Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Santo Yohanes Salib merupakan figur penting dalam teologi spiritual. Dia adalah pujangga Gereja dan menjadi guru hidup rohani. Salah satu ide penting yang diwarikannya kepada kita dewasa ini adalah ajarannya tentang unio transforman. Hal itu disebut persatuan yang mengubah karena jiwa diubah ke dalam Allah. Sesungguhnya dalam sejarah teologi spiritual, persatuan dengan Allah adalah inti dan menjadi akhir dari perjalanan suatu jiwa menuju kepada Sang Pencipta yaitu Allah. Kerenanya unio transforman pertama dan terutama adalah rahmat Allah untuk semua orang Kristen. Hal itu merupakan penggenapan dari rahmat pembaptisan. Dalam hidup praktis ajaran ini dicapai melalui pelaksanaan ajaran Tuhan tentang cinta kasih. Cinta di sini memiliki arti sebagai keutamaan teologal karena hal itu berasal dari Tuhan. Karena itu cinta membawa suatu jiwa yang serius menepuh perjalanan hidup rohani secara langsung bersatu dengan realitas ilahi, yaitu Allah.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas mengambangkan teori metafisika partisipasi. Hal itu berakar dari suatu tradisi filsafat yang panjang dari filsafat Plato mengenai partisipasi Idea yang lebih rendah pada Idea yang lebih tinggi. Dalam tradisi filsafat Plato hal itu merupkan suatu filsafat dalam arti yang murni, tetapi Thomas Aquinas mengembangkan hal itu pada argumen-argumen teologis. Pada abad XVII seorang tokoh spiritual dari Spanyol, Yohanes Salib menggunakan dan mengembangkan ide ini dalam ajaran-ajaran spiritualnya yaitu persatuan antara jiwa dengan Allah. Persatuan ini disebut dengan persatuan transforman. Persatuan ini sebagai puncak dari kehidupan rohani seseorang adalah mungkin dalam hidup ini karena persatuan entitas yang lebih rendah, yaitu jiwa, dengan Allah. Artikel ini berusaha mendalami tradisi perkembangan ide partisipasi dari ide filosofis- metafisik kepada ide teologis, dan pada akhirnya pada ide spiritual.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas (1225/1224-1274) is one of greatest thinker in the history of Medieval philosophy. He wrote his par excellence work, called Summa Theologiae. It is a theological work but rich with philosophical arguments. He established his arguments by citing Greek thinkers such as Plato and Aristotle. One of Thomas’ important argument is the prove of God’s existence or what nowdays calls as The Five Ways. Thomas presents his readers that God exists and proves it philosophically than theologically. Richard Dawkins (1941 - ) revives The Five Ways to modern readers by critizing Thomas’ arguments in his The God Delusion. Dawkins bases his critique on the evident character of modern science. His critique is supported by his Darwinism background and his efforts to promote atheism. According to Dawkins, The Five Ways does not prove anything about God. This article tries to examine and interprateThomas’ arguments on The Five Way and how Dawkins reads and critizes it from atheism point of view.