Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach)

Abstract
Proses pengembalian kata dasar bahasa Jawa ngoko dari kata jadian (tembung andhahan) menjadikata dasar yang salah akan mengakibatkan kata dasar menjadi rusak, tidak memiliki arti yang benar dantidak bisa digunakan untuk proses seteleah Stemming. Bahasa Jawa Ngoko memiliki morfologi dalampenyusunan kata yang didalamnya terdapat awalan (ater-ater), sisipan (seselan) dan akhiran(penambang). Penguasaan morfologi Bahasa Jawa ngoko membantu menciptakan cara untuk pengambilankata dasa dalam bahasa jawa ngoko secara benar. Stemmer Bahasa Jawa ngoko metode Affix Removaldigunakan untuk mendapatkan kata dasar dari hasil proses pengurangan awalan, sisipan dan akhiransecara benar. Hasil pengembalian kata dasar menggunakan Stemmer Bahasa Jawa ngoko metode AffixRemoval mampu membuat kata dasar dalam bahasa Jawa ngoko dengan hasil benar mencapai 62%.Kemampuan stemmer ini masih harus ditingkatkan sampai mencapai tingkat kebenaran dalampengembalian kata dasar mencapai 100%.
How to Cite

Amin, et al. (2016). Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach). Dinamik, 21(1). https://doi.org/10.35315/dinamik.v21i1.6076

Amin, Fatkhul; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas, "Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach)," Dinamik, vol. 21, no. 1, 2016.

Amin, Fatkhul; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas. "Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach)." Dinamik, vol. 21, no. 1, 2016.

Amin, Fatkhul; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas. "Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach)." Dinamik 21, no. 1 (2016).

Amin, et al. (2016) 'Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach)', Dinamik, 21(1). doi: 10.35315/dinamik.v21i1.6076.

Amin, Fatkhul; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas. Stemmer Bahasa Jawa Ngoko dengan Metode Affix Removal Stemmers (Rule Based Approach). Dinamik. 2016;21(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal