Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Rizal, Muhammad; Permana, Ngadi

This qualitative literature review examines the strategic role of liquidation during financial crises, with a focus on the externalities it generates and the design of optimal insolvency interventions. Synthesizing recent empirical and theoretical research, the study highlights how liquidation decisions—particularly in systemic downturns—affect broader economic stability through credit disruption, asset fire sales, and employment losses. The review finds that while prompt liquidation of non-viable firms can facilitate recovery, poorly structured interventions risk perpetuating inefficiencies and moral hazard. Comparative insights from diverse institutional contexts emphasize the need for hybrid insolvency regimes that balance liquidation with restructuring flexibility. This synthesis contributes to ongoing debates on how to enhance crisis responsiveness in insolvency law and policy design.

Rizal, Muhammad; Ruslaini, Ruslaini; Amelia, Yessica

This study explores the impact of separating audit and risk committees on financial reporting quality, emphasizing regulatory reforms introduced following the 2007–2009 financial crisis. Employing a qualitative literature review methodology, the research synthesizes findings from prior studies to evaluate the efficacy of these reforms in enhancing financial transparency and mitigating audit failures. The analysis reveals mixed outcomes, with evidence supporting the improved independence and oversight capabilities of segregated committees, while highlighting challenges such as resource constraints and evolving regulatory compliance demands. Comparative insights underscore variations across jurisdictions, emphasizing the importance of contextualizing governance practices. The study concludes with a discussion on the implications for policy and practice, alongside identified limitations and avenues for future research.

Rizal, Muhammad; Qalbia, Farah

This qualitative literature review explores the advances and challenges in predicting SME failures, focusing on methodological trends, data imbalance solutions, and model validation practices. Over recent years, machine learning techniques have gained prominence, replacing traditional statistical models and improving predictive accuracy. Key strategies for overcoming data imbalance, such as Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) and cost-sensitive learning, have also been highlighted. However, challenges persist, particularly in model interpretability, generalization, and overfitting. The review emphasizes the need for continuous refinement of predictive models and validation practices to ensure real-world applicability. The findings suggest that while considerable progress has been made, future research should aim to enhance model transparency and address limitations in data representation to improve SME failure prediction across diverse contexts.

Rizal, Muhammad; Kusnanto, Eri

This research explores the relationship between public information precision, borrower risk-taking behavior, and financial reporting regulations. It examines how varying levels of accounting disclosures influence creditor-borrower dynamics in financial markets. Enhanced precision in public information, such as accounting earnings, promotes market efficiency by reducing information asymmetry and improving creditors' ability to accurately assess borrower creditworthiness. While higher precision generally mitigates borrower risk-shifting tendencies, regulatory context and economic conditions modulate these effects. This literature review systematically identifies and analyzes peer-reviewed articles on forecast dispersion, accuracy, and their implications for cross-sectional return anomalies in financial markets. The findings reveal that higher forecast dispersion is linked to greater uncertainty and perceived risk, leading to higher expected returns, while accurate forecasts reduce information asymmetry and improve market efficiency. Differences in forecast precision significantly contribute to market anomalies. In conclusion, forecast dispersion and accuracy are critical in explaining cross-sectional return anomalies. Future research should refine models, explore behavioral biases, and evaluate technological advancements, emphasizing balanced financial reporting regulations to harness transparency benefits while mitigating potential costs during economic expansions.

Rizal, Muhammad; Qalbia, Farah

This qualitative literature review explores how various forms of capital—beyond financial investment—shape power dynamics between founders and investors in new ventures. Drawing on organization theory, entrepreneurship, and governance literature, the review synthesizes findings on human, social, reputational, and symbolic capital as sources of strategic influence. It challenges the traditional dominance of financial capital in venture control and highlights how non-financial assets enable founders to assert influence, co-create governance, and navigate investor relations. The analysis reveals that power in new ventures is dynamic, relational, and context-dependent, offering a reframed understanding that informs both academic theory and entrepreneurial practice

Rizal, Muhammad; Handayani, Yovita Tri

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh antara pajak, struktur aktiva,profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal. Objek dalam penelitian ini yaituperusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2015 - 2017. Alat analisis yang digunakan diantaranya uji statistik deskriptif; uji asumsi klasik yang terdiri dari : uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi; uji hipotesis yang terdiri dari: uji parsial (uji t) dan uji F simultan; uji koefisien determinasi serta analisis regresi linear berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pajak, struktur aktiva, dan profitabilitas secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung dan signifikansi dari variabel pajak sebesar -2,643 dan 0,011, sedangkan nilai thitung dan signifikansi dari variabel struktur aktiva sebesar -2,278 dan 0,027, sedangkan nilai thitung dan signifikansi dari variabel profitabilitas sebesar -6,237 dan 0,000. Selain itu, variabel ukuranperusahaan dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal, dengan nilai thitung sebesar 5,462 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Secara simultan, variabel pajak, struktur aktiva, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai Fhitung dan signifikansi sebesar 14,838 dan 0,000. Adapun dalam penelitian ini diperoleh nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,511 yang berarti bahwa variabel struktur modal mampu dijelaskan oleh variabel pajak, struktur aktiva, profitabilitas, dan ukuran perusahaan sebesar 51,10%. Sedangkan sisanya sebesar 48,90% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian yang tidak diteliti.

Rizal, Muhammad; Komariyah, Siti

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Pertumbuhan Laba merupakan indikator kinerja perusahaan yang mengandung informasi penting untuk pengambilan keputusan investasi para stakeholder. Jika laba tinggi artinya manajemen dan perusahaan memiliki kinerja yang baik. Dengan pertumbuhan laba ini kita dapat mengetahui kondisi perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya apakah semakin membaik atau menurun. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba dan variabel bebasnya adalah perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI selama 5 tahun periode 2015-2019 yang berjumlah 12 perusahaan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling serta menggunakan metode analisis regresi berganda (multiple regresion analysis) yang terdapat dalam program SPSS 21.0 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa variabel perbedaan permanen memiliki pengaruhsignifikan terhadap pertumbuhan laba, perbedaan temporer tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan juga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Apabila diuji secara simultan, hasil penelitian menunjukan variabel perbedaan temporer, perbedaan permanen dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba.

Rizal, Muhammad; Nuary, Henny

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on investment, debt ratio, dan capital intensity ratio terhadap perubahan laba bersih. Perubahan laba bersih dihitung dengan mengurangkan laba bersih satu periode kedepan dengan laba bersih periode berjalan dan kemudian dibagi dengan laba bersih periode berjalan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on investment, debt ratio dan capital intensity ratio, sedangkan variabel dependennya adalah perubahan laba bersih. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009- 2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 12 perusahaan. Metode analisis yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) return on investment tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih secara parsial karena nilai thitung -0.668< ttabel 2.021 dan nilai signifikan 0.507 > 0.05. 2) debt ratio berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih karena nilai thitung 2.146 > ttabel 2.021 dan nilai signifikan 0.037< 0.05. 3) capital intensity ratio berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih karena nilai thitung 2.187>ttabel 2.021dan nilai signifikan 0.034 < 0.05. 4) return on investment, debt ratio dan capital intensity ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih karena nilai Fhitung 3.026 > Ftabel 2.820 dan nilai signifikan 0.039< 0.05.

Rizal, Muhammad; Sari, Novita

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa variabel independen sebagai solvabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan mempengaruhi variabel dependen sebagai tarif pajak efektif. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 dari total 52 perusahaan dan dengan menggunakan sampel purposive, ada 13 perusahaan yang diperoleh untuk menguji hipotesis. Studi ini menggunakan metode analisis regresi ganda dari program SPSS 21.0 (Program Statistik untuk Ilmu Sosial). Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap tarif pajak efektif karena biaya bunga tidak berpengaruh besar terhadap sampel tarif pajak efektif, sedangkan variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap tarif pajak efektif karena jika pertumbuhan penjualan perusahaan meningkatd, Sehingga biaya yang muncul bisa ditingkatkan juga. Dan semua biaya dapat mengurangi pengeluaran pajak perusahaan sehingga akan mempengaruhi tarif pajak efektif perusahaan. Untuk ukuran perusahaan memiliki efek signifikan terhadap tarif pajak efektif karena biaya depresiasi atau amortisasi dari aset tetap dapat mengurangi biaya pajak perusahaan, sehingga mempengaruhi tarif pajak efektif. Uji coba secara simultan menunjukkan hasil bahwa solvabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan bersama-sama memiliki efek signifikan pada tarif pajak efektif.

Rizal, Muhammad; Aini, Nur

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban dan penyampaian informasi keuangan dari suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan. Dalam meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, maka laporan keuangan perlu diaudit oleh auditor eksternal. Auditor eksternal harus bersikap objekif dan independen. Untuk menjaga independensi auditor, maka perlu dilakukan pergantian auditor (auditor switching) secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguji pengaruh ukuran perusahaan, opini audit going concern dan audit lag terhadap auditor switching. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari laporan keuangan yang telah diaudit pada perusahaan jasa sektor keuangan sub sektor investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017. Populasi yang diperoleh sebanyak 36 perusahaan yang nantinya akan diambil sebagai sampel berdasarkan kualifikasi yang ditentukan. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini memiliki 48 sampel dari 16 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap auditor switching dengan tingkat signifikansi (α) 0,016 > 0,05. Opini audit going concern tidak berpengaruh terhadap auditor switching dengan tingkat signifikansi (α) 0,110 > 0,05. Dan audit lag berpengaruh terhadap auditor switching dengan tingkat signifikansi (α) 0,034 < 0,05. Apabila diuji secara simultan, hasil penelitian menunjukkan variabel ukuran perusahaan, opini audit going concern dan audit lag berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching dengan tingkat signifikansi (α) 0,001 < 0,05.

Rizal, Muhammad; Rusofi, Rusofi

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Audit laporan keuangan merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi dan memastikan laporan keuangan tidak salah saji karena ini akan berdampak pada kualitas audit yang dihasilkan. Ada beberapa faktor yang menentukan kualitas audit diantaranya ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit terhadap kualitas audit. Variabel ukuran perusahaan diukur menggunakan ln total asset. Variabel pergantian auditor diukur menggunakan variabel dummy dimana jika ada pergantian Akuntan Publik (AP) akan diberi nilai 1 jika tidak maka diberi nilai 0. Variabel komite audit dilihat dari jumlah komite audit kemudian diukur dengan menggunakan variabel dummy jika komite audit berjumlah 3 orang atau lebih maka diberi nilai 1 jika komite audit berjumlah kurang dari 3 orang maka diberi nilai 0. Variabel kualitas audit diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu jika perusahaan menggunakan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berafiliasi dengan big four maka diberi nilai 1 jika tidak maka diberi nilai 0. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2017 dengan melihat laporan keuangan yang telah diaudit atau annual report. Total sampel berjumlah 96 dari 24 perusahaan yang terpilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode regresi logistik yang terdapat dalam program SPSS 21.0 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dan variabel pergantian auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Untuk variabel komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas. Apabila di uji secara simultan hasil penelitian ini menunjukkan variabel ukuran perusahaan, pergantian auditor dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap kualias audit.

Rizal, Muhammad

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Manajemen laba merupakan suatu tindakan manajemen yang dapat merugikan perusahaan juga pihak pemangku kepentingan dalam perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya agar tindakan manajemen laba dapat diminimalisir di dalam perusahaan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui penerapan mekanisme Good Coporate Governance, berupa keberadaan kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Manajemen laba pada penelitian ini sebagai variabel dependen diukur dengan akrual diskresioner. Sampel perusahaan adalah 14 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014, sampel dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit independen secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Untuk pengujian parsial menunjukkan bahwa komite audit independen memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional dan komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap manajemen laba.