SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

49,117 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Vicensia Syafila Prayadin; Cindy Aulia Ainur Azizah; Intan Dwi Sukowati; Muhammad Irfan Bahi Haqi; Hanifah Alya Hidayah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the effectiveness of village fund expenditure in Kedamean Village, Kedamean District, Gresik Regency in 2025. The approach used is qualitative with descriptive methods, through in-depth interviews with the Village Head, Treasurer, and Village Consultative Body, as well as analysis of official documents such as budget realization reports and Village Budget Work Plans. The results of the study indicate that village fund expenditure in Kedamean Village is classified as very effective which has followed the principles of transparency and accountability according to regulations, but several obstacles are still found such as inconsistencies between planning and implementation, limited capacity of village officials, and less than optimal realization of development programs and community empowerment. This study recommends strengthening the capacity of village officials, increasing community participation, and optimizing internal and external supervision to increase the effectiveness of village fund expenditure in order to achieve sustainable village development and improve community welfare.

Era Purike; Astriana Baiti; Nur Azizah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Saat ini pengguna internet dan media sosial di Indonesia tumbuh pesat. Jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan media daring untuk mensosialisasikan beberapa kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sikap dari para pengguna media sosial terhadap komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui kanal media daring milik pemerintah maupun kanal berita media daring. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner penetlitian kepada pengguna media sosial yang berusia 17-60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,7% responden menyatakan informasi yang diberikan oleh pemerintah kadang-kadang memberikan perubahan sikap, sementara 36,4% responden menyatakan bahwa informasi yang disampaikan membawa perubahan sikap pada diri mereka, dan 15,9% menyatakan informasi yang disampaikan tidak merubah sikap apapun bagi mereka. Hal yang menarik lainnya adalah 91,4% responden menyatakan bahwa mereka mengikuti komunikasi politik pemerintah yang dibagikan di media daring maupun media sosial. Sedangkan sisanya (8,6%) menyatakan bahwa mereka tidak mengikuti informasi terkait kebijakan pemerintah yang dibagikan di media daring maupun media sosial. Namun responden menilai bahwa pemerintah belum dapat memaksimalkan komunikasi politik melalui media sosial yang dimiliki oleh pemerintah, dimana bahasa penyampaian informasi yang digunakan kurang sesuai dengan tingkat literasi pengguna media sosial, informasi yang disampaikan kurang menarik dan kurang informatif bagi pengguna media sosial, kurangnya unsur edukasi di informasi yang disampaikan oleh pemerintah dan minimnya saluran penyampain keluhan di media daring atau media sosial yang dimiliki oleh pemerintah.  Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi dari pemerintah untuk membenahi komunikasi yang dilakukan melalui media daring dan media sosial milik pemerintah.