atas berbagai gejala grief yang menyangkut aspek fisik, sosial, spiritual dan  psikologis. Proses grief melalui 5 tahap yaitu denial, anger, bargaining, depression dan acceptance, tetapi proses yang dialami responden tidak terjadi secara berurutan dan bersifat dinamis menuju penerimaan. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor pendukung antara lain kemampuan menguatkan diri, memiliki cita-cita dan harapan yang kuat, dukungan dari keluarga dan teman serta faktor penghambat antara lain hubungan emosional dengan orangtua yang meninggal, grief yang tidak terantisipasi, lapisan kehilangan, tidak menyaksikan orangtua meninggal hingga dimakamkan, isolasi mandiri setelah kehilangan dan stigma sosial yang negatif. Implikasi penelitian ini yaitu menambah khazanah kajian ilmu psikologi khususnya psikologi klinis, psikologi perkembangan dan secara lebih spesifik mengenai grief pada remaja pasca kematian orangtua akibat COVID-19.