Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha

Abstract
Desa Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang memiliki potensi besar di bidang batik dan makanan olahan. Salah satu kelompok pengrajin, batik Sanggar Tapak Dara, mengalami penurunan penjualan dan kurangnya daya saing. Untuk mengatasi masalah ini, direncanakan pelatihan dan pendampingan. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan, motivasi, ketrampilan menggunakan media sosial dan Marketplace dalam memasarkan, serta daya saing anggota pengrajin. Manfaatnya termasuk peningkatan motivasi dan ketrampilan, serta daya saing pengrajin. Dengan menerapkan metode-metode secara terintegrasi dan berkelanjutan, Sanggar Batik Tapak Dara dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka dan menghadapi tantangan dalam era perekonomian digital. Diharapkan kegiatan ini akan membantu meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha masyarakat pengrajin batik Tapak Dara.
Keywords
How to Cite

Sri Suyati, et al. (2024). Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha. Jurnal Suara Pengabdian 45, 3(1). https://doi.org/10.56444/pengabdian45.v3i1.1488

Sri Suyati; Khamimah; Siti Aminah, "Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha," Jurnal Suara Pengabdian 45, vol. 3, no. 1, 2024.

Sri Suyati; Khamimah; Siti Aminah. "Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha." Jurnal Suara Pengabdian 45, vol. 3, no. 1, 2024.

Sri Suyati; Khamimah; Siti Aminah. "Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha." Jurnal Suara Pengabdian 45 3, no. 1 (2024).

Sri Suyati, et al. (2024) 'Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha', Jurnal Suara Pengabdian 45, 3(1). doi: 10.56444/pengabdian45.v3i1.1488.

Sri Suyati; Khamimah; Siti Aminah. Transformasi Batik Semarang Menuju Inovasi dan Keberlanjutan Usaha. Jurnal Suara Pengabdian 45. 2024;3(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal