SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,551 publications available

15,551
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 1-4 of 4

Analytics

Ayu Krisna Hadi, Kesia Uma; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Vol. 5 (2) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah musiman dan cepat rusak, sehingga untuk mengawetkannya dapat diolah menjadi fruit leather. Gum merupakan hidrokoloid yang dapat digunakan untuk memperbaiki plastisitas fruit leather. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik sensoris dan sifat fisikokimia fruit leather yang terbuat dari beberapa jenis mangga dengan perbedaan konsentrasi gum dan mendapatkan fruit leather terbaik berdasarkan kadar vitamin C dan serat pangan tertinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis mangga (manalagi, golek, dan madu) masing-masing (99,5; 98,5 dan 97,5%), sedangkan faktor yang kedua yaitu gum (0,5; 1,5 dan 2,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fruit leather yang optimal berdasarkan kadar vitamin C tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga golek-gum (99,5%:0,5%) dan mangga madu-gum (99,5%:0,5%) sebesar 25,99 mg/100 gram dan serat pangan tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga manalagi-gum (98,5%:1,5%) sebesar 9,27%.

Apriyanto, Beni; Karyantina, Merkuria; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Vol. 5 (2) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Permen jelly adalah produk pangan semi basah yang terbentuk dari cairan dengan bahan dasar gula dan bahan pemanis lainnya. Tekstur permen jelly terbentuk dengan menambahkan gel sebagai bahan yang pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk meciptakan inovasi produk permen jelly dari ekstrak daun kersen-pandan yang kaya akan aktivitas antiksidan dan rendah kalori. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak daun kersen-pandan dan variasi jenis gula rendah kalori (sorbitol, stevia dan fruktosa). Perbandingan ekstrak daun kersen-pandan yang digunakan adalah 140:60, 160:40, dan 180:20. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen jelly ini adalah perbandingan ekstrak daun kersen-pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana aktivitas antioksidan 40,39%, total fenol 2,194 mg GAE/g, gula total 6,711% kadar abu 0,066% dan kadar air sebesar 17,75%. Uji sensorik terbaik adalah perbandingan ekstrak daun kersen-daun pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana warna 4,30 (hijau tua), flavor pandan 2,59 (agak kuat), rasa manis 1,72 (sedikit terasa manis), tekstur kenyal 2,02 (kenyal) dan kesukaan keseluruhan 1,87 (suka).

Suwarsih, Suwarsih; Wulandari, Yustina Wuri; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Vol. 5 (1) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Black garlic adalah produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan dengan suhu antara 65 – 80ºC dan kelembapan 70 – 80% dari suhu kamar selama satu bulan. Black garlic  telah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi produk baru dari jenis bawang putih yang berfungsi menghambat radikal bebas dalam tubuh. Menentukan jenis bawang yang menghasilkan aktivitas antioksidan lebih tinggi setelah melalui proes pemanasan black garlic. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktorial, dengan faktor pertama adalah waktu perlakuan pemanasan dengan suhu 65-850C, selama 8 hari, 12 hari, 16 hari dan faktor kedua variasi jenis bawang, bawang garlic, bawang kating, bawang lanang. Analisis kimia yaitu aktivitas antioksidan, kadar air, total fenol, gula total dan uji sensoris yaitu tekstur lembut, rasa manis, rasa pahit, flavour bawang, after taste rasa pahit, serta kesukaan keseluruhan. Black garlic yang diperoleh dari penelitian ini memiliki aktivitas antioksidan tertinggi pada perlakuan lama pemeraman 16 hari dengan variasi bawang garlic yaitu memiliki aktivitas antioksidan 69,87%, kadar air sebesar 19,61%, kadar total fenol sebesar 2,67%, kadar gula total sebesar 19,58%, dan dengan uji sensoris tekstur lembut memiliki nilai 2,80, rasa manis 1,96, rasa pahit 2,39, flavour bawang 2,25, serta after taste rasa pahit 1,96, hasil yang banyak disukai oleh konsumen yaitu pada perlakuan lama pemeraman 8 hari menggunakan variasi jenis bawang lanang dengan nilai 2,13.Kata kunci: Antioksidan, black garlic, bawang. ABSTRACT Black garlic to research this alleged to have antioxidant content a high so that it can become new product of a kind of garlic that serves hinder free radicals in the body. Determine kinds of onion that produces antioxidant activity higher after going through proes warming black garlic. This study design random use of complete two factorials, by a factor first long warming 65-850c, with the temperature treatment as long as 8, 12, 16 day and the second variation kinds of onion, onions garlic, onions kating, whole onions. Chemical analysis, the antioxidant activity, water level, total phenol, sugar total and the sensory a creamy texture, sweet taste, bitter taste, berlainan onions, after taste bitter, and the favorite. The yield black garlic of the study these that have the highest antioxidant activity obtained from old treatment being handed out warm 16 day with the variation of onions garlic having the same antioxidant activity 69,87% , the moisture content of as much as 19,61% , the nature of all that the total phenol as much as 2,67 % , the action of sugar the total as much as 19,58 % , and by test sensory a creamy texture having the value of the 2,80, a sweet taste 1,96 , a bitter taste 2,39 , flavour onions 2,25 , as well as after taste was a bitter taste 1,96 , a series of poor results much liked by the consumer such it will be on a treatment long warm 8 day employing variations kinds of whole onion with a value of up 2,13.Keywords: Antioxidant, black garlic, onions

Nur Hasanah, Anggi Aswinda; Mustofa, Akhmad; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Vol. 5 (1) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Es krim adalah produk pangan beku yang dibuat dengan kombinasi proses pembekuan dan agitasi dengan bahan-bahan yang terdiri dari susu, pemanis, pengemulsi, penstabil dan flavor. Penambahan buah bit dan berbagai jenis gula dapat meningkatkan nilai gizi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang tertinggi pada produk dan mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori es krim buah bit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah bubur buah bit (20%, 30%, dan 40%) dan faktor kedua yaitu jenis gula (gula pasir, gula stevia, dan madu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan es krim yang terbaik diperoleh berdasarkan aktivitas antioksidan tertinggi es krim yaitu pada perlakuan bubur buah bit 40% dan jenis gula berupa madu. Pada perlakuan tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 32,474% kadar protein 2,139%; kadar lemak 0,145%; kadar gula total 7,064%; overrun 14,172%; kecepatan meleleh 36,660 menit; warna  2,958 (ungu); rasa manis 2,500 (sedikit manis); tekstur lembut 3,216 (lembut); flavor buah bit 3,342 (semakin nyata); dan kesukaan keseluruhan 2,705 (sedikit suka). Kata kunci: Es krim, buah bit, jenis gula ABSTRACTIce cream is a product of frozen food that made with a combination of the process of freezing and agitation with ingredients consisting of milk, sweetener, emulsion, stabilizer, and flavor. The addition of beet fruit and the kind of sugar can improve the nutrition value of ice cream. The purpose of this research were to determine the highest antioxidant activity in a product and to determine the characteristic of physicochemical and sensoric characteristic of beet ice cream. This research used the method of Completely Randomized  Design (CRD) with two factors. The first factor was porridge of beet fruit (20%, 30%, and 40%) and the second factor was the type of sugar (cane, stevia, and honey). The result of this research indicates that the best treatment of ice cream based on the highest antioxidant activity was on the treatment of porridge beet fruit 40% and the type of sugar is honey. These treatment has a characteristic antioxidant activity 32,474%; protein 2,139%; fat 0,145%; the total of sugar 7,064%; overrun 14,172%; the velocity of melting 36,660 minutes; color 2,958 (purple); sweet taste 2,500 (a little sweet); soft texture 3,216 (soft), flavour of beet fruit 3,342 (more real); and the total of predilection 2,705(a little like).Keywords: Ice cream, beet fruit, type of sugar