Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini

Abstract
Early marriage is a marriage that takes place when entering adolescence, not yet adolescence, or just ending adolescence. In Indonesia itself, although the law strongly opposes early marriage, this case often increases every year. Apart from the inherent traditional factors, parental coercion, economic and social factors or even worse, the factor of getting pregnant outside of marriage is often the reason why early marriages are carried out.
Keywords
How to Cite

Wa Ode Rahayu, et al. (2023). Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4). https://doi.org/10.58192/karunia.v2i4.1530

Wa Ode Rahayu; Elsa Natasary; Nining Aria; Selvi Nezalasmi; Tohamba, Citra Prasiska Puspita, "Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini," Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 2, no. 4, 2023.

Wa Ode Rahayu; Elsa Natasary; Nining Aria; Selvi Nezalasmi; Tohamba, Citra Prasiska Puspita. "Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini." Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 2, no. 4, 2023.

Wa Ode Rahayu; Elsa Natasary; Nining Aria; Selvi Nezalasmi; Tohamba, Citra Prasiska Puspita. "Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini." Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2, no. 4 (2023).

Wa Ode Rahayu, et al. (2023) 'Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini', Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4). doi: 10.58192/karunia.v2i4.1530.

Wa Ode Rahayu; Elsa Natasary; Nining Aria; Selvi Nezalasmi; Tohamba, Citra Prasiska Puspita. Penanggulangan Maraknya Angka Pernikahan Dini. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia. 2023;2(4).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal