Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB
Kasus Akulturasi Budaya Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB).
Dilatarbelakangi keingintahuan peneliti tentang akulturasi budaya masyarakat transmigran suku Sasak dengan suku asli Mbojo di Kecamatan Tambora. Sebab Kedua-duanya berada di dalam wilayah pemerintahan propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun memiliki latar belakang budaya yang berbeda, dimana Suku Sasak dipengaruhi oleh Suku Bali yang bercorak Hindu-Budha sedangkan Suku Mbojo dipengaruhi Suku Bugis yang bercorak Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana akulturasi budaya yang terjalin antar
Suku Sasak sebagai pendatang atau transmigran terhadap Suku Mbojo sebagai warga asli?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana akulturasi budaya yang terjadi antar Suku Sasak sebagai pendatang atau transmigran terhadap Suku Mbojo sebagai warga asli, untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dan komunikasi sosial transmigran melakukan proses akulturasi, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses akulturasi transmigran. Hasil penelitian ini bahwa suku Sasak berhasil beradaptasi dengan budaya serta kebiasaan suku Mbojo sebagai warga asli. Walaupun pada awalnya sempat merasa cemas dan tidak pasti. Namun dengan cara ikut andil dalam acara-acara suku Mbojo, menjalin kedekatan interpersonal dengan masyarakat sekitar akhirnya suku suku Sasak mulai bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat setempat.
Ketika komunikasi antarbudaya suku Sasak dan Mbojo terjalin dengan baik, maka terjadilah
akulturasi kedua budaya tersebut. Akulturasi yang terjadi antara lain: Akulturasi budaya materil yaitu: (1) Transmigran sudah tidak menggunakan sarung sepanjang hari di berbagai aktivitasnya dan mulai menggunakan celana untuk aktivitas-aktivitas tertentu; (2) Transmigran (suku Sasak) mulai bisa makan sayur ro’o parongge serta bentuk rumah para transmigran sesuai dengan yang disediakan oleh pemerintah; Akulturasi budaya non-material yaitu: (1) Masyarakat transmigran (suku Sasak) sudah bisa menggunakan bahasa Mbojo jika berkomunikasi dengan suku Mbojo; (2) Transmigran sudah beradaptasi dan ikut melakukan budaya weha rima yaitu budaya saling membatu misalnya pada saat panen tiba; (3) Transmigran sudah beradaptasi dan ikut melakukan budaya teka ra ne,e yaitu membantu keluarga melaksanakan hajatan dengan membawakan sesuatu berupa kue, beras atau uang yang diberikan kepada yang punya hajat (4) Transmigran sudah ikut melakukan budaya Mbolo weki yaitu kegiatan musyawarah mufakat persiapan hajatan
Yayu Rahmawati Mayangsari, et al. (2023). Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 6(2).
Yayu Rahmawati Mayangsari ; Rahmi; Wardiman, "Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB," Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, vol. 6, no. 2, 2023.
Yayu Rahmawati Mayangsari ; Rahmi; Wardiman. "Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB." Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, vol. 6, no. 2, 2023.
Yayu Rahmawati Mayangsari ; Rahmi; Wardiman. "Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB." Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan 6, no. 2 (2023).
Yayu Rahmawati Mayangsari, et al. (2023) 'Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB', Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 6(2).
Yayu Rahmawati Mayangsari ; Rahmi; Wardiman. Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan. 2023;6(2).
Penggunaan Media Sosial Facebook Profesional Oleh Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Penanae Kecamatan Raba Kota Bima
Firdaus, Firdaus; Junaidin; Irham
Dramaturgi Dibalik Kehidupan Akun Facebook Professional “Mia Lyy”: Dramaturgi Dibalik Kehidupan Akun Facebook Professional “Mia Lyy”
Rahmawati Mayangsari, Yayu; Rahmi
Analisis Tingkat Partisipasi Pemuda Dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024
Togala, Risman; Hadmar, Ahmad Muhardin; Nur, Utami
Eksplorasi Kebutuhan ECO-ELT Berbasis Kearifan Lokal dan Komunikasi global: Perspektif Pengajar di Pesantren
Ariani Rosadi; Kasman; Adhar, Yusuf Idhin; Irham
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA: (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Penanae)
Mayangsari, Yayu Rahmawati; Firdaus
ADVOKASI KEBIJAKAN HARGA ACUAN PEMBELIAN KOMODITAS JAGUNG DI KOTA DAN KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Irham, Irham; Salahuddin, Salahuddin