INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS

Abstract
Artikel ini akan membahas cahaya dalam dua perspektif: sains dan Al-Qur'an. Cahaya adalah kuantitas fisik dengan kecepatan tertinggi di dunia. Teori cahaya berkembang seiring kemajuan sains dan peradaban. Sifat dualisme cahaya (sebagai gelombang dan partikel) telah memungkinkan manusia untuk membuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara luas. Sedangkan di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa cahaya dapat menjadi penuntun bagi manusia menuju jalan kebaikan. Al-Qur'an juga menyatakan bahwa cahaya datang dari Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya
Keywords
How to Cite

Aliya Agustina & Risa Salsabilla (2024). INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS. Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(3). https://doi.org/10.55606/religion.v3i3.1038

Aliya Agustina; Risa Salsabilla, " INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS," Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 3, no. 3, 2024.

Aliya Agustina; Risa Salsabilla. " INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS." Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 3, no. 3, 2024.

Aliya Agustina; Risa Salsabilla. " INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS." Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 3, no. 3 (2024).

Aliya Agustina & Risa Salsabilla (2024) ' INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS', Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(3). doi: 10.55606/religion.v3i3.1038.

Aliya Agustina; Risa Salsabilla. INTENSITAS CAHAYA DALAM AL-QUR'AN DAN SAINS. Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya. 2024;3(3).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal