Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Rizal, Muhammad

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Manajemen laba merupakan suatu tindakan manajemen yang dapat merugikan perusahaan juga pihak pemangku kepentingan dalam perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya agar tindakan manajemen laba dapat diminimalisir di dalam perusahaan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui penerapan mekanisme Good Coporate Governance, berupa keberadaan kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Manajemen laba pada penelitian ini sebagai variabel dependen diukur dengan akrual diskresioner. Sampel perusahaan adalah 14 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014, sampel dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Untuk pengujian parsial menunjukkan bahwa komite audit independen memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional dan komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap manajemen laba.

Rizal, Muhammad; Rusofi, Rusofi

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Audit laporan keuangan merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi dan memastikan laporan keuangan tidak salah saji karena ini akan berdampak pada kualitas audit yang dihasilkan. Ada beberapa faktor yang menentukan kualitas audit diantaranya ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit terhadap kualitas audit. Variabel ukuran perusahaan diukur menggunakan ln total asset. Variabel pergantian auditor diukur menggunakan variabel dummy dimana jika ada pergantian Akuntan Publik (AP) akan diberi nilai 1 jika tidak maka diberi nilai 0. Variabel komite audit dilihat dari jumlah komite audit kemudian diukur dengan menggunakan variabel dummy jika komite audit berjumlah 3 orang atau lebih maka diberi nilai 1 jika komite audit berjumlah kurang dari 3 orang maka diberi nilai 0. Variabel kualitas audit diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu jika perusahaan menggunakan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berafiliasi dengan big four maka diberi nilai 1 jika tidak maka diberi nilai 0. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2017 dengan melihat laporan keuangan yang telah diaudit atau annual report. Total sampel berjumlah 96 dari 24 perusahaan yang terpilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode regresi logistik yang terdapat dalam program SPSS 21.0 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dan variabel pergantian auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Untuk variabel komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas. Apabila di uji secara simultan hasil penelitian ini menunjukkan variabel ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap kualias audit.

Rizal, Muhammad; Sari, Novita

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa variabel independen sebagai solvabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan mempengaruhi variabel dependen sebagai tarif pajak efektif. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 dari total 52 perusahaan dan dengan menggunakan sampel purposive, ada 13 perusahaan yang diperoleh untuk menguji hipotesis. Studi ini menggunakan metode analisis regresi ganda dari program SPSS 21.0 (Program Statistik untuk Ilmu Sosial). Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap tarif pajak efektif karena biaya bunga tidak berpengaruh besar terhadap sampel tarif pajak efektif, sedangkan variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap tarif pajak efektif karena jika pertumbuhan penjualan perusahaan meningkatd, Sehingga biaya yang muncul bisa ditingkatkan juga. Dan semua biaya dapat mengurangi pengeluaran pajak perusahaan sehingga akan mempengaruhi tarif pajak efektif perusahaan. Untuk ukuran perusahaan memiliki efek signifikan terhadap tarif pajak efektif karena biaya depresiasi atau amortisasi dari aset tetap dapat mengurangi biaya pajak perusahaan, sehingga mempengaruhi tarif pajak efektif. Uji coba secara simultan menunjukkan hasil bahwa solvabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan bersama-sama memiliki efek signifikan pada tarif pajak efektif.

Rizal, Muhammad; Komariyah, Siti

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Pertumbuhan Laba merupakan indikator kinerja perusahaan yang mengandung informasi penting untuk pengambilan keputusan investasi para stakeholder. Jika laba tinggi artinya manajemen dan perusahaan memiliki kinerja yang baik. Dengan pertumbuhan laba ini kita dapat mengetahui kondisi perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya apakah semakin membaik atau menurun. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba dan variabel bebasnya adalah perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI selama 5 tahun periode 2015-2019 yang berjumlah 12 perusahaan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling serta menggunakan metode analisis regresi berganda (multiple regresion analysis) yang terdapat dalam program SPSS 21.0 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa variabel perbedaan permanen memiliki pengaruhsignifikan terhadap pertumbuhan laba, perbedaan temporer tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan juga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Apabila diuji secara simultan, hasil penelitian menunjukan variabel perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba.