π
Abstract
Nyeri persalinan merupakan tantangan utama yang dihadapi ibu, khususnya pada kala I fase aktif. Penggunaan metode non-farmakologis seperti endorphin massage menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endorphin massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sebanyak 12 responden dibagi menjadi dua kelompok: intervensi (diberikan endorphin massage) dan kontrol (perawatan standar). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 7,5 menjadi 4,0 (p = 0,000), sementara pada kelompok kontrol hanya turun dari 7,3 menjadi 7,0 dan tidak signifikan (p = 0,308). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok setelah intervensi (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa endorphin massage terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik kebidanan sebagai metode yang aman, mudah, dan berpusat pada kenyamanan ibu.