Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja
This research employs a normative legal method using statutory and case approaches, focusing on a comparative analysis of decisions issued by the Industrial Relations Court and the Supreme Court in rights dispute cases. The findings indicate that the disharmony of decisions is primarily caused by differences in judicial interpretation of legal norms after the Job Creation Law, inconsistencies in the application of legal principles, and the absence of standardized interpretative guidelines. These conditions weaken legal certainty and potentially disadvantage workers as the more vulnerable party in industrial relations.
This study proposes a harmonization framework through strengthening legal interpretation guidelines and ensuring consistency in applying the principle of legal certainty as a means to achieve uniformity in resolving rights disputes. Therefore, this research is expected to contribute both theoretically and practically to the development of labor law in Indonesia.
Saragih Sitio, et al. (2026). Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 4(3). https://doi.org/10.59246/44eqjp39
Saragih Sitio, Angel Evelin; Iwan Erar Joesoef; Atik Winanti, "Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja," ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, vol. 4, no. 3, 2026.
Saragih Sitio, Angel Evelin; Iwan Erar Joesoef; Atik Winanti. "Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja." ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, vol. 4, no. 3, 2026.
Saragih Sitio, Angel Evelin; Iwan Erar Joesoef; Atik Winanti. "Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja." ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 4, no. 3 (2026).
Saragih Sitio, et al. (2026) 'Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja', ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 4(3). doi: 10.59246/44eqjp39.
Saragih Sitio, Angel Evelin; Iwan Erar Joesoef; Atik Winanti. Disharmoni Putusan Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung dalam Perselisihan Hak Pasca Undang-Undang Cipta Kerja. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora. 2026;4(3).
State Responsibility for Environmental Pollution from a Human Rights Perspective
Firman Octhaviana Sulistiyono
Kepemimpinan Penghulu dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Budidaya Ikan Lele di Kampung Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak
Rahayu, Rahayu; Rahman, Khairul
A Green Criminology Perspective on the DPA Mechanism: Corporate Impurity in Environmental Crimes Post the Job Creation La
Hakim, Arif Rahman; Wulan, Evi Retno
The Vagueness of Norms on Attempted Cybercrimes in Article 17 Paragraph (2) of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code
Wijaya, Rony; Wulan, Evi Retno
Tata Kelola Kolaboratif dalam Penanggulangan Genangan Air di Jalan Temanggung Tilung Kota Palangka Raya
Fahreji, Muhammad Aji; Mutia Zakia Rahma; Lie Aditya Pratama; Aina Jannah; Leviano Rafly; Marvy Ferdian Agusta Sahay
Tata Kelola Aksesibilitas Layanan Publik bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Perkotaan dalam Perspektif Komunitas Spooniestory
Zahir, Alita Aura; Calista Mutiara Uma; Nabilah Nameera Ruzdi; Aniqotul Ummah; Chomariyana Kartika Hesti