Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pancasila, as the foundation of the Indonesian state, plays a central role in maintaining diversity in the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). In the context of rich multiculturalism, Pancasila functions as a philosophical and moral foundation that binds the Indonesian nation. This abstract explores the role of Pancasila as a fortress that ensures unity in the ethnic, cultural, religious and linguistic diversity that exists in Indonesia. Pancasila affirms the principles of unity, social justice, democracy and just and civilized humanity, creating a framework that allows Indonesian people to live side by side in harmony. By understanding and internalizing the values of Pancasila, Indonesian people can strengthen the country's sovereignty and build a strong foundation for an inclusive and sustainable future.
Kalfin Febrian Nababan & Soca Ahmad (2024). Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 2(2). https://doi.org/10.55606/birokrasi.v2i2.1187
Kalfin Febrian Nababan; Soca Ahmad , "Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia," Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, vol. 2, no. 2, 2024.
Kalfin Febrian Nababan; Soca Ahmad . "Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia." Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, vol. 2, no. 2, 2024.
Kalfin Febrian Nababan; Soca Ahmad . "Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia." Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2, no. 2 (2024).
Kalfin Febrian Nababan & Soca Ahmad (2024) 'Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia', Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 2(2). doi: 10.55606/birokrasi.v2i2.1187.
Kalfin Febrian Nababan; Soca Ahmad . Fungsi Pancasila Sebagai Benteng Keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA. 2024;2(2).
Analisis Yuridis Kebebasan Berekspresi di Era Digital: Transformasi Pasal 27A UU No. 1 Tahun 2024 dan Perlindungan Hak Konstitusional
Putri Rut Sri Jaya Lubis; Putri Dwi Rahmadani; Izumi Bernadetta Gultom
Implementasi Kebebasan Beragama di Tanggerang terhadap Etnis Umat Beragama Kristen
Osvaldo Antonio Linjewas; Abrar Rosyan Ali Barus; Nur Rahman
Perlindungan Hak Cipta atas Materi Stand-up Comedy terhadap Tindakan Duplikasi tanpa Izin
Umair Umair; Dudung Hidayat; Raden Handiriono
Apakah Siswa pada Sekolah Swasta Berhak Mendapatkan Pendidikan Gratis?: Analisis Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024
Nadia Anatasya; Puti Alya; Indah Nabila Vandini
Asimetri Kekuasaan dan Potensi Pelanggaran HAM: Studi Kasus Interaksi Brimob dengan Pengemudi Ojek Online
Riska Aulia; Caesya Nur Amarha; Syifa Aurelia
Ketidaksesuaian antara Regulasi dan Realitas Sosial dalam Pemenuhan Hak Atas Pendidikan di Indonesia
Andi Dita Kobayashi; Putri Dea Syahhira; Chelsha Christy Napitupulu