Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan untuk memenuhi nutrisi kebutuhan pada anak yang dutunjukkan melalui capaian berat badan terhadap umur. Status gizi balita sangat signifikasi sebagai titik tolak kapasitas fisik saat usia dewasa. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari peninjauan langsung lapangan dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang sebelumnya untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang  sebanyak 30 orang di dalam penelitian ini . Berdasarkan penelitian dari 30 orang yang menjadi responden  Gambaran Pengetahuan Ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 14 orang (47%) dan minoritas ibu yang berpengetahuan kurang 6 orang (20%). Berdasarkan umur mayoritas umur 20 – 35 tahun sebanyak  7 orang (23%) dan minoritas pada usia <20  tahun sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pendidikan mayoritas SMA sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas pendidikan  SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pekerjaan Mayoritas yang bekerja sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas yang tidak bekerja sebanyak 2 orang (7%). Dari penelitian ini diharapkan kepada bidan desa agar banyak  memberikan informasi melalui penyuluhan dan meningkatkan lagi pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita sehingga anak tidak mengalami kekurangan gizi.

Adriana Bangun; Kiki Khoiriyani; Putri Nadila; Gembira Pasaribu; Citra Anggreni Br Ginting +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pernikahan dini yang berkembang dikalangan masyarakat Indonesia, dipandang sebagai sebuah komitmen untuk mengikat dua insan lawan jenis yang masih remaja dalam suatu ikatan keluarga. Usia remaja perempuan yang melakukan pernikahan dini diusia muda adalah mereka yang berusia dibawah umur-20 tahun yang melakukan pernikahan dini. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data primer yang ditinjau langsung yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang tantang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun VI desa Telaga Sari Tahun 2023 populasi penelitian ini seluruh remaja putri di Dusun Telaga Sari. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian mengenai Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang dampak Pernikahan Dini diperoleh berdasarkan umur, mayoritas umur 16-18 tahun sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas umur 19-20 tahun sebanyak 2 orang (7%), berdasarkan pendididkan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas pada kelompok tenaga kesehatan sebanyak 13 orang (43%) dan minoritas pada media cetak sebanyak 3 orang (10%), dan  mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (17%). Diharapkan kepada seluruh remaja putri agar lebih meningkatkan pengetahuannya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dan untuk mengetahui dampak dalam pernikahan dini, hal ini bertujuan untuk menghindari remaja putri dari dampak melakukan pernikahan dibawah umur dan mengurangi resiko dalam resiko kesehatan reproduksi.

Adriana Bangun; Putri Diah Pemiliana

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Prenatal exercise is a program designed specifically for pregnant women, featuring movements tailored to their condition, aimed at reducing discomforts during pregnancy and preparing them both physically and mentally for childbirth. The lack of awareness among pregnant women regarding prenatal exercise is likely a contributing factor to their limited participation. This study aims to explore the level of knowledge pregnant women have about prenatal exercise at Alisah Clinic, Medan, during the period of March to May 2025. The research employed primary data collection using a total sampling technique, with questionnaires as the instrument, involving 30 pregnant women as subjects. Data analysis was conducted using frequency distribution in percentages. The results showed that the majority of respondents with knowledge about prenatal exercise were aged 20–35 years, accounting for 19 individuals (63.4%), while the minority were aged over 35 years, totaling 3 individuals (10%). Based on education level, most respondents had completed high school (14 individuals or 46.6%), and the fewest had completed elementary school (3 individuals or 10%). Regarding occupation, the majority were housewives (17 individuals or 26.6%), and the minority were private employees (3 individuals or 3.3%). It is recommended that Alisah Clinic, Medan, use this scientific paper as a reference and input for midwifery practice, particularly in providing health education to pregnant women. Future researchers are advised to conduct broader studies with more comprehensive methods and variables to improve and refine this research.  

Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Nutritional status is a measure of success in fulfilling nutritional needs in children which is shown through the achievement of body weight for age. The nutritional status of toddlers is very significant as a starting point for physical capacity in adulthood. This descriptive study uses primary data, namely data obtained from direct field observations using a questionnaire that has been designed previously to determine maternal knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, as many as 30 people in this study. Based on research from 30 people who became respondents, the Description of Mother's Knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, the majority of 14 people (47%) have sufficient knowledge and a minority of 6 mothers who have less knowledge (20%). Based on age, the majority were 20-35 years old (23%), and the minority were 1 person (3%) aged <20 years old. Based on education, the majority were high school (27%), and the minority were elementary school (3%). Based on occupation, the majority were employed (27%), and the minority were unemployed (7%). This study is expected to encourage village midwives to provide more information through counseling and increase mothers' knowledge about the nutritional status of toddlers to prevent malnutrition.  

Adriana Bangun; Sabariana Tarigan; Putri Nadila; Revina Untari; Shafira Elzahra

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

According to WHO (2015), TT immunization coverage in Africa reached 50%, with TT2 at 60%. In Indonesia, the Making Pregnancy Safer (MPS) program set a target of 95% Antenatal Care (K1) coverage, including TT2 by 2019. Puskesmas data in 2016 showed K1 coverage of 880 with TT1 at 27 (3.1%), and K4 at 739 with TT2 at 64 (8.6%). This study aims to assess premarital knowledge of TT immunization based on age, education, and occupation. Using a descriptive design and total sampling, 32 respondents were involved. Results showed most were under 20 years old (41%), had junior high school education (25%), and worked as entrepreneurs (19%). The lowest knowledge level was found among respondents with primary education (19%) and farmers (3%). It is recommended that midwives at Puskesmas Bestari intensify education to improve premarital knowledge about TT immunization.

Adriana Bangun; Sabariana Tarigan; Juni Lestian Prantika Napitupulu; Erinda Pasaribu; Rumata Uli +1 more

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pil oral kombinasil adalah pil kb yang mengandung kombinasi estrogen dan progesterone dalam dosis kecil, pil kb kombinasi mengandung hormon aktif dan hormon tidak aktif. Penelitian bersifat deskritif dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari peninjauan langsung lapangan dengan menggunakan kues     ioner yang telah dirancang sebelumnya untuk mengetahui pengetahuan akseptor kb tentang efek samping pil oral kombinasi di Klinik Sehati Medan Periode JUNI-JULI 2023 sebanyak 30 orang di dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akseptor kb tentang efek samping pil oral kombinasi berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup pada kelompok umur >35 tahun sebanyak 14 orang (47%), pengetahuan akseptor kb tentang efek samping pil oral kombinasi berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup pada kelompok SMA sebanyak 16 orang (53,32%), pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi berdasarkan paritas  mayoritas berpengetahuan cukup pada kelompok grandemultipara sebanyak 13 orang  (43,33%), pengetahuan akseptor kb tentang efek samping pil oral kombinasi berdasarkan dukungan tenaga kesehatan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 8 orang (26,66%). Dari penelitian ini diharapkan kepada akseptor kb agar banyak mencari informasi dan meningkatkan lagi pengetahuan tentang efek samping pil oral kombinasi.

Adriana Bangun; Eka Ristin Tarigan; Putri Nadila; Gembira Pasaribu; Citra Anggreni Br Ginting +1 more

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pernikahan dini yang berkembang dikalangan masyarakat Indonesia, dipandang sebagai sebuah komitmen untuk mengikat dua insan lawan jenis yang masih remaja dalam suatu ikatan keluarga. Usia remaja perempuan yang melakukan pernikahan dini diusia muda adalah mereka yang berusia dibawah umur-20 tahun yang melakukan pernikahan dini.           Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data primer yang ditinjau langsung yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang tantang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun VI desa Telaga Sari Tahun 2023 populasi penelitian ini seluruh remaja putri di Dusun Telaga Sari. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian mengenai Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang dampak Pernikahan Dini diperoleh berdasarkan umur, mayoritas umur 16-18 tahun sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas umur 19-20 tahun sebanyak 2 orang (7%), berdasarkan pendididkan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas pada kelompok tenaga kesehatan sebanyak 13 orang (43%) dan minoritas pada media cetak sebanyak 3 orang (10%), dan  mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (17%). Diharapkan kepada seluruh remaja putri agar lebih meningkatkan pengetahuannya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dan untuk mengetahui dampak dalam pernikahan dini, hal ini bertujuan untuk menghindari remaja putri dari dampak melakukan pernikahan dibawah umur dan mengurangi resiko dalam resiko kesehatan reproduksi.

Adriana Bangun; Sabarina Tarigan; Putri Nadila; Etha Tia Dwitha; Febrianty Napitupulu +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Menurut  WHO (World Health Organization), 8-9 % wanita akan mengalami kanker payudara. Kanker payudara dapat ditemukan pada tahap awal dengan cara deteksi dini Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita. Cara ini murah, aman, dapat di ulang dan sederhana, namun dalam kenyataaan baru sedikit wanita yang memakai cara ini yaitu 15-30%. Berdasarkan survey awal yang telah Penelitilakukan di SMA Etislandia Medan dari hasil Kuesioner yang diberikan kepada 30 orang Remaja putri dari kelas X dan XI didapatkan RemajaPutri yang mengetahui tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) dan yang  sudah melakukan SADARI hanya 16 orang sedangkan yang belum melakukan SADARI sebanyak 14 orang. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya kesadarandan rasa peduli wanita terhadap kesehatan payudaranya. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan data primer tujuannya untuk mengetahui Bagaimanakah Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) pada 30 remajaputri di SMA Etislandia Medan PeriodeMaret-Juli 2022.Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil Penelitiandidapatkan 30 Responden bahwa responden dengan kategori baik sebanyak 16 orang (53,3%), pengetahuan cukup 4 orang (13,3%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang (33,3 %).Disarankan pada Remaja Putri agar lebih memperluas pengetahuan tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) dengan cara bertanya langsung kepada petugas kesehatan atau pun mencari informasi melalui media cetak, media elektronik baik televisi, radio atau internet.

Adriana Bangun; Sabariana Tarigan; Jeanee Oktaviana Br Sitepu; Putri Nadila; Christin Venolima Lase +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Menurut WHO World Health Organization usia bayi pada bebrapa bulan pertama kehidupanya yakni 1 sampai 6 bulan merupakan tahap yang sangat penting bagi bayi, karena pada usia ini bayi memerlukan pijat bayi dalam memenuhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, Pijat bayi disebut sebagai Stimulasi Touch atau terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal manusia sejak berabad-abad. Di indonesia tahun 2017 tercatat jumlah anak melakukan pijat bayi sebanyak 300 ribu bayi sedangkan di sumatera utara sebanyak 10,179 bayi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer, bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi di Klinik Irma Suskila Medan dimana semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan responden tentang pijat bayi di Klinik Irma Suskila Medan Periode Juni-Juli 2022 mayoritas paling paling banyak tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (50). Berdasarkan umur mayoritas 20-35 tahun sebanyak 21 orang (70%). Berdasarkan pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 16 orang (53,33%). Berdasarkan sumber informasi mayoritas tenaga kesehatan sebanyak 16 orang (53,33%). Dari hasil penelitian disarankan bagi petugas kesehatan khususnya bagi bidan agar dapat memberikan penyuluhan bagi ibu yang memiliki bayi untuk melaksanakan pijat bayi, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi khususnya tentang pijat bayi bagi ibu.