Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh independensi, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi, kompetensi, dan pengalaman auditor secara konsisten berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Independensi menjadi faktor paling dominan karena menentukan objektivitas auditor dalam menghasilkan opini yang dapat dipercaya. Kompetensi teknis dan pengalaman lapangan terbukti saling melengkapi dalam meningkatkan ketajaman penilaian auditor terhadap risiko dan materialitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas audit bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh interaksi dinamis antara independensi, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki auditor. Penguatan regulasi, pendidikan profesi berkelanjutan, dan budaya organisasi yang mendukung integritas menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dilema etika yang dialami auditor dalam praktik audit menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan pada salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya dengan melibatkan 7 auditor sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa auditor menghadapi dilema etika yang bersumber dari tekanan klien, keterbatasan waktu dan fee audit, serta hierarki organisasi. Dilema ini menciptakan konflik antara standar profesional dengan realitas praktik yang menimbulkan dampak emosional berupa stress dan kelelahan moral. Auditor mengembangkan strategi coping melalui konsultasi dan dokumentasi untuk mengelola dilema yang dihadapi. Makna independensi dikonstruksi sebagai spektrum yang fleksibel dan terus dinegosiasikan dalam praktik. Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman mendalam tentang pengalaman subjektif auditor dan merekomendasikan pengembangan budaya organisasi yang mendukung pengambilan keputusan etis serta program pendidikan etika yang lebih kontekstual.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi auditor dan independensi terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four di Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik triangulasi yang mencakup wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri dari Senior Auditor, Audit Manager, dan Partner di KAP Big Four Surabaya yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor yang mencakup pengetahuan teknis, keahlian profesional, dan pengalaman industri berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Independensi auditor terbukti menjadi pilar integritas yang esensial dalam mempertahankan objektivitas. Temuan penting mengungkapkan adanya efek interaksi sinergis antara kompetensi dan independensi, di mana kedua faktor saling memperkuat dalam menghasilkan audit berkualitas tinggi. KAP Big Four di Surabaya berhasil menyeimbangkan standar global dengan adaptasi karakteristik pasar lokal melalui sistem quality control yang robust dan pengembangan spesialisasi industri.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan PSAK berbasis IFRS terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta menganalisis peran moderasi tata kelola perusahaan dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, melalui penelusuran 187 artikel dari Google Scholar, SINTA, dan Garuda, yang menghasilkan 32 artikel memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan PSAK berbasis IFRS berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, khususnya pada dimensi relevansi nilai, meskipun efektivitasnya bersifat kondisional dan bervariasi antar sektor. Tata kelola perusahaan terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi IFRS merupakan kondisi yang diperlukan namun belum cukup tanpa didukung regulasi yang tegas, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola perusahaan yang efektif.

Devi Maya Sofa

Transformasi digital telah mengubah lanskap profesi akuntansi secara mendasar dan berdampak langsung pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan mahasiswa akuntansi terhadap transformasi digital serta menganalisis pembentukan kompetensi dan kesiapan kerja mereka dalam perspektif pendidikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan di Program Studi S1 Akuntansi Universitas Teknologi Surabaya. Informan adalah mahasiswa aktif semester 7 dan 8 yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah menyadari urgensi transformasi digital, namun kompetensi digital mereka masih terbentuk lebih banyak dari eksplorasi mandiri dan pengalaman magang dibandingkan pembelajaran formal. Kesiapan kerja mahasiswa belum merata akibat keterbatasan kurikulum berbasis teknologi dan ketimpangan kualitas pengalaman magang.

Devi Maya Sofa

Perkembangan teknologi industri 4.0, khususnya Robotic Process Automation (RPA), telah memberikan dampak signifikan terhadap profesi akuntan. Penelitian ini mengkaji dampak ganda RPA terhadap akuntan di Indonesia, yakni apakah kehadirannya merupakan ancaman atau peluang transformasi profesional. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, literatur yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024 diidentifikasi, disaring, dan disintesis secara sistematis melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun RPA mengotomasi tugas akuntansi yang berulang sehingga mengancam peran rutin, di sisi lain teknologi ini membuka peluang bagi akuntan untuk bergeser ke fungsi yang lebih strategis, analitis, dan konsultatif. Namun demikian, kesenjangan kompetensi digital masih menjadi hambatan utama adaptasi akuntan Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respons terkoordinasi dari institusi pendidikan, organisasi profesi, dan perusahaan sangat diperlukan untuk membekali akuntan dengan kompetensi yang relevan di era otomasi.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mensintesis literatur mengenai peran kecerdasan buatan (AI) dalam proses audit keuangan secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Sebanyak 47 artikel dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar periode 2020–2025 dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dan bibliometrik. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama yaitu efisiensi audit, kualitas audit, deteksi kecurangan, kompetensi auditor, etika dan independensi, serta keamanan data. Temuan menunjukkan bahwa AI memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi audit, namun adopsinya menghadirkan tantangan berupa keterbatasan kompetensi SDM, kekosongan regulasi, dan risiko bias algoritma. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa peta komprehensif perkembangan literatur AI dalam audit keuangan sebagai landasan bagi regulator, praktisi, dan akademisi dalam merespons transformasi digital profesi audit di Indonesia.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan mensintesis bukti empiris mengenai dampak pengungkapan laporan keberlanjutan terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia. Metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA digunakan sebagai pendekatan penelitian. Pencarian literatur dilakukan melalui Scopus, Web of Science, Google Scholar, Sinta, dan Garuda dengan rentang waktu 2020–2024, menghasilkan 42 artikel final yang memenuhi kriteria seleksi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa 57% studi menemukan pengaruh positif signifikan, 28% tidak menemukan pengaruh signifikan, dan 15% menemukan hubungan negatif. Inkonsistensi temuan dipengaruhi oleh faktor moderasi berupa ukuran perusahaan, jenis industri, kualitas pengungkapan, dan periode pengukuran. Secara keseluruhan, pengungkapan laporan keberlanjutan cenderung berdampak positif terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang, yang didukung oleh stakeholder theory, legitimacy theory, dan signaling theory.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesis bukti empiris secara sistematis mengenai pengaruh penerapan IFRS terhadap kualitas pelaporan keuangan. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini menyeleksi 42 artikel dari basis data Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan SINTA yang diterbitkan pada rentang 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IFRS secara umum berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan keuangan, tercermin dari penurunan manajemen laba, peningkatan relevansi nilai, dan penguatan konservatisme kondisional. Namun, pengaruh tersebut dimoderasi oleh kualitas audit, struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan lingkungan hukum. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat celah penelitian utama, di antaranya terbatasnya cakupan entitas non-publik dan minimnya studi longitudinal jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan implikasi praktis bagi regulator, profesi akuntansi, dan peneliti selanjutnya.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang akuntansi keuangan serta mengidentifikasi agenda riset yang relevan untuk pengembangan ilmu di masa depan. Meningkatnya adopsi teknologi AI dalam praktik pelaporan dan analisis keuangan memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana teknologi ini mampu mentransformasi kualitas informasi akuntansi, efisiensi proses pelaporan, dan peran profesional akuntan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore yang diterbitkan pada periode 2018–2023. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) tipologi dan karakteristik penerapan AI dalam proses akuntansi keuangan, (2) faktor-faktor moderasi yang memengaruhi efektivitas implementasi AI terhadap kualitas pelaporan keuangan, serta (3) implikasi penerapan AI terhadap kompetensi akuntan, standar pelaporan, dan tata kelola informasi keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun AI telah terbukti meningkatkan akurasi dan efisiensi proses akuntansi secara signifikan, hambatan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi perubahan budaya organisasi, serta ketidaksiapan regulasi akuntansi dalam mengakomodasi output berbasis AI masih menjadi tantangan utama adopsi di skala luas. Penguatan kerangka regulasi AI dalam pelaporan keuangan, pengembangan kurikulum akuntansi berbasis kompetensi digital, serta peningkatan kolaborasi antara lembaga standar akuntansi, industri teknologi, dan perguruan tinggi menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif perkembangan riset tentang perlakuan akuntansi aset tetap berdasarkan PSAK 16 dalam konteks perusahaan perkebunan di Indonesia. Kompleksitas karakteristik aset tetap pada sektor perkebunan yang meliputi tanaman perkebunan, infrastruktur lahan, serta mesin dan peralatan pengolahan menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana penerapan PSAK 16 telah mampu mencerminkan kondisi ekonomi aset secara akurat dan relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2018–2023. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) dinamika penerapan PSAK 16 dalam pengakuan, pengukuran, dan penyajian aset tetap pada perusahaan perkebunan, (2) faktor-faktor moderasi dan mediasi yang memengaruhi kualitas perlakuan akuntansi aset tetap, serta (3) implikasi pemilihan model pengukuran biaya historis versus revaluasi terhadap relevansi dan keandalan laporan keuangan perusahaan perkebunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun PSAK 16 telah memberikan kerangka yang cukup komprehensif, implementasinya pada perusahaan perkebunan masih menghadapi tantangan signifikan terutama dalam penentuan masa manfaat tanaman, metode penyusutan yang tepat, dan konsistensi pemilihan model pengukuran aset. Penguatan kapasitas sumber daya manusia akuntansi, pengembangan panduan implementasi PSAK 16 yang spesifik untuk sektor perkebunan, dan peningkatan kualitas pengawasan auditor menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan riset global tentang carbon accounting dan pelaporan emisi serta mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan arah penelitian masa depan di bidang tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan Web of Science periode 2015–2024. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa praktik carbon accounting berkembang pesat seiring meningkatnya tekanan regulasi internasional, tuntutan investor, dan kesadaran publik terhadap perubahan iklim. Tiga tema dominan yang teridentifikasi adalah: (1) standarisasi pengukuran dan pelaporan emisi karbon, (2) hubungan antara pengungkapan emisi dan kinerja keuangan perusahaan, serta (3) peran regulasi dan insentif fiskal dalam mendorong akuntabilitas karbon korporat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun literatur carbon accounting terus berkembang, kesenjangan masih ditemukan pada konteks negara berkembang, khususnya dalam hal kerangka kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, dan efektivitas mekanisme verifikasi emisi. Penguatan standar pelaporan emisi, pengembangan kapasitas akuntan publik dalam isu keberlanjutan, serta integrasi carbon accounting ke dalam regulasi pelaporan keuangan nasional menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna kejujuran dalam praktik akuntansi pada akuntan publik di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran dipahami secara multidimensi, mencakup akurasi informasi, transparansi proses, dan keberanian moral. Internalisasi nilai kejujuran dipengaruhi oleh faktor individu, organisasi, dan regulasi eksternal yang bekerja secara simultan. Akuntan publik menghadapi dilema etika yang kompleks akibat tekanan klien, budaya hierarki organisasi, dan ketergantungan finansial KAP. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejujuran bukan sekadar kepatuhan normatif, melainkan nilai yang dibentuk oleh konteks sosial, budaya, dan profesional masing-masing akuntan. Penguatan pendidikan etika dan budaya organisasi yang berintegritas menjadi rekomendasi utama penelitian ini.