Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Ruslaini, Ruslaini; Ariesta, Tierza

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Di masa kini, setiap perusahaan wajib menyusun laporan keuangan. Oleh karenanya profesi akuntan semakin dibutuhkan. Akan tetapi profesionalisme dan etika menjadi hal yang terpenting. Seorang akuntan adalah pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan yang disajikan.Untuk itu perlu adanya eksternal auditor untuk memeriksa, apakah laporan keuangan yang dibuat oleh akuntan dalam suatu perusahaan sudah sesuai dengan standar.Implementasi pekerjaan auditor dihadapkan situasi yang sulit, dimana hasil temuan auditor tidak sesuai dengan harapan klien, sehingga menimbulkan konflik. Perlunya mengembangkan sikap locus of control, dimana auditor dapat menolak tekanan klien untuk melakukan tindakan yang tidak etis. Komitmen profesi artinya auditor memiliki komitmen professional yang tinggi. Tingkat pendidikan formal wajib dimiliki oleh setiap auditor sebelum menjalankan tugasnya dengan baik. Auditor yang banyak pengalaman memiliki tingkat kesalahan pekerjaan lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui secara empiris baik simultan atau parsial apakah terdapat pengaruh locus of control, komitmen profesi, tingkatpendidikan dan pengalaman kerja terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Metodologi penelitian menggunakan data primer yaitu dengan questioner dan untuk menguji penelitian tersebut, uji kualitas data ( uji validitas, uji reabilitas ), uji asumsi klasik ( uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas ), uji hipotesis ( uji t, uji f, uji korelasi, uji koefisien determinasi ) Hasil dari penelitian ini locus of control berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai t hitung (7.868) > t tabel (2.945). komitmen profesi berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situsi konflik audit. Dengan nilai t hitung (4.529) > t tabel (2.945). Locus of control dan komitmen profesi berpengaruh secara bersama-sama terhadap perilaku auditor dalam konflik audit. Dengan nilai f hitung (37.558 )> f tabel (5.942). terdapat pengaruh tingkatpendidikan terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai sig 0.001 < 0.05. Terdapat pengaruh antara pengalaman terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai sig 0.00 < 0.05.

Ruslaini, Ruslaini; Perwitasari, Malida

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) pada perusahaan diperlukan untuk menjaga independensi dan objektivitas auditor dari pengaruh pihak lain. Beberapa penelitian terdahulu mengenai pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan terhadap pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) pada perusahaan pertambangan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen, kesulitan keuangan, dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Data yang digunakan dari penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010 sampai 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 140 (35 perusahaan dikalikan dengan 4 periode pengamatan). Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode analisis regresi logistik dengan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) Versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah manajemen, serta ukuran perusahaan yang merupakan variabel kontrol. Sedangkan kesulitan keuangan perusahaan yang diteliti dalam penelitian ini tidak terbukti berpengaruh terhadap keputusan perusahaan untuk melakukan pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP).

Ruslaini, Ruslaini; Ardana, Pitharia

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap perusahaan tentunya berkaitan denganperaturan-peraturan yang ada. Salah satunya adalah peraturan pajak, yang dimana setiapperaturan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mempunyai skema pembayaran dan pelaporan pajak yang tepat waktu agar salah satu tujuan perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dan aspek yang diuraikan meliputi analisis pelaporan pajak pada tahun 2009 dan 2010 terhadap penyesuaian undang-undang yang ada. Metode pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan, penelitian lapangan, dan dokumentasi. Penelitian lapangan dilakukan dengan pengamatan dan wawancara seperti yang telah penulis lakukan dalam kegiatan langsung bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Pelaporan pajak dimaksudkan untuk mengetahui bahwa pelaporan pajak yang dilaksanakan telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, pelaporan pajak yang dilakukan oleh PT. Jaring Semesta Infosolusi pada tahun 2009 dan 2010 sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sedangkan pelaporan pajak untuk tahun berikutnya, hanya tinggal mengikuti pada pelaporan pajak pada tahun 2010, karena belum adanya penyesuaian kembali terhadap undang-undang perpajakan terutama terhadap pajak pertambahan nilai. Untuk pelaporan pajak pertambahan nilai yang akan dilakukan oleh PT. Jaring Semesta Infosolusi pada tahun berikutnya, harus memperhatikan setiap peraturan yang berlaku agar terhindar dari sanksi administrasi perpajakan, sehingga pelaporan pajak pertambahan nilai yang dilakukan sesuai peraturan yang berlaku beserta perubahannya dan terlaksana dengan benar.

Ruslaini, Ruslaini; Ernawati, Ernawati

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pajak, kepemilikan asing, exchange rate dan leverage terhadap indikasi perusahaan melakukan transfer pricing pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu indikasi perusahaan melakukan transfer pricing, sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah pajak, kepemilikan asing, exchange rate dan leverage. Sampel yang digunakan adalah 7 perusahaan makanan dan minuman yang memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan antara lain analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi logistik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemilikan asing dan exchange rate tidak berpengaruh signifikan terhadap indikasi perusahaan melakukan transfer pricing, hal ini ditunjukkan dengan variabel kepemilikan asing memiliki nilai chi-square table > chi-square hitung (3,841 > 3,105), variabel exchange rate memiliki nilai chi-square table > chi-square hitung (3,841 > 2,103). Sedangkan variable pajak dan leverage secara parsial berpengaruh terhadap indikasi perusahaan melakukan transfer pricing, hal ini ditunjukkan dengan variabel pajak memiliki nilai chi-square table < chi-square hitung (3,841 < 4,668), variabel leverage memiliki nilai chi-square table < chi-square hitung (3,841 < 6,302). Secara simultan, variabel pajak, kepemilikan asing, exchange rate dan leverage berpengaruh signifikan terhadap indikasi perusahaan melakukan transfer pricing, dimana dalam penelitian ini diperoleh nilai chi-square hitung dan signifikansi sebesar 16,662 dan 0,002. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 0,512 artinya 51,2% transfer pricing dapat dijelaskan oleh variabel pajak, kepemilikan asing, exchange rate dan leverage, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.